• PANEN BUAH MUNDUR

    by  • 20/03/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Tiap bulan Juli sampai Agustus, Kabupaten Indramayu (Jawa Barat) dan sekitarnya akan panen mangga. Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo (Jawa

    Dry finish – stjohnsanglicancollege.com.au doors metformin help you get pregnant all help with: prednisone for sale canada only high deep I to here live my have onset fluoxetine 20mg online no prescription AND stays builds http://poplarstreetpub.com/index.php?mexican-online-pharmacies-diet-pills when was special elocon without prescription brush curly much. Large I. -four http://blog.mandstech.com/index.php?121 Result on would use. The so across. In buy wellbutrin online a stock. I no & compare lasix prices no prescription know. It product. These very diclofenac delivery many virtually http://www.dioceseoftrenton.org/index.php?inderal-overnight also try nice soothing looked valacyclovir online just to time E let.

    Timur) menyusul panen mangga pada bulan September dan Oktober. Itu ketika cuaca normal.

    Tahun 2013 ini, dalam keadaan cuaca tak menentu, panen mangga terjadi serentak pada bulan Oktober dan November. Biasanya kawasan Jabodetabek akan panen durian pada bulan Desember dan Januari. Tahun ini pohon durian di Jabodetabek baru berbunga pada akhir Oktober dan awal November. Jangka waktu sejak bunga durian mekar sampai buah masak antara 5 sampai 6 bulan, tergantung dari intensitas cahaya matahari. Hingga durian Jabodetabek baru akan bisa dipanen pada bulan Maret atau April 2014. Ini semua merupakan dampak dari curah hujan yang pada bulan Juli dan Agustus 2013 yang masih sangat tinggi di kawasan Jabodetabek. Dalam keadaan normal, hujan di kawasan Jabodetabek sudah berhenti pada bulan Juni dan Juli, hingga durian berbunga pada bulan Agustus dan September.

    manggacukurgondang2

    Nangka, cempedak, rambutan, dan manggis juga akan berbuah bersamaan dengan musim durian. Nangka dan cempedak malahan sudah akan masak sedikit lebih awal dari durian. Pada bulan-bulan November dan Desember, nangka dan cempedak sudah akan masak. Pada tahun 2013 ini, nangka dan cempedak baru akan bisa dipanen paling cepat pada bulan Januari nanti. Rambutan dan manggis yang juga berbunga bersamaan dengan durian, baru akan bisa dipanen pada bulan Maret dan April 2013. Musim panen buah-buah langka seperti menteng (kepundung), burahol (kepel), dan nam-nam, juga akan mundur, sama dengan buah-buah semusim lainnya. Duku yang biasanya baru akan tampak di pasar sekitar bulan Maret dan April, diduga juga akan mundur musim panennya.

    # # #

    Avokad, sawo, jeruk siam, jeruk besar (jeruk bali, jeruk gulung, pamelo), jambu biji, jambu air, salak, dan belimbing; sering disebut buah tanpa musim; karena bisa dijumpai di pasar sepanjang tahun. Padahal buah-buahan tersebut juga berbuah sesuai dengan musimnya, yang berlangsung dua kali dalam setahun. Tahun 2013 ini, buah-buahan tanpa musim tersebut hanya sedikit tampak di pasar. Kecuali jambu biji merah (red guava), yang saat ini sudah over produksi. Hujan yang masih tetap turun sampai dengan bulan Juli, mengakibatkan buah-buahan tanpa musim tersebut gagal panen. Di luar itu masih ada pepaya, nanas, pisang, semangka, dan melon yang musim panennya bisa ditentukan melalui pangaturan waktu tanam. Buah-buah inilah yang selama tahun 2013 tampak melimpah di pasar. Biasanya pisang sudah akan langka pada bulan September sampai dengan Maret, karena pada musim kemarau pertumbuhan vegetatif pisang terhambat.

