• MANGGA BERKULIT MERAH

    by  • 16/10/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Mangga podang dan gedong gincu, akan berkulit kemerahan di bagian pangkal apabila dibiarkan masak pohon. Itulah dua kultivar mangga berkulit merah asli Indonesia, selain enam kultivar mangga merah baru, hasil pemuliaan Balitbu.

    mangga-cukurgondang

    Mangga podang berasal dari Kabupaten Kediri dan Blitar di Jawa Timur, sementara mangga gedong gincu dari Kabupaten Indramayu dan Majalengka di Jawa Barat. Selain harus dibiarkan masak pohon, gradasi warna merah pada pangkal buah mangga podang dan gedong gincu, baru akan muncul apabila bagian tersebut terkena sinar matahari langsung. Apabila tidak terkena sinar matahari langsung, bagian pangkal buah mangga podang dan gedong gincu akan berwarna kuning. Kulit buah mangga gedong gincu yang tidak terkena sinar matahari langsung, malahan akan tetap berwarna hijau, meskipun dibiarkan masak pohon. Kombinasi warna kulit buah merah hijau ini, justru merupakan ciri khas mangga gedong gincu, selain ciri khas lain, berupa lekukan di ujung buah.

    Warna merah pangkal buah mangga podang yang dibiarkan masak pohon, akan menyatu dengan warna kuning pada ujung buah, dengan gradasi yang membentuk warna jingga (oranye). Hingga warna mangga podang tampak lebih serasi dibanding warna mangga gedong gincu. Pada mangga gedong gincu, warna merah pada permukaan kulitnya langsung berbatasan dengan warna hijau, tanda disertai gradasi. Terlebih apabila bagian yang hijau itu benar-benar tertutup  oleh daun. Untuk membuat agar warna merah mangga podang dan gedong gincu lebih merata, daun-daun yang menuntup buah perlu dipangkas, hingga sinar matahari bisa langsung menimpa permukaan kulit buah. Asal-usul dua kultivar mangga merah Indonesia ini tidak diketahui dengan pasti. Meskipun keduanya merupakan hasil keturunan dari introduksi mangga merah India, yang didatangkan pada zaman kerajaan Galuh, dan Kahuripan.

    Haden dan Keturunannya

    Belakangan, para kolektor tanaman buah Indonesia, juga mulai menanam mangga merah introduksi. Mangga kulit merah introduksi paling populer adalah Haden, kultivar dari Florida, Amerika Serikat. Haden merupakan keturunan dari mangga Mulgoba yang diintroduksi dari India tahun 1889. Tahun 1902, Kapten John J. Haden, pensiunan opsir tentara AS, yang tinggal di Coconut Grove, Florida, menanam 48 biji mangga Mulgoba. Tahun 1910, mangga Kapten Haden mulai berbuah. Satu di antara 48 mangga itu kualitasnya sangat baik. Warna kulitnya cerah kemerahan, aromanya kuat, dan rasanya manis bercampur masam. Kultivar ini kemudian didaftarkan ke International Cultivar Registration Authority (ICRA), dengan nama Haden. Diduga Haden adalah silangan alami antara Mulgoba dengan Mangga Terpentin. Kultivar Haden kemudian juga disilang-silangkan dengan kultivar lain, dan menghasilkan 30 kultivar unggulan.

    mangga-cukurgondang1

    Hampir semua keturunan Haden, berkulit merah. Di antaranya yang cukup populer adalah Anderson (Haden x Sandersha cross); Hatcher (Haden x Brooks cross, kanan); Irwin (Haden x Lippens cross); Kent (Haden x Brooks cross); dan Sensation (Haden x Brooks cross). Haden dan hasil silangan berikutnya, kemudian populer dibudidayakan di beberapa negara, yakni Australia, Brasil, Kostarika, Guatemala, Honduras, dan Israel. Di Australia selain Haden, juga dibudidayakan keturunannya, yakni Irwin dan Kent, dan Palmer. Meskipun yang paling populer dan paling banyak dibudidayakan di Australia adalah Kensington Pride, sebagai kultivar asli Australia. Kelebihan Kensington adalah, mampu beradaptasi dengan iklim sub tropis. Kensington Pride, tidak diketahui induknya, tetapi diduga dimasukkan oleh para awak kapal, yang mengirimkan kuda ke India. Kensington Pride dideskripsi tahun 1960 di Bowen, negara bagian Queensland.

    manggacukurgondang2

    Meksiko juga membudidayakan mangga Haden, dan kultivar turunannya, yakni Irwin, Kent, Palmer, Sensation, dan Tommy Atkins. Meskipun Meksiko sebenarnya juga punya kultivar mangga merah asli, yakni Ataulfo, yang diduga keturunan kultivar Alfonso dari India. Kehebatan Ataulfo adalah ukurannya yang jumbo, yakni berbobot antara enam ons sampai dengan satu kilogram per buah. Bentuk Ataulfo, mirip dengan mangga manalagi besar Indonesia. Karakter Ataulfo juga sama dengan mangga podang, yakni baru akan berwarna merah, apabila dibiarkan masak pohon. Kalau dipetik sebelum masak, dan diperam, maka warnanya akan menjadi kuning polos. Ataulfo berserat, manis, karena kadar gulanya mencapai 15% dari bobot daging buah. Kadar kemasamannya juga tinggi, hingga kultivar ini banyak dibudidayakan sebagai penghasil konsentrat mangga. Di Meksiko, Ataulfo dibudidayakan di negara bagian Michoacan, Sinaloa, Nayarit, Jalisco, Veracruz, dan Chiapas.

    Enam Kultivar Baru

    Belakangan, Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika di Solok, telah menghasilkan enam kultivar mangga merah baru. Mangga merah baru Balitbu ini merupakan karya para peneliti Kebun Percobaan Mangga di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Marifta 01 (keturunan Irwin), dan Ken Layung (keturunan Kensington Apple), merupakan dua kultivar mangga merah baru, yang dihasilkan tahun 2002. Tahun 2002 juga dihasilkan lima kultivar lain, yakni Sala 250, Dugur 141, Gayam 345, Kraton 119, dan Manggasari 243, yang tidak berkulit merah. Kemudian tahun 2008, kembali dihasilkan empat kultivar mangga merah, yakni keturunan Haden yang disebut Garifta Orange; Keturunan K. Maidah, yang disebut Garifta Gading; keturunan Li’ar, yang disebut Garifta Merah; dan keturunan Paw-paw  yang dinamakan Garifta Kuning. Dari empat kultivar baru itu, tingkat kemerahan kulit buah Garifta Merah paling tinggi.

    Kebun Percobaan Mangga Cukurgondang, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jatim, dibangun tahun 1941, di atas lahan seluas 13,02 hektare. Jumlah koleksi 208 varietas, dengan 298 klon/akses, terdiri dari  1.148 tanaman,  dari dalam negeri dan hasil introduksi dari luar negeri. Tahun 1984, Cukurgondang telah menghasilkan tiga klon mangga yang dilepas dengan nama Arumanis 143, Golek 31, dan Manalagi 69. Selain kultivar tersebut, Cukurgondang juga pernah menghasilkan 4 kultivar yang dilepas Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), yakni Gedong (1995); Lalijiwo-61 (Durih, 1992); Podang Urang (2003); dan Dodol (2010). Mangga merah baru hasil pemuliaan itu, belum banyak dijumpai di penjual benih tanaman. Yang ada justru mangga-mangga merah introduksi, yang masuk ke Indonesia dari Singapura, Malaysia (Sarawak), serta dari Australia. # # #

    Artikel pernah dimuat di Majalah Flona

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *