SPON ALAMI DARI SERAT BLUSTRU
by indrihr • 08/04/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Blustru (bestru, Luffa cylindrica), masih satu genus dengan oyong (gambas, Luffa acutangula). Buah blustru muda, sebenarnya juga enak disayur, sama enaknya dengan gambas. Buah gambas pun juga berupa spon (sponge), alami seperti blustru.
Namun demikian, dalam pikiran masyarakat sudah terbentuk pendapat, bahwa blustru hanya dibudidayakan untuk menghasilkan spon, sementara payday 2 hacks oyong hanya akan dipanen buah mudanya untuk sayuran. Di pasar, tidak pernah dijual buah blustru muda, sebaliknya juga tidak ada spon alami dari buah oyong. Dua tanaman ini memang masih satu genus Luffa, yang juga disebut vietnamese luffa atau vietnamese gourd. Luffa kadangkala dilafalkan sebagai loofah. Luffa merupakan tumbuhan asli Indochina, terutama Vietnam. Blustru pernah diberi nama Luffa aegyptiaca, karena kesalahan Joseph payday loans online no credit check Pitton de Tournefort (1656 – 1708), seorang ahli botani dari Perancis. Ia menemukan blustru dibudidayakan para petani di Mesir, dan mengira itu merupakan tumbuhan asli. Maka dinamakanlah blustru Luffa aegyptiaca yang pada tahun 1846 diralat menjadi Luffa cylindrica.

Untuk membedakan blustru dengan oyong, masyarakat internasional menyebutnya dengan nama berbeda. Blustru disebut dishrag gourd, rag gourd, sponge gourd, vegetable-sponge dan smooth luffa. Sementara oyong disebut dengan nama angled luffa, ridged luffa, vegetable gourd, silk squash, chinese okra, dan sin qua. Sebagai sayuran, rasa (aroma) blustru memang sama dengan oyong. Akan tetapi blustru akan tumbuh menjalar ke mana-mana hingga sulit dikendalikan. Beda dengan oyong yang tumbuh seperti pare hingga mudah pengendalian dan panennya. Selain itu, blustru tua mudah dikupas menjadi spon, dengan ukuran buah cukup besar. Sementara oyong tua lebih sulit dikupas, dengan ukuran buah lebih kecil dibanding blustru. Karenanya masyarakat intenasional pun juga menganggap blustru penghasil spon, dan oyong penghasil sayuran.
# # #
Awalnya spon dari buah blustru tua, hanya digunakan sebagai penggosok badan waktu mandi, serta pencuci piring di dapur. Belakangan negara-negara maju seperti Jepang, AS, dan Uni Eropa, mulai menggunakan spon blustru untuk kasur, bantal, keset, taplak meja, sandal rumah, sepatu bayi, alas setrika, topi, jok kursi, filter paydayloansusca.com mesin, dan sekat ruang kedap suara. India dan negara-negara Indochina saat ini menjadi pemasok utama kebutuhan spon blustru dunia. Minat dunia maju terhadap spon blustru, disebabkan oleh kesadaran mereka terhadap isu pelestarian lingkungan dan kembali ke alam. Aslinya, spon terbuat dari tubuh hewan laut kelas
Calcarea, Hexactinellida, Demospongiae, dan Homoscleromorpha (Phylum Porifera). Perusakan terumbu karang telah mengakibatkan keberadaan hewan laut ini menjadi langka, dan dilindungi.
Bersamaan dengan itu, diketemukanlah teknologi membuat spon dari bahan karet alam. payday loans las vegas Tingginya harga karet alam, dan banyaknya permintaan, membuat pabrik beralih ke bahan baku sintetis polimer polyurethan, yang berasal dari minyak bumi. Isu kesehatan, pelestarian lingkungan, dan kembali ke produk alami, membuat serat-serat sintetis polimer ditinggalkan, dan serat alam naik daun. Bahan instant payday network serat alam antara lain sabut kelapa, yang harus melalui pengolahan terlebih dahulu, dan serat direct lender payday loans blustru. Secara alami bentuk serat blustru paling mendekati bentuk dan sifat spon dari hewan laut. Spon blustru bisa dipotong-potong dan dibentuk sesuai dengan keperluan. Itulah yang membuat spon blustru menjadi cukup populer di negara maju. Mengenakan asesoris seperti sandal, tas, dan topi berbahan serat blustru kemudian menjadi trendy. Terlebih ketika para selebritis papan atas dunia mengenakan bahan-bahan ini ketika mereka tampil di depan media massa.
Trend di tingkat dunia ini, belum sampai ke Indonesia. Seperti biasa, apabila ada batu dijatuhkan ke tengah kolam, riak gelombangnya baru akan sampai ke tepian baru beberapa saat kemudian. Meskipun sarana komunikasi dan informasi sudah online, tetap saja yang terjadi di AS, Jepang dan Uni Eropa, baru akan sampai ke Indonesia beberapa saat kemudian. Demikian pula dengan trend penggunaan spon blustru untuk aneka keperluan. Di Indonesia, masyarakat lebih mengenal oyong sebagai bahan sayuran, dibanding blustru sebagai penghasil spon. Hanya sekelompok kecil http://onlinepaydayloansusca.com/ masyarakat yang mengenal blustru, membudidayakannya, dan menggunakan seratnya baru sebatas untuk mandi dan cuci piring. Andaikan ada industri kerajinan yang tertarik untuk berinovasi menggunakan bahan serat blustru, apply now paydayadvanceusca.com juga akan kesulitan untuk mendapatkan pasokan bahan baku.
# # #
Blustru termasuk tumbuhan bandel. Bijinya bisa dorman dalam jangka waktu lama. Apabila sengaja ditanam, blustru justru akan merana, dan juga mudah terserang hama kepik penggerek daun. Akan tetapi biji blustru seringkali tumbuh dengan sendirinya, dan tahu-tahu sudah merambat ke pohon-pohon besar. Meski mampu menjalar ke mana-mana, tanaman blustru tidak akan menutup rapat tajuk pohon yang dijadikan tempat panjatan. Beda dengan labu parang, atau markisa yang akan menutup rapat tajuk tanaman yang ditumpanginya. Blustru merupakan tanaman semusim, yang tumbuh pada awal musim penghujan, http://paydayloansnearmeus.com/ dan mati pada musim kemarau. Akan tetapi, apabila tumbuh di tempat basah, umur tanaman blustru bisa lebih online payday loans panjang hingga mencapai dua tahun, dengan produktivitas tinggi.
Masyarakat pedesaan tidak pernah (belum biasa) payday loans membudidayakan blustru, sebagaimana mereka membudidayakan oyong. Biasanya tanaman blustru tumbuh merambat di pohon besar, tanpa perawatan sama sekali. Satu tanaman blustru payday bisa menghasilkan sampai puluhan buah. Buah blustru juga bisa menjadi sasaran lalat buah, apabila di sekitar lokasi tersebut tidak ada buah lain. Pertumbuhan buah blustru sangat cepat. Tak sampai sebulan, pentil buah sudah menjadi buah tua dan mengering. Untuk mendapatkan serat blustru berkualitas baik, buah dipanen saat sudah tua, tetapi belum kering benar, kemudian dikupas dan dijemur sampai kering. Blustru yang dibiarkan mengering di pohon, akan potensial terserang cendawan jelaga, atau hama lain, hingga seratnya rusak. Serat blustru kualitas baik harus tanpa cacat, dengan warna kecokelatan, dan sudah terbebas dari biji. # # #
Artikel pernah dimuat di Majalah Flona
