• GULMA SEBAGAI SAYURAN

    by  • 10/11/2014 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Di negeri kita, krokot lebih dikenal sebagai pakan jangkrik. Padahal di Amerika Serikat (AS), krokot yang juga dikenal sebagai gulma (tumbuhan pengganggu) pertanian, sampai saat ini populer dikonsumsi oleh masyarakat sebagai “sayuran sehat”.

    Yang sungguh tergila-gila pada krokot justru masyarakat Eropa Selatan (Spanyol, Portugis, Perancis selatan, Italia, Yunani, Turki, Albania).  Di negara-negara tersebut, krokot benar-benar menjadi santapan “elite”. Padahal di sini pun krokot juga tumbuh liar sebagai gulma pertanian. Di kawasan Eropa Selatan itu, Yunani merupakan negara yang paling doyan krokot. Hingga gulma ini sering tampak ditanam dalam pot, atau di sepetak kecil lahan di halaman rumah penduduk di perkotaan. Di Yunani krokot yang mereka sebut andrakla atau glystrida dimasak setengah matang dengan keju, tomat, bawang bombai, bawang putih, daun oregano, dan minyak zaitun. Krokot setengah matang ini bisa mereka konsumsi segar, bisa pula bersama daging ayam.

    gulma-krokot-a

    Pelayanan Makanan dan Nutrisi Kementerian Pertanian AS (USDA Food and Nutrition Service), dalam tiap 100 g krokot (batang + daun), terkandung: air 92,86 gram; energi 84 kJ (20 kcal); karbohidrat 3,39 gram; lemak 0,36 gram; protein 2,03 gram; vitamin A 1320 IU; thiamine (vit. B1) 0,047 mg (4%); riboflavin (vit. B2) 0,112 mg (9%); niacin (vit. B3) 0,48 mg (3%); vitamin B6 0,073 mg (6%); folate (vit. B9) 12 μg (3%); vitamin C 21 mg (25%); vitamin E 12,2 mg (81%); kalsium 65 mg (7%); zat besi 1,99 mg (15%); magnesium 68 mg (19%); mangan 0,303 mg (14%); fosfor 44 mg (6%); potassium 494 mg (11%); seng 0,17 mg (2%). Dari data tersebut tampak bahwa krokot benar-benar kaya nutrisi berupa vitamin dan mineral.

    # # #

    Krokot yang juga disebut resereyan, gelang biasa (common purslane, verdolaga, pigweed, little hogweed, pursley, moss rose, Portulaca oleracea), merupakan gulma semusim, yang sangat bandel. Di celah-celah lahan yang sudah disemen di DKI Jakarta, krokot masih bisa tumbuh. Gulma ini memiliki rentang habitat dari elevasi 0 m. dpl sampai 1.500 m. dpl. Masyarakat pedesaan di Indonesia pun, sebenarnya tahu bahwa krokot bisa dikonsumsi sebagai sayuran. Sampai dengan tahun 1980an, di kota-kota kecil masih bisa dijumpai ibu-ibu penjual nasi pecel, dengan sayuran krokot dan gulma pertanian lain. Tahun 1990an penjual pecel krokot sudah semakin langka, dan sekarang mungkin sudah punah. Masyarakat Indonesia cenderung menganggap krokot dan gulma pertanian lain sebagai “sayuran yang tak bermartabat”.

    sayuran-gulma-1a

    Selain dikonsumsi sebagai pecel, krokot juga bisa diurap. Di AS, dan Meksiko, selain untuk salad, krokot juga dibuat sup. Kalau di AS, dan Eropa Selatan krokot dikonsumsi secara tunggal, di Indonesia sayuran ini dikonsumsi bersama dengan gulma lain. Yang paling populer menemani krokot, gulma sintrong, yang juga disebut bagini, jambrong, jombloh, mandrung-mandrung, puyung,  taplek (ebolo, thickhead, redflower ragleaf, fireweed, Crassocephalum crepidioides). Beda dengan krokot yang berdaun kecil dan tumbuh menempel di tanah, sintrong tumbuh tegak dan berdaun lebar. Selain sintrong, tempuh wiyang juga populer menemani krokot. Gulma ini juga sering disebut tempuh wiyung, jonge, jombang, kemondelan, dalgiu, centongan, tespog, serubung gelang, minyawon, ketiu, jawi rawa, sarap, sundilan, kaho mahiri, gafu saru, delo-delo, linrapa,  halmah (lilac tasselflower, cupid’s shaving brush, Emilia sonchifolia).

    Sosok gulma tempuh wiyang mirip dengan tanaman tempuyung, tetapi berukuran lebih kecil. Dua tanaman ini berbentuk mirip, karena masih satu keluarga aster-asteran (Asteraceae). Pegagan, juga termasuk gulma yang enak disayur, dan dicampurkan ke krokot. Gulma ini juga disebut gagan-gagan, daun kaki kuda, antanan, peugaga, jalukap, ampagaga, rendeng, cowek-cowekan, pane gowang, piduh, sandanan, semanggen, daun tungke, pigago, pagaga (broken copper coin, buabok, paardevoet, gotu kola, ji xue cao, Centella asiatica). Sama dengan krokot, gulma-gulma ini juga tumbuh mulai dari dataran rendah sampai tinggi. Ada gulma yang juga populer menemani krokot, dan hanya tumbuh di dataran tinggi, yakni loseh, balakaciut, joletos, jukut loseh, jangkung (Galinsoga parviflora). Loseh merupakan gulma dataran tinggi, karena berasal dari Peru, Amerika Selatan.

    # # #

    Yang disebut di atas, semua merupakan gulma darat. Gulma air pun ada yang sangat populer sebagai sayuran, yakni genjer (Limnocharis flava). Beda dengan gulma-gulma lain yang terlupakan, genjer satu-satunya gulma pertanian yang tetap populer sebagai sayuran. Di pasar-pasar tradisional di Jakarta, genjer masih bisa dengan mudah dijumpai. Meskipun ada pergeseran pola konsumsi. Sampai dengan tahun 1980an, di pasar-pasar Jakarta masih dijual “bunga genjer”. Sebab masyarakat Betawi biasa mengonsumsi bunga genjer, bukan daunnya. Beda dengan masyarakat Jawa yang biasa mengonsumsi daunnya. Sekarang sudah sulit untuk mencari bunga genjer di pasar DKI. Akibat dominasi etnisitas Jawa, yang dijual di pasar DKI sekarang juga daun genjer. Bahkan sekarang ada trend baru, yakni “beby genjer”, yang dipanen dengan cara dicabut ketika tanaman masih kecil.

    sayuran-gulma-a

    Sebenarnya gulma air yang bisa dikonsumsi tidak hanya genjer. Wewean (eceng, Monochoria vaginalis), juga biasa dikonsumsi sebagai sayuran seperti halnya genjer. Wewean (eceng) ini bukan eceng gondok yang mengapung di air, melainkan tumbuh di lumpur sawah, sama dengan genjer. Ada dua forma wewean, dan yang enak hanya forma yang kecil, dan tumbuh merumpun membentuk koloni. Sementara forma yang besar dan tumbuh soliter meninggi tidak enak disayur karena menimbulkan rasa gatal akibat kandungan asam oksalat (H2C2O4) yang tinggi. Tersisihnya wewean sebagai sayuran, antara lain juga akibat petani sulit membedakan dua forma gulma ini. Selain itu, memasak wewean (dioseng), dianggap tidak bermartabat bagi masyarakat pedesaan. Sekarang, hampir tak ada petani yang mengambil gulma  wewean di sawah, untuk disayur.

    Gulma darat maupun air di atas, merupakan terna (tumbuhan berbatang lunak). Semanggi (Marsilea drummondii) merupakan salah satu sayuran gulma yang bukan berupa terna melainkan paku-pakuan. Daun semanggi dikonsumsi sebagai “pecel semanggi” bersama dengan daging siput air (keong sawah), dan sumpil (lontong berbentuk segitiga dibungkus daun bambu). Cara memasak semanggi juga bukan dengan direbus, melainkan disangrai di wajan gerabah. Memasak semua sayuran gulma, baik merebus maupun membuat oseng-oseng (tumis), harus sangat singkat. Sayuran yang sudah dicuci bersih, ditiriskan, kemudian dimasukkan ke dalam air mendidih hanya selama satu sampai dua menit. Memasak oseng pun sama. Semua bumbu ditumis, kemudian genjer atau wewean dimasukkan, diaduk-aduk sampai semua bumbu tercampur rata lalu segera diangkat. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *