TREND BARU MELON ORANGE
by indrihr • 18/11/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Selama ini kita mengenal melon berdaging buah hijau kekuningan. Sekarang, ada melon dengan daging buah berwarna orange. Sebelumnya memang ada melon dengan daging buah orange, tetapi bentuk buahnya lonjong dengan kulit buah licin berwarna kecokelatan. Melon ini dikenal dengan nama hamigua (hami melon). Hamigua sudah mulai dibudidayakan pada awal tahun 1990an, namun tidak berkembang karena konsumen tidak menyukainya. Melon orange yang sekarang ada di pasaran, bentuk, tekstur serta warna kulitnya persis sama dengan melon hijau.
Melon berdaging buah hijau kekuningan, pertamakali dikenal pada awal tahun 1980an. Awalnya melon dibudidayakan di kawasan Ciawi sampai Cisarua di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketika itu melon dikenal sebagai buah paling mahal, jauh lebih mahal dari durian. Dalam jangka waktu yang sangat pendek, budi daya buah eksklusif ini berkembang ke seluruh Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan kemudian Jawa Timur. Melon lalu menjadi buah yang “murah meriah”, hingga dijajakan sampai ke kakilima. Sekarang, sentra melon antara lain terdapat di Kabupaten Sragen (Jateng) dan Ngawi (Jatim).
Saat ini, melon berdaging buah orange sudah bisa dijumpai dijual di pedagang kakilima. Namun harganya masih sedikit lebih tinggi, dari melon biasa yang berdaging buah hijau. Melon hijau sendiri, harganya bervariasi tergantung dari jenis, ukuran dan kualitas buahnya. Mulai dari Rp 4.000,- per kg, sampai dengan Rp 15.000,- per kg. di tingkat konsumen (eceran). Meskipun harga melon cukup rendah hingga terjangkau oleh masyarakat kelas bawah, namun budi daya melon tetap menguntungkan. Sebab bersamaan dengan semangka dan pepaya, kebutuhan melon masih lebih besar dari pasokan.
# # #
Melon, sebenarnya merupakan nama umum untuk bermacam buah. Mulai dari melon sendiri (Cucumis melo), semangka (water melon, Citrullus lanatus), pinyin (wintermelon, Benincasa hispida), pare (bitter melon, Momordica charantia) dan melano (horned melon, Cucumis metuliferus E. Mey). Melon biasa Cucumis melo, juga sering disebut muskmelon. Sebutan ini digunakan untuk membedakannya dengan watermelon (semangka), wintermelon (pinyin), bittermelon (pare) dan horned melon (melano). Di Indonesia, istilah melon hanya khusus digunakan untuk muskmelon.
Muskmelon sendiri ada banyak jenisnya. Antara lain Bailan melon; Galia; Hami Melon; Honeydew; Honeymelon; Piel de Sapo; Sugar melon dan Cantaloupe. Yang selama ini dikenal sebagai melon hijau (melon biasa), adalah Honeydew melon (Cucumis melo Inodorus group), Bailan melon, dan Galia. Sedangkan melon orange adalah Cantaloupe. Honeymelon adalah hibrida antara Honeydew (melon biasa), dengan water melon (semangka, Citrullus lanatus). Melon hijau maupun orange yang sekarang dibudidayakan, semuanya merupakan benih hibrida.
Melon orange atau Cantaloupe adalah sub spesies dari melon biasa (Cucumis melo), Ada dua macam cantaloupe, yakni Cucumis melo cantalupensis, dan Cucumis melo reticulatus. Cucumis melo cantalupensis dikenal sebagai Cantaloupe Eropa, dengan warna kulit buah lebih muda. Di Australia dan Selandia Baru, Cantaloupe Eropa, juga sering disebut sebagai Rockmelon. Sedangkan Cucumis melo reticulatus dikenal sebagai Cantaloupe Amerika, yang banyak dibudidayakan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Melon orange yang sekarang banyak dibudidayakan, merupakan Cantaloupe Hibrida.
Nama Cantaloupe, pertamakali digunakan di Italia pada tahun 1700an. Benih cantaloupe yang dibudidayakan di Italia, berasal dari Armenia, yang merupakan tempat asal-usul melon. Introduksi cantaloupe ke benua Amerika, terjadi pada pelayaran Columbus kedua tahun 1494. Sekarang, budi daya cantaloupe di AS dilakukan secara massal, lengkap dengan peternakan lebah sebagai penyerbuk. Penyerbukan cantaloupe dengan satu kotak sarang lebah per 4.000 m2, selain bisa meningkatkan volume hasil, juga akan menambah rasa manis daging buah.
# # #
Budi daya melon di negara maju, misalnya di Eropa, Jepang, Taiwan dan AS, lebih banyak menggunakan teknologi sederhana tanpa ajir (panjatan). Hingga tanaman hanya merayap di tanah. Jumlah buah dalam satu tanaman juga tidak dibatasi. Agar terhindar dari serangan bakteri, cendawan atau gulma, di lahan melon itu sebelumnya dihamparkan lembaran-lembaran plastik. Hingga tanaman melon nantinya akan merayap pada hamparan plastik itu. Di Taiwan, kadang-kadang bedengan melon itu perlu dikerudungi plastik transparan, yang bisa dibuka dan ditutup. Kalau cuaca panas, plastik dibuka. Kalau hujan turun, plastik ditutup.
Di Indonesia, budi daya melon lebih banyak dilakukan dengan ajir. Jumlah buah dalam satu tanaman, juga dibatasi paling banyak tiga. Kualitas buah, memang akan sangat ditentukan oleh jumlah buah dalam satu tanaman. Kalau jumlah buahnya tiga, maka kualitas buahnya rendah. Dua buah berkualitas sedang. Kualitas buah terbaik diperoleh apabila dalam satu tanaman hanya dipelihara satu buah saja. Kualitas buah yang dihasilkan dari tanaman yang diberi ajir, juga lebih baik dibanding dengan buah dari tanaman yang merayap di tanah tanpa ajir.
Di sentra-sentra melon di Jateng dan Jatim, budi daya melon selalu menggunakan ajir dan mulsa plastik hitam perak, tanpa kerudung plastik. Di Taman Wisata (Taman Buah) Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, melon dibudidayakan dalam polybag dengan rambatan tali di dalam green house. Melon di Taman Wisata Mekarsari ini dikhususkan bagi pengunjung yang berminat untuk ikut atraksi petik buah. Kualitas melon yang ditanam di dalam green house, pasti lebih baik dibanding dengan melon yang dibudidayakan di lahan terbuka. Dengan green house, melon bisa dibudidayakan sepanjang tahun tanpa kendala cuaca.
Di kawasan yang beriklim dingin, budi daya melon hanya bisa dilakukan pada musim semi, dan buah sudah bisa dipanen pada musim panas. Di sini melon dibudidayakan secara ekstensif tanpa ajir. Sebab budi daya menggunakan ajir, memerlukan banyak tenaga kerja. Sementara tenaga kerja di negara-negara maju, nilainya sangat tinggi. Resiko budi daya di lahan terbuka tanpa ajir adalah, bagian buah yang melekat di tanah, akan belang, hingga berbeda dengan buah yang dibudidayakan dengan ajir. Kalau melon ini akan diolah lebih lanjut menjadi jus atau sari buah, maka cacat kulit ini tidak jadi masalah.
# # #
Melon menghendaki udara kering dan panas. Kelembapan tinggi seperti di Ciawi dan Cisarua, akan banyak mengundang bakteri dan cendawan yang bisa merusak areal tanaman melon. Di kawasan yang relatif basah, budi daya melon mutlak memerlukan green house, untuk melindungi tanaman dari guyuran hujan. Green house ini bisa kerudung plastik benih dengan kerangka bambu, bisa pula dengan green house permanen berupa bedeng dengan kerangka kayu, dengan atap dan dinding plastk bening. Tanpa green house, budid aya melon di kawasan sekitar Bogor akan lebih banyak mengalami kegagalan.
Itulah sebabnya, melon yang pertama-tama dibudidayakan di Ciawi dan Cisarua, kemudian bergeser ke arah timur sampai ke Jateng dan Jatim. Sebab kawasan Jateng dan Jatim, relatif lebih kering dan panas dibanding dengan kawasan Jabar, khususnya di sekitar kota Bogor. Di Klaten, Sragen dan Ngawi, budi daya melon bisa dilakukan pada musim penghujan, tanpa perlu kerudung plastik. Sebab kawasan ini relatif kering, hingga gangguan bakteri serta cendawan relatif kecil. Pada budi daya musim penghujan, tidak diperlukan pengairan yang intensif.
Beda dengan budi daya pada musim kemarau, yang memerlukan pengairan secara intensif. Para petani mengairi bedeng melon mereka dengan cara digenangi (dileb), atau dengan penyiraman secara manual menggunakan gembor dan selang. Budi daya melon secara intensif, biasanya menggunakan pengairan dengan sistem tetes (drip irigation). Air yang sudah dicampur nutrisi, dialirkan melalui pipa dan selang, hingga secara serentak akan menetes pada masing-masing tanaman, sesuai dengan kebutuhan. Lokasi budi daya melon dengan drip irigation, idealnya pada ketinggian antara 400 sd. 600 m. dpl. dengan sumber air yang sangat jernih.
Sebab drip irigation dengan air yang agak keruh atau kandungan mineralnya tinggi, akan potensial menyumbat drip yang meneteskan air sedikit-demi sedikit. Melon hasil budi daya dengan drip irigation, biasanya hanya dibuahkan satu buah dalam satu tanaman. Hingga kualitas melon hasil drip irigation selalu paling tinggi. Sekarang, para petani, pengusaha dan Taman Wisata Mekarsari, sekaligus membudidayakan dua macam melon. Melon biasa yang berdaging buah hijau, dan cantaloupe yang berdaging buah orange. Masyarakat tinggal memilih, lebih menyukai yang mana. (R) # # #
Artikel pernah dimuat di Business News



