AYAM KAMPUNG SUPER
by indrihr • 29/04/2015 • PETERNAKAN • 0 Comments
Saya ingin membudidayakan ayam kampung super, yang kata teman-teman keuntungannya menjanjikan. Yang ingin saya tanyakan, bagaimanakah prospek ayam jenis ini, dan apa sajakah kendalanya? (Intan, Cirebon).
Sdri. Intan, sukses tidaknya sebuah bisnis, bukan ditentukan oleh hebatnya komoditas, melainkan oleh banyak faktor lain. Embel-embel “super” yang ditempelkan ke ayam kampung, sebenarnya hanyalah sarana promosi, agar Anda bersedia membeli benih dengan harga tinggi dari peternak tersebut. Padahal ketika sudah membeli benih ayam super, dan memulai usaha, kendala yang akan Anda hadapi tetap sama. Faktor pakan, penyakit, keamanan, bahkan juga produktivitas, tetap sama antara ayam kampung biasa dengan ayam super.
Dalam dunia peternakan, terlebih peternakan unggas, pakan menjadi faktor penentu sukses tidaknya bisnis Anda. Meskipun Anda beternak ayam kampung super, kalau diberi pakan buatan pabrik, marjin yang akan diperoleh sangat kecil. Dengan beternak ayam kampung biasa, apabila peternak kreatif dan punya modal membuat stok pakan, marjin yang akan diperoleh bisa cukup besar. Sebab komponen biaya pakan, mencapai kurang lebih 70% dari seluruh komponen biaya. Komponen benih, kandang, peralatan, tenaga kerja; hanya 30%.
Jadi tidak benar bahwa dengan memelihara ayam kampung super, keuntungan yang akan diraih juga super. Para pedagang benih ayam, (DOC, Day Old Chick = anak ayam umur sehari), memang akan selalu mencari akal, agar dagangan mereka laku. Maka mereka pun berpromosi tentang “ayam kampung semi broiler”, “ayam kampung panen dua bulan”, “ayam kampung super” dan lain-lain. Yang mereka tawarkan selalu, keuntungan berlipat ganda, karena menghasilkan ayam kampung (identik dengan harga tinggi), dalam jangka waktu sependek memelihara ayam broiler. Itu mustahil.
Ayam kampung baru bisa dipotong pada umur empat sampai enam bulan. Sementara ayam broiler sudah bisa dipanen pada umur 40 hari. Akan tetapi, harga ayam kampung selalu lebih tinggi dibanding ayam broiler. Apabila ayam kampung diberi pakan konsentrat, pertumbuhannya memang akan lebih cepat dengan yang diberi pakan gabah dan jagung. Akan tetapi, harga ayam kampung konsentrat akan lebih rendah dari ayam kampung biasa. Harga ayam kampung yang dikandangkan, dengan ayam kampung yang diliarkan, juga berbeda.
Sama halnya dengan harga telur itik gembalaan, yang selalu lebih tinggi dibanding harga telur itik yang dikandangkan. Saran saya, peliharalah ayam kampung biasa, dan seleksi calon induk. Dari sini, akan diperoleh induk dengan kualitas “super” tanpa harus membeli dengan harga tinggi. Carilah modal, bangun gudang yang aman dari tikus untuk menyimpan stok pakan. Belilah gabah, dedak, atau jagung, saat panen raya, dengan volume minimal untuk stok selama tiga bulan. Pakan yang harus dibeli harian, hanyalah ampas tahu, dan sayuran.
Protein hewani, bisa berupa tepung ikan, atau alternatif lain berupa ikan asin yang harus direndam air semalam untuk menghilangkan garamnya. Pupa limbah peternakan ulat sutera juga pakan ayam yang cukup baik. Vaksinasi, dan obat cacing harus rutin paling tidak tiap tiga bulan. Idealnya tiap bulan. Ayam kampung pantang diberi egg stimulant, agar telur besar-besar dan banyak. Dampak egg stimulant, anak ayam akan banyak yang cacat. Tetaskan ayam secara alamiah dengan dierami induknya, dititipkan entog, atau menggunakan mesin tetas. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

