BISNIS KAYU YANG TAK PERNAH MATI
by indrihr • 23/02/2015 • Perkebunan • 0 Comments
Pohon jati dibudidayakan secara khusus hanya untuk dipanen kayunya. Kelas kekuatan, kekerasan, dan keawetan kayu jati tergolong paling tinggi, dibanding kayu lain. Keunggulan ini masih ditambah dengan sifatnya yang mudah diolah (dikerjakan).
Di bawah tegakan jati http://pharmacyonline-incanada.com/ memang bisa dibudidayakan beberapa komoditas. Misalnya empon-empon (jahe, kunyit, temulawak, lempuyang, dan lain-lain), atau iles-iles (porang, Amorphophallus muelleri), sebagai penghasil glukomanan. Nilai komoditas yang dibudidayakan di bawah tegakan hutan jati, tidak akan setinggi nilai kayu jati itu sendiri. Lain halnya dengan kenanga, pinus, kayumanis dan bambu. Kenanga pohon (bukan kenanga perdu), merupakan penghasil cananga oil, yang didestilasi dari bunganya. Pada umur antara enam sampai delapan tahun, kenanga mulai menghasilkan bunga. Pada umur 20 tahun, batang kenanga mulai bisa ditebang.
Kayu kenanga merupakan hasil sampingan dari bisnis cananga oil. Nilai kayu kenanga masih cukup tinggi, karena secara spesifik diperlukan sebagai bahan peredam suara. Demikian pula dengan kayu pinus yang dibudidayakan oleh Perum Perhutani. Pinus ditanam untuk disadap getahnya (resinnya), yang akan diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Setelah produktivitas getah menurun, pohon ditebang untuk diambil kayunya. Demikian juga dengan karet sebagai penghasil lateks, pohon damar dan kemenyan sebagai penghasil resin, serta kayu manis untuk dipanen kulitnya.
Lima komoditas ini dibudidayakan dengan hasil utama bunga, resin, lateks, dan kulit batang, serta kayu sebagai hasil sampingan. Di RRC, Taiwan, Jepang, dan Korea, bambu dibudidayakan di lahan berpengairan teknis, untuk dipanen rebungnya. Tiap hari harus ada rebung yang dipanen. Biasanya dalam satu rumpun bambu, canadian pharmacy ambien hanya dipelihara paling banyak lima batang bambu dewasa. Apabila individu tertua dalam rumpun itu akan ditebang, sebelumnya satu rebung harus dipelihara hingga menjadi pohon bambu dewasa. Hingga populasi bambu dalam rumpun itu tetap terjaga sebanyak lima batang.
# # #
Bambu merupakan salah satu kayu dengan nilai ekonomis tinggi. Tetapi, kayu bambu di RRC, Taiwan, Jepang dan Korea, sebenarnya merupakan produk sampingan dari komoditas rebung. Kayu merupakan bahan meubel, bangunan, industri kayu lapis, harboard, sofboard, MDF (midle dencity fibre), pallet, kotak generic viagra online kemasan, pulp (bubur kertas), rayon, arang, cuka kayu, sumpit, tangkai korek api, dan barang kerajinan. Larangan impor kayu hutan, dari negara-negara maju (ekolabeling), telah menghentikan eksplorasi. Budi daya tanaman penghasil kayu menjadi sangat strategis dan ekonomis.
Strategis, karena budi daya kayu mampu menghentikan, minimal mengurangi pembabatan hutan, yang berdampak ke perusakan lingkungan. Ekonomis, karena keuntungan dari agroindustri budi daya kayu, masih tetap tinggi, dengan pasar yang sangat luas. Selain jati, komoditas yang dibudidayakan hanya untuk dipanen kayunya antara lain sengon (jeungjing), mahoni, akasia mangium, sana keling, gamelina, balsa, dan jabon. Belakangan ini budi daya pohon jabon demikian diblow up oleh para padagang benih, dan penyelenggara agroforestri bagi hasil, hingga terjadi euforia semu.
Disebut euforia semu, karena sebenarnya keuntungan dari jabon tidak seperti yang dipromosikan. Terlebih apabila jabon disebut sebagai akronom dari “jati bongsor”. Ini sudah merupakan tindak pidana penipuan, sebab jabon (Neolamarckia cadamba) jelas beda spesies dengan jati (Tectona grandis). Kualitas dan harga kayu jabon juga hanya setara dengan kayu sengon. Perum Perhutani sudah sejak tahun 1950an memasukkan pohon jabon sebagai salah satu tanaman reboisasi. Bagi Perhutani, jabon bukan merupakan tumbuhan dengan nilai keunggulan tinggi, atau spesifik.
Lamtoro (petai cina, Leucaena leucocephala); kaliandra (Calliandra calothyrsus); dan gamal (Gliricidia maculata), merupakan penghasil kayu, sekaligus tanaman peneduh di perkebunan. Selain reviews of canadian online pharmacy sebagai penghasil kayu, dan peneduh, tiga jenis tanaman ini juga bisa menyuburkan lahan. Sebagai tanaman famili Fabaceae, lamtoro, gamal, dan kaliandra mampu menangkap nitrogen (N), dari udara, dan dengan bantuan Mikoriza, nitrogen itu akan disimpan pada bintil akar di dalam tanah. Tiga jenis tanaman peneduh ini memang hanya menghasilkan kayu bakar dan arang.
# # #
Belakangan kayu yang bernilai ekonomis bukan hanya kayu keras, kuat, awet dan mudah dikerjakan. Kayu lunak seperti kapuk randu (Ceiba pentandra), dan pulai (Alstonia scholaris); juga disenangi konsumen. Warna putih, tekstur yang halus, dan bobot yang ringan, menyebabkan kayu ini juga dicari-cari konsumen. Agar kayu lunak ini bisa memiliki kekuatan, maka kayu ini dibuat jadi potongan 3 x 5 x 60 cm, kemudian ditata saling silang, diberi lem dan dipadatkan dengan proses pengepresan. Hingga terciptalah partisi yang ringan, putih, halus dan sekaligus kuat. Kayu kapuk dan pulai, merupakan substitusi dari gamelina, albisia dan balsa.
Kayu bakau dan api-api belakangan juga menjadi sangat langka karena banyak ditebang dari kawasan mangrove. Bakau dan api-api tergolong kayu keras, kuat, dan juga awet. Namun kayu ini sulit dikerjakan (liat). Kayu yang juga berkarakter demikian antara lain rambutan, lengkeng, sawo durian, akasia gunung. Kayu yang keras, kuat, dan awet, tetapi sulit dikerjakan, paling banyak dimanfaatkan untuk bahan arang. Bakau, akasia gunung, dan rambutan adalah kayu penghasil arang kualitas terbaik. Arang kayu kualitas terbaik, bukan hanya digunakan bahan bakar, melainkan juga untuk karbon aktif.
Kayu lengkeng tua yang keras, kuat, awet, tetapi sulit dikerjakan; sekarang laris manis sebagai bahan meja “country”, yang hanya berupa balok dibelah tebal, dan diberi kaki. Bangkunya juga berupa belahan serta potongan kayu tebal. Setelah ketentuan ekolabeling diterapkan dalam perdagangan kayu, harga komoditas ini cenderung terus naik. Kebutuhan pulp dan rayon, juga terus meningkat. Harga kayu kualitas tinggi seperti jati, ulin dan eben, menjadi lebih tinggi dibanding besi, aluminium, dan beton. Ini merupakan hukum pasar. Kalau permintaan tinggi, pasokan rendah, harga akan naik. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan


