• BUDI DAYA JERUK MASAM

    by  • 17/12/2013 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Bisnis jeruk masam bisa sama menguntungkan dengan jeruk manis. Jeruk masam diperlukan sebagai bahan minuman jeruk, bumbu, dan untuk dikucurkan di kuah soto, atau masakan lain. Dibanding jeruk manis, tanaman jeruk masam relatif tahan penyakit.

    Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), merupakan jeruk masam yang paling banyak dibudidayakan dan diperdagangkan. Harga jeruk nipis sangat berfluktuasi. Pada musim penghujan, harga jeruk nipis akan jatuh, karena produksi melimpah permintaan tetap. Sebaliknya pada musim kemarau, harga jeruk nipis cenderung tinggi, karena produksi turun sementara permintaan tetap. Sejak dekade 1980an, dikenal dua macam jeruk nipis, yakni jeruk nipis biasa, dan jeruk nipis tanpa biji. Jeruk nipis tanpa biji, diduga merupakan hibrida jeruk nipis dengan jeruk sukade. Kulit jeruk nipis tanpa biji relatif tebal, ujung meruncing. Pada dekade 1980an, terjadilah euforia budi daya jeruk nipis tanpa biji. Belakangan euforia ini menyusut, sebab pasar tidak terlalu menyukainya. Jeruk nipis tanpa biji, acapkali juga tanpa air, dan kurang harum.

    jeruk-nipis2

    Sekarang di pasar lebih banyak dijumpai jeruk nipis biasa. Jeruk nipis biasa ini pun belakangan juga ada yang tidak berbiji. Diduga jeruk nipis biasa yang tanpa biji ini merupakan hasil pemuliaan menggunakan Colchicine (C22H25NO6). Kecambah jeruk nipis biasa yang diploid, ditetesi larutan Colchicine, hingga berubah menjadi tetraploid. Jeruk nipis tetraploid ini kemudian disilangkan dengan jeruk nipis diploid, hingga menghasilkan jeruk nipis triploid yang tak berbiji. Jeruk nipis hasil rekayasa dengan Colchicine ini, tetap berair banyak, dan mewarisi keharuman jeruk nipis biasa yang diploid. Jeruk nipis tanpa biji hasil pemuliaan dengan Colchicine, belum banyak dibudidayakan petani, hingga sampai sekarang yang dominan di pasar tetap masih jeruk nipis biasa yang berbiji.

    # # #

    Jeruk peras untuk minuman yang rasanya sangat masam, sebenarnya sudah dikenal sejak zaman penjajahan. Di Jawa Tengah, jeruk ini disebut jeruk kuik, dan dulunya tak laku dijual. Dulu yang digunakan untuk minuman hanyalah jeruk nipis. Belakangan, ketika pasokan jeruk nipis terbatas, sementara permintaan naik, digunakanlah jeruk kuik sebagai bahan minuman. Karena konsumen mau menerimanya, maka sekarang jeruk kuik menjadi komoditas jeruk peras untuk minuman yang permintaannya terus naik. Jeruk kuik, sama dengan jeruk siam dan jeruk keprok, masih spesies Citrus reticulata. Karena cemaran polen dari jeruk-jeruk masam, maka terciptalah klon-klon Citrus reticulata yang berbuah sangat lebat, buah berukuran kecil dan berasa sangat masam. Jeruk inilah yang disebut sebagai jeruk kuik, atau jeruk peras, dan diserap habis untuk minuman jeruk.

    Jeruk peras relatif bandel hingga tahan serangan penyakit jeruk, terutama CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration). Selain untuk minuman, jeruk peras juga digunakan sebagai substitusi jeruk nipis, pada saat harga jeruk nipis melambung tinggi. Selain jeruk nipis dan jeruk peras, jeruk sambal atau jeruk limau (Citrus amblycarpa), juga merupakan jeruk masam yang banyak dibudidayakan dan diperdagangkan. Selain masam, jeruk limau juga beraroma sangat kuat. Jeruk limau berukuran paling kecil, dengan banyak biji. Jeruk jenis ini tidak digunakan sebagai bumbu masakan atau untuk minuman, melainkan untuk melezatkan kuah soto, sup, siomay, dan lain-lain masakan daging serta ikan. Jeruk limau juga tergolong bandel terhadap penyakit CVPD, dan mudah sekali dibudidayakan. Bisa disebutkan, tanpa perawatan sama sekali pun jeruk ini akan mampu berproduksi dengan baik.

    jeruk-nipis3

    Selain tiga jenis jeruk tadi, masih ada pula jeruk purut (Citrus hystrix) yang juga berasa sangat masam. Meskipun demikian, jeruk purut justru jarang dimanfaatkan daging buahnya sebagai sumber rasa masam. Jeruk jenis ini justru dimanfaatkan daun serta kulit buahnya sebagai sumber aroma. Hampir semua masakan daging dan ikan, menggunakan daun jeruk purut sebagai pengharum. Kulit buahnya juga bisa digunakan sebagai pengharum masakan, meskipun penggunaannya tidak sebanyak daunnya. Kulit buah jeruk purut paling efektif untuk menghilangkan bau amis (anyir), pada ikan. Kandungan minyak asiri kulit buah jeruk purut, relatif lebih tinggi dibanding daunnya. Hingga produksi minyak asiri jeruk purut, akan lebih banyak hasilnya apabila menggunakan kulit buah, dibanding menggunakan daunnya. Dibanding jeruk nipis, kuik, dan limau, jeruk purut relatif lamban pertumbuhannya.

    # # #

    Jeruk nipis merupakan jeruk masam yang hidup di kawasan tropis, sementara jeruk lemon (Citrus limon), berhabitat kawasan sub tropis dan temperate. Jeruk lemon juga berasal dari Asia (India dan China). Penampilan jeruk lemon, cukup menarik karena warna kulitnya yang kuning, beda dengan jeruk nipis yang berkulit buah hijau. Air buah jeruk lemon juga berwarna kuning, namun rasanya sama masam dengan jeruk nipis. Jeruk lemon juga berpotensi dibudidayakan di dataran tinggi di Indonesia. Belakangan ada pula jeruk lemon cui (Citrus × microcarpa), yang bisa dibudidayakan di dataran rendah. Lemon cui berasal dari China, dan diduga merupakan hasil persilangan dari beberapa jenis jeruk. Kemungkinan besar silangan jeruk lemon dengan jeruk keprok. Beda dengan jeruk lemon yang umumnya tanpa biji, lemon cui berbiji, dan berukuran lebih kecil.

    Selain jeruk-jeruk masam yang telah disebutkan di atas, masih ada banyak spesies Citrus yang berasa masam. Salah satu yang belakangan sangat populer di Eropa, jeruk jari dari Australia (The Finger Lime, Citrus australasica). Jeruk ini berbentuk memanjang seperti buah kapuk randu, dan baru beberapa dekade dikenal oleh dunia luar. Keunikan jeruk jari australia, warna daging buahnya bervariasi mulai dari kehijauan, kuning, pink, sampai ke oranye. Jeruk ini sama sekali tidak berbiji, hingga perbanyakannya melalui setek, dan sambung pucuk. Sebenarnya, jeruk-jeruk yang berbiji pun, juga diperbanyak dengan sambung pucuk dan mata tunas, agar diperoleh kualitas buah sama dengan induknya. Sebagai batang bawah, umumnya digunakan Rough Lemon (RL), dan Japansche Citroen (JC). Dua jenis jeruk ini dikenal berperakaran kuat, tahan kekeringan dan penyakit. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *