• SALAK MERAH

    by  • 22/09/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya seorang petani salak pondoh dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ketika diajak suami ke Medan, saya membeli salak yang daging buahnya kemerahan, bahkan ada yang benar-benar merah. Apakah salak ini bisa dikembangkan di Jawa? (Yati, Sleman).

    Sdri. Yati, yang Anda beli itu salak padang sidempuan, salak sidempuan, atau salak sumatera. Salak yang ada di Indonesia, dikelompokkan menjadi tiga varietas. Salak jawa termasuk salak pondoh, dikelompokkan dalam spesies Salacca zalacca varietas zalacca. Salak bali masuk kelompok Salacca zalacca varietas amboinensis. Sedangkan salak sidempuan merupakan spesies Salacca zalacca varietas sumatrana. Tiga varietas salak ini memiliki ciri khas yang berlainan. Salak bali berdaging buah kering, dengan biji kecil berada dalam rongga daging buah, yang berwarna agak kekuningan.

    salak-merah-a

    Salak jawa, berdaging buah “masir” setelah benar-benar masak. Daging buah salak jawa tidak sekering salak bali, tetapi juga tidak sebasah salak sumatera, dengan warna putih. Salak sumatera paling unik, karena daging buahnya berwarna kemerahan, bahkan ada yang benar-benar merah. Daging buah salak sumatera berair banyak. Salak bali berumah satu (bunga jantan dan betina berada dalam satu pohon), dan mampu menyerbuk sendiri. Salak jawa dan salak sumatera berumah dua, dan memerlukan penyerbukan oleh manusia, agar hasil buahnya optimum.

    Salak jawa sudah terseleksi hingga diketemukan klon unggul salak pondoh. Salak bali juga sudah terseleksi, hingga diketemukan salak gula pasir. Salak sumatera belum terseleksi dengan baik, hingga belum ada klon unggulan. Padahal pasti ada jenis salak sumatera yang daging buahnya benar-benar merah, rasanya manis, dan tak ada rasa sepetnya. Kalau klon ini sudah diketemukan, tinggal memperbanyaknya dengan cara pencangkokan (pemeliharaan anakan), seperti halnya pada salak pondoh.  Salak gula pasir yang tidak menghasilkan banyak anakan, bisa diperbanyak melalui biji tanpa ada perubahan kualitas buah.

    Pakar salak nasional Greg Hambali, pernah menyilangkan salak sumatera dengan salak gula pasir. Hasilnya diberi nama salak mawar. Hasil silangan Greg Hambali ini masih belum diperbanyak dan disebarkan ke masyarakat. Benih salak mawar, bisa diperoleh secara terbatas di Taman Buah Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan penyilangan salak antara lain, bisa diperoleh salak dengan tingkat kemanisan salak pondoh atau salak gula pasir, namun dengan air buah yang banyak, dengan warna daging buah yang kemerahan. Salak mawar masih belum mencapai tahap ideal tersebut.

    Sdri. Yati, salak sumatera bisa dibudidayakan di Jawa, lebih khusus lagi di Kabupaten  Sleman DIY, dan akan berbuah seperti di habitat aslinya. Namun apabila Anda menanamnya dari biji, hasilnya akan sangat beragam. Akan ada tanaman dengan daging buah putih, putih semburat merah, dan yang benar-benar merah. Salah satu kelemahan salak sumatera, sama dengan salak jawa sebelum tahun 1990an, yakni buahnya banyak yang sepet. Kecuali Anda menanamnya dalam jumlah banyak, kemudian menyeleksi yang kualitasnya benar-benar baik. # # #

    Artikel pernah dimuat di Rubrik Konsulagro Mingguan Kontan

     

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *