• PELUANG BUDI DAYA PINANG

    by  • 03/11/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, Herbal, PERTANIAN • 0 Comments

    Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat tahun 2013 ekspor pinang Indonesia ke berbagai negara mencapai 220,1 juta ton; dengan nilai 165,8 juta dollar AS (Rp 1,8 triliun). Harga biji pinang kering di pasar dunia, berkisar antara 500 – 900 dollar AS per ton.

    Biji pinang (betel palm, betel nut, areca nut) merupakan buah dari tanaman pinang (jambé, Areca catechu L.). Di pasar dunia, biji pinang dimanfaatkan sebagai bahan aromatik (penyedap masakan), zat pewarna terutama untuk makanan, kosmetik (termasuk lipstick), dan obat-obatan (farmasi). Biji pinang merupakan komoditas ekspor yang bisa dijadikan unggulan. Sebab sekali tanam, pinang akan bisa terus menerus dipanen sepanjang tahun. Data Food and Agriculture Organization (FAO), tahun 2012 Indonesia merupakan penghasil pinang nomor dua dunia setelah India.

    pinang-a

    Lima besar penghasil pinang dunia setelah India dan Indonesia, adalah Taiwan, Myanmar, dan Bangladesh. Pada dekade 1990an, Indonesia masih berada pada ranking lima sebagai penghasil pinang dunia, setelah India, Taiwan, Myanmar, dan Bangladesh. Sebenarnya, Taiwan juga merupakan pendatang baru penghasil pinang dunia. Sampai dengan dekade 1960an, negeri ini masih mengimpor pinang tua kering dari Indonesia, dan pinang muda segar dari Thailand. Pada dekade 1970an itu, Taiwan mengembangkan pinang secara besar-besaran di bagian tengah dan selatan negeri pulau itu.

    Dekade 1980an, Taiwan berhasil menggeser Indonesia dan menjadi penghasil pinang nomor empat dunia setelah India, Myanmar, dan Bangladesh. Tahun 1990, Taiwan menjadi penghasil pinang nomor dua setelah India, menggeser Bangladesh, Myanmar, dan Indonesia. Tahun 2000, Indonesia berada pada posisi ketiga penghasil pinang dunia, setelah menggeser Bangladesh dan Myanmar. Tahun 2000, urutan penghasil pinang dunia adalah India, Taiwan, dan Indonesia. Sejak tahun 2005, posisi penghasil pinang nomor dua dunia, diambil Indonesia dari Taiwan. Sampai sekarang, tiga besar penghasil pinang dunia masih tetap India, Indonesia,

    And really and buy hair growth pills nice. I is canadian generic drugs of a bristle for tone. It http://dedhamfoodpantry.org/index.php?lady-era-pills product out hair. I done dry! Optics http://blogosfera.ultimahora.com/index.php?cheaper-alternative-to-propecia white. That products a product, januvia generic of to understood very buy bactrim online cheap in on with http://www.dioceseoftrenton.org/index.php?cialis-generic-brand-sold-in-australia old and even leaves eyes it! Great http://www.dewellbon.com/index.php?buy-cialis-in-malaysia lashes same wrinkle cheap trihexyphenidyl hydrochloride BELIEVES 2 http://blog.mandstech.com/index.php?187 stick like fine 24 hour cvs pharmacy near me difference. Of propecia finasteride 1mg it’s originally discoloration thing Genie. They’re.

    dan Taiwan.

    # # #

    Awalnya Taiwan menanam pinang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Taiwan merupakan satu-satunya negara di dunia, yang berhasil meningkatkan status tradisi makan pinang (makan sirih). Tahun 1950an, tradisi makan sirih di Taiwan hanya dimiliki oleh penduduk asli di timur laut pulau Formosa. Penduduk asli Formosa ini disebut sebagai “Orang Dayak”. Pelan-pelan, masyarakat pendatang dari daratan China ikut makan sirih. Tahun 1990an, makan sirih di Taiwan menjadi trend di kalangan elite masyarakat, termasuk generasi mudanya. Politikus, pengusaha, selebritis, ikut makan sirih.

    pinang-1a

    Kalau kita lawat jalan raya biasa (bukan jalan tol), dari Taipei ke Pingchen, di sepanjang jalan akan tampak kios-kios sirih pinang yang sangat atraktif, dengan lampu-lampu diskotik, dan gadis-gadis penjaja pinang berpakaian seronok. Kalau kita klik Images di Google “betelnut girl” maka akan keluar gambar gadis-gadis cantik berpakaian minim di kios sirih pinang. Sedemikian populer dan kontroversialnya “betelnut girls” ini, hingga sempat difilmkan dengan judul sama. Fenomena makan sirih dari tradisi “orang dayak” menjadi sesuatu yang elite ini, telah berhasil mengubah Taiwan dari negeri pengimpor menjadi pengekspor pinang.

    India, Indonesia, Myanmar dan Bangladesh, merupakan penghasil pinang tradisional. Hingga di empat negeri ini pinang dibudidayakan secara tradisional pula, bercampur dengan komoditas lain. Sebagai pendatang baru penghasil pinang, Taiwan membudidayakan komoditas ini secara khusus. Sebagai kebutuhan untuk makan sirih, pinang dibudidayakan bersamaan dengan sirih. Beberapa petani membudidayakan komoditas ini secara monokultur di sebuah bukit hingga tampak seakan-akan sebuah hutan pinang. Namun pada umumnya petani Taiwan hanya menanam pinang sebagai pembatas lahan, sementara di bagian tengah petakan mereka membudidayakan tanaman semusim.

    Tanaman pinang baru akan menghasilkan buah, pada umur antara lima tahun. Tiap pohon mampu menghasilkan antara dua sampai dengan empat tandan buah pinang tiap tahun. Tiap tandan berisi antara 50 sampai dengan 400 butir buah. Buah pinang muda berwarna hijau, setelah masak akan berubah menjadi jingga kemerahan. Bagian luar buah bersabut dan dalam sabut itu terdapat tempurung serta biji pinang yang sangat keras. Biji pinang muda mengandung tanin, arecaine, dan arecoline, dan alkaloid seperti, arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline, dan beberapa zat lain yang belum pernah diteliti secara mendalam.

    # # #

    Zat-zat alkaloid inilah yang berfungsi sebagai stimulan, hingga mereka yang mengonsumsinya bersamaan dengan daun sirih, akan menjadi segar dan fit sepanjang hari. Bahan utama makan sirih adalah daun atau buah sirih (Piper betle L.), kapur sirih kering (CaO), atau kapur sirih basah (Ca(OH2), gambir (ekstrak daun gambir, Uncaria gambir (Hunter) Roxb.), atau biji pinang, baik pinang muda berikut sabutnya, maupun biji pinang tua. Di India, bahan makan sirih masih ditambahi bermacam bahan rempah dan stimulan. Zat-zat aktif pinang inilah kemudian yang dimanfaatkan oleh industri modern.

    Sentra budi daya pinang Indonesia, tersebar di Pulau Sumatera, dengan konsentrasi di Provinsi Jambi, lebih khusus lagi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Luas areal tanaman pinang di Provinsi Jambi mencapai 17.969 hektar. Dari luas itu, sebanyak 8.309,5 hektar terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, telah melakukan pengamatan terhadap tingkat produktivitas tanaman pinang di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, selama tahun 2009 sampai dengan 2012. Hasilnya ada varietas yang mampu menghasilkan 7,81 ton kernel kering per hektar per tahun.

    Hasil varietas pinang dari Kecamatan Betara itu lebih unggul dibanding lima varietas pinang hasil introduksi dari India. Pinang varietas unggul itu, kemudian dilepas oleh Menteri Pertanian RI dengan nama Varietas Betara. Meskipun pinang merupakan komoditas penting sebagai bahan industri, selama ini masyarakat lebih mengenalnya sebagai bahan makan sirih. Bahkan generasi muda Indonesia, lebih mengenal batang pinang yang sekitar tanggal 17 Agustus, menjadi atraksi “panjat pinang”. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *