POTENSI AGROINDUSTRI KAYU MANIS
by indrihr • 30/03/2015 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments
Indonesia merupakan penghasil kayu manis (cinnamon, cannela) nomor satu dunia. Lima negara penghasil kayu manis terbesar dunia adalah Indonesia 90.500 (ton), Tiongkok 69.000, Vietnam 22.000, Srilanka 16.090, dan Madagaskar 2.400.
Sentra kayu manis utama Indonesia, ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Di kabupaten ini gunung berapi tertinggi di Indonesia (3.805 m), dan Danau Kerinci di dekat kota Sungai Penuh (Sei Penuh), ibukota Kabupaten Kerinci. Sebenarnya tanaman kayu manis tersebar di seluruh Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Di Sumatera, tanaman kayu manis tumbuh di sepanjang pegunungan Bukit Barisan. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu sampai ke Lampung. Di Kalimantan Selatan, penghasil kayu manis yang terkenal adalah Kabupaten Barabai dan Kabupaten Kandangan, di sepanjang punggung pegunungan Meratus. Sementara di Jawa, penghasil kayu manis yang terkenal antara lain Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo.
Tetapi sentra kayu manis terbesar dan terbaik di Indonesia memang hanya di Kabupaten Kerinci. Total luas areal penanaman kayu manis di Kabupaten Kerinci mencapai sekitar 30.000 hektar. Sementara di seluruh Provinsi Sumatera Barat hanya sekitar 7.000 hektar. Demikian terkenalnya Kabupaten Kerinci sebagai penghasil kayu manis, sampai-sampai nama Kerinci menjadi nama produk kayu manis Indonesia. Sampai sekarang produk kayu manis Indonesia tetap masih disebut Indonesia Korintje Cinnamon. Kualitas kayu manis Indonesia, memang lebih baik dibanding kayu manis dari Tiongkok, Vietnam, Srilanka, dan Madagaskar. Sebenarnya, kayu manis Indonesia disebut sebagai “false cinnamon”, untuk membedakannya dengan “true cinnamon” dari Srilanka, dan Madagaskar.
# # #
Menurut The Plant List, genus Cinnamomum, terdiri dari 342 spesies. Salah satunya Cinnamomum burmanii, kayu manis kita. Kayu manis china dari Tiongkok dan Vietnam (Cinnamomum cassia), bersama-sama dengan kayu manis Indonesia, disebut false cinnamon. Yang disebut true cinnamon, adalah kayu manis srilanka (Cinnamomum verum), yang tumbuh di Srilanka, dan kemudian diintroduksi ke Madagaskar. Kayu manis indonesia, merupakan tumbuhan dataran tinggi (800 – 1.600 m. dpl). Kayu manis china merupakan tumbuhan dengan habitat peralihan dari iklim tropis ke iklim sub tropis. Kayu manis srilanka merupakan tumbuhan dataran rendah, berudara panas. Kayu manis indonesia, sebenarnya juga tetap bisa hidup di dataran rendah, tetapi pertumbuhannya tidak akan optimum.
Kayu manis merupakan pohon, yang dikembangbiakkan secara generatif melalui biji. Buah kayu manis berada dalam malai, berbentuk lonjong berukuran sedikit lebih kecil dari melinjo. Warna buah hijau saat muda, berubah menjadi hitam keunguan setelah masak. Buah mengandung biji cukup keras. Secara alamiah, penyebaran kayu manis dilakukan burung pemakan buah. Dalam budi daya modern, biji dipanen, dihilangkan pulp (kulit dan daging buah yang menyatu), dengan cara digilas, dengan dialiri air. Biji dicuci bersih sebelum disemai. Penyemaian dengan media pasir campur tanah dan kompos. Biji kayu manis tidak bisa disimpan lama, hingga setelah dihilangkan pulpnya dan dicuci, harus segera disemai. Semai yang telah bertunas dan berakar, bisa dipindah ke dalam polybag kecil.
Selama ini kayu manis tak pernah dibudidayakan secara monokultur, melainkan di tepi petakan lahan. Sementara di tengah petakan diberi tanaman semusim, terutama sayuran dan palawija. Komoditas kayu manis, berupa kulit batang dan cabang, yang dikerok bagian luarnya, dikelupas dan dikeringkan. Di ketinggian 800 – 1600 m. dpl, kayu manis bisa tumbuh dengan cepat, hingga pada umur lima tahun sudah bisa dipanen. Namun pada umur tersebut, volume kulit kayu manis masih kecil. Maka idealnya, kayu manis dipanen pada umur di atas 10 tahun. Kayu manis dipanen dengan menebang batang pohon setinggi 30 cm. dari permukaan tanah. Maksudnya, agar dari tunggul bekas tebangan itu bisa tumbuh tunas yang akan menjadi individu tanaman baru. Tanaman dari tunas tunggul, akan bisa tumbuh lebih cepat dibanding tanaman baru dari semaian.
# # #
Kayu manis merupakan komoditas rempah, yang sudah diperdagangkan paling tidak sejak tahun 2000 SM. Produk kayu manis telah dikenal oleh masyarakat Babyllonia, Mesir, Assyria, Yunani dan Romawi. Kulit kayu manis adalah bahan rempah-rempah, minuman, obat-obatan, kosmetik dan parfum. Rempah utama sebagai bahan pengawet mumi para Fira’un di Mesir Kuno, adalah cengkih dan kayu manis. Minyak cinnamon dalam kulit kayu manis yang terdiri dari eugenol dan cinnaldehide, memiliki daya bunuh terhadap mikroorganisme. Dalam ujicoba di sebuah lab, minyak cinnamon mampu membunuh rickettsia (mikroorganisme berbentuk bakteri tetapi bersifat seperti virus, penyebab penyakit tipus) dalam waktu 12 menit. Minyak cengkeh yang juga mengandung eugenol, baru bisa membunuh rickettsia setelah 25 menit.
Aroma cinnamon digunakan antara lain dalam masakan gulai kambing, agar-agar dan lapis legit. Selain itu cinnamon juga dimanfaatkan dalam industri pasta gigi, minuman keras, krim kulit dan juga parfum. Kayu manis diperdagangkan dalam bentuk kulit kering utuh, patahan, serbuk, minyak asiri (hasil destilasi kulit kayu manis), dan oleresin. Meskipun relatif luas dibudidayakan, kayu manis kurang dikenal oleh masyarakat. Tahun 2013, areal tanaman kayu manis di Indonesia 101.000 hektar, dengan hasil 90.500 ton kulit kayu manis kering. Menurut data FAO, ekspor kayu manis Indonesia tahun 2011 senilai 60.798 dollar AS. Meskipun Indonesia penghasil kayu manis terbesar, tapi nilai ekspor kita kalah dari Tiongkok dan Srilanka. Ekspor kayu manis Tiongkok pada tahun 2011 senilai 67.931 dollar AS, dan Srilanka 121.219 dollar AS.
Sebenarnya Indonesia juga berpotensi membudidayakan kayu manis srilanka. Di dataran rendah, termasuk di Jakarta dan sekitarnya, banyak dijumpai tanaman kayu manis srilanka. Kayu manis indonesia, ditandai dengan pucuk daunnya berwarna merah. Pucuk kayu manis srilanka hijau. Daun kayu manis indonesia memanjang, daun kayu manis srilanka cenderung membulat dengan tulang daun yang sangat nyata. Dari 342 spesies Cinnamon, Indonesia punya beberapa spesies komersial. Selain kayu manis, kita juga punya kayu sintok (Cinnamomum sintoc), dan kayu lawang (Cinnamomum culitlawan). Di Jawa, sebenarnya juga ada kayu manis jawa (Cinnamomum javanicum), namun jenis kayu manis ini sama sekali tak punya nilai komersial. Hingga di Pulau Jawa juga dibudidayakan kayu manis indonesia, dan srilanka. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan


