PELUANG BUDI DAYA BAWANG MERAH
by indrihr • 19/05/2015 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Harga bawang merah di Jawa mencapai Rp 50.000 per kg. Di Luar Jawa bahkan sampai Rp 100.000 per kg. Beberapa petani mengajak saya membudidayakan komoditas ini. Bagaimanakah prospek bawang merah beberapa bulan mendatang? (Wagiman, Nganjuk).
Sdr. Wagiman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memang salah satu sentra budi daya bawang merah di Indonesia. Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merupakan sentra utama bawang merah. Selain Brebes dan Nganjuk, Probolinggo juga merupakan penghasil bawang merah yang cukup penting. Kalau Anda memang berminat terjun ke usaha
budi daya bawang merah, jangan dengan alasan karena harga sedang tinggi. Harga bawang merah akan selalu naik turun, dan petani harus terus membudidayakannya dengan resiko untung atau rugi.
Para petani bawang merah di Kabupaten Brebes, secara bergiliran menanam padi pada musim penghujan, dan bawang merah serta cabai keriting pada musim kemarau. Kadangkala masih diselingi dengan timun dan komoditas sayuran lain. Para petani ini sudah siap untuk rugi berupa gagal panen akibat banjir, serangan hama/penyakit, atau karena pas panen raya harga bawang merah jatuh. Akan tetapi, mereka juga pasti mengalami sukses panen besar, dengan harga yang juga bagus. Dihitung selama lima sampai 10 tahun, mereka masih bisa meraih laba cukup baik.
Dibanding dengan cabai, dan sayuran lain, budi daya bawang merah memerlukan modal sangat besar berupa benih. Sama halnya dengan budi daya kentang, benih bawang merah juga berupa umbi berukuran kecil atau sedang, satu siung tiap lubang tanam. Dari satu siung benih bawang ini, akan dihasilkan empat sampai lima siung bawang merah ukuran besar. Para petani biasanya menghitung hasil panen sekitar 10 kali lipat dari volume benih. Keperluan benih untuk tiap hektar lahan, antara satu sampai satu setengah ton. Hasil panennya antara 10 sampai 15 ton bawang merah konsumsi.
Kalau harga benih bawang merah Rp 20.000 per kg, maka keperluan benih untuk tiap hektar lahan antara Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Dengan perkiraan hasil panen antara Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Itu apabila tidak ada gangguan hama/penyakit, banjir. Andaikan hasil panen normal pun, petani masih bisa dihadang harga yang sedang jatuh. Karenanya, para petani bawang merah di Brebes sudah siap dengan benih cabai. Antara 20 hari sampai satu bulan sejak tanam bawang, petani langsung menanam cabai.
Panen bawang merah, sekaligus juga menyiangi cabai yang sudah mulai besar. Sebulan setelah panen bawang merah, cabai mulai berbuah. Pada waktu itulah petani sudah menyelipkan timun di sela-sela tanaman cabai. Hingga cabai selesai panen, tak lama kemudian timun juga akan bisa dipanen. Ini semua juga bertujuan mengantisipasi gagal panen. Apabila dua bulan sejak tanam, bawang merah hancur, pupuk yang sudah ditebar akan diserap oleh komoditas cabai. Dengan cara ini, kerugian petani tidak akan terlalu besar.
Sdr. Wagiman, Anda tidak usah terpukau oleh tingginya harga bawang merah. Sebab dalam waktu tak terlalu lama harga akan turun, ada kemungkinan malahan akan jatuh. Maka, apabila Anda benar-benar akan terjun ke budi daya bawang merah, mulailah pada saat harga sangat murah. Sebab tiga sampai empat bulan kemudian, ketika Anda panen, harga justru akan tinggi. Apabila Anda mulai menanam sekarang, pas panen nanti kemungkinan harga bawang merah sudah jatuh. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