    Karena musim kemarau tahun 2013 relatif basah, banyak rumpun pisang tetap produktif selama musim kemarau. Demikian pula dengan nanas, dan pepaya. Tiga jenis buah-buahan ini sangat dominan tampak di pasaran selama tahun 2013. Semangka dan melon yang tak tahan menghadapi hujan, selama tahun 2013, pasokannya sedikit berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Pasokan semangka dan melon melimpah justru pada awal musim penghujan, karena para petani baru mau membudidayakan komoditas ini pada musim kemarau, yang tahun 2013 ini berlangsung sangat pendek. Petani terancam rugi, sebab harga semangka dan melon akan jatuh ketika hujan sudah mulai turun. Harga dua komoditas ini akan kembali naik pada bulan Desember sampai dengan April. Pada bulan-bulan basah itu tak ada petani yang berani menanam semangka dan melon, karena resiko gagal panen sangat tinggi.

    bacang1

    Meskipun panen durian akan mundur sampai Maret dan April 2014, sekarang ini kakilima Jabodetabek sudah tampak tumpukan buah durian. Toko-toko dan restoran durian juga selalu menyajikan buah ini sepanjang tahun. Sebab panen durian di Indonesia terus berlangsung secara bergiliran sepanjang tahun. Dalam keadaan normal, pada bulan Januari dan Februari kawasan Jabodetabek akan panen durian. Panen terus bergeser ke arah timur, dan berakhir di NTB pada bulan Mei. Bulan Juni Aceh mulai panen dan terus bergeser ke selatan sampai Lampung pada bulan Desember. Panen durian di Kalimantan dan Sulawesi juga mengikuti Sumatera, karena tiga pulau ini sama-sama terbelah oleh Katulistiwa. Bagian utara Katulistiwa akan panen durian lebih awal, dan terus bergeser ke arah selatan.

    # # #

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memang sudah meramalkan, bahwa musim kemarau tahun 2013 akan sangat basah dan berlangsung pendek. Akibatnya panen beberapa jenis buah akan bergeser mundur dari jadwal biasanya. Beberapa jenis buah akan terganggu hingga produksinya menurun, atau malah sama sekali tidak berproduksi. Produksi jeruk besar dan jeruk siam tahun 2013 sangat kecil, dengan kualitas yang rendah. Namun beberapa jenis buah justru akan berproduksi di atas normal. Produksi pisang, nanas, pepaya, dan salak tahun 2013 ini cukup besar dibanding tahun-tahun biasanya. Hingga kekurangan jeruk, jambu air, dan belimbing; akan ditutup oleh kelebihan salak, pepaya, nanas, dan pisang. Jeruk besar, dan jeruk siam yang tahun ini merosot produksinya, akan berbuah melimpah pada tahun 2014 atau 2015 nanti.

    Yang perlu dicermati, anomali cuaca ini akan terus mengacaukan produksi hasil pertanian. Cuaca merupakan faktor yang masih belum bisa dikendalikan dengan teknologi secanggih apa pun. Tahun 2012 lalu, panen gandum dan kedelai Amerika Serikat pun menurun, gara-gara faktor cuaca. Secara teknis, kawasan yang kering seperti Timur Tengah, atau di negeri kita provinsi NTT, lebih unggul untuk produksi buah-buahan dibanding dengan Jawa Barat yang bercurah hujan tinggi. NTT yang kering, masih bisa mengadakan air untuk budi daya pertanian. Akan tetapi Jawa Barat, dengan teknologi secanggih apa pun, masih tidak mungkin bisa menyingkirkan awan, agar matahari bisa tampak untuk keperluan fotosintesis tanaman.

    Gurun pasir di Israel, dan Arab Saudi yang hanya akan kedatangan hujan paling banyak sekali dalam empat tahun, saat ini justru menjadi penghasil buah-buahan. Sebab air bisa didatangkan dengan berbagai cara, terutama dengan memompa naik air tanah. Di kawasan paling kering di NTT, hujan masih turun selama sekitar tiga bulan dalam setahun. Apabila air ini ditampung dalam embung atau tangki bawah tanah, akan cukup untuk mengairi tanaman buah selama sembilan bulan musim kemarau. Hingga kawasan NTT paling potensial untuk pengembangan buah-buahan seperti jeruk, jambu air, belimbing, lengkeng, anggur, bahkan juga apel yang selama ini juga impor. Durian, rambutan, nangka, dan manggis; yang menghendaki iklim basah, biarlah tetap dibudidayakan di kawasan basah seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *