KARA BENGUK UNTUK APHRODISIAC DAN TREMOR
by indrihr • 18/08/2015 • Herbal, PERTANIAN • 0 Comments
Kara benguk, (velvet bean, Mucuna pruriens), merupakan kacang-kacangan yang tak banyak dikenal masyarakat. Dalam peribahasa Jawa “rawé-rawé rantas; malang-malang putung”, rawé mengacu varietas kara benguk, dengan bulu-bulu yang akan membuat gatal kulit.
Meskipun tak terlalu dikenal masyarakat, di pedalaman Jawa Tengah dan DIY, kita masih bisa menjumpai tempe kara benguk di pasar-pasar tradisional. Tempe benguk ini biasanya diolah dengan cara dibacem dan kemudian digoreng. Menu tradisional ini semakin tersisih oleh menu-menu franchise seperti burger, kentang goreng franchfrise, dan ayam goreng bertepung ala Amerika Serikat. Konsumen tempe kara benguk di pasar-pasar tradisional umumnya kaun manula, dengan populasi semakin menyusut. Dampak dari menyusutnya konsumen kara benguk, para petani yang membudidayakan komoditas ini juga semakin sedikit.
Salah satu penyebab merosotnya konsumen kara benguk, karena komoditas ini mengandung racun DMT, DMT-n-oxide, 5-MeO-DMT-n-oxide pada bulu-bulu halus kulit polong, dan juga pada biji. Tidak semua varietas mengandung racun pada bulu-bulu halus kulit polong. Tetapi semua varietas mengandung racun pada bijinya. Hingga mengolah kara benguk untuk dibuat tempe, memerlukan keahlian khusus. Tahap pertama biji kering ditaruh di panci, lalu disiram air mendidih, dan didiamkan sampai kulit biji mengembang, dan mudah dipecah serta dikelupas kulit bijinya.
Pengelupasan kulit, dan pemecahan keping biji, dilakukan secara manual dengan tangan, bisa pula dengan penggilingan, atau penggilasan (menginjak-injak) seperti pada proses pembuatan tempe kedelai. Tahap berikutnya biji yang telah terkelupas dan terpecah direndam air selama semalam untuk menghilangkan racun. Proses selanjutnya adalah pengukusan, pendinginan, peragian dan pembungkusan dengan daun, sampai keping biji kara benguk menjadi tempe yang siap untuk dikonsumsi. Di Indonesia, biji kara benguk hanya lazim diolah menjadi tempe benguk. Tempe ini berpenampilan sangat khas, karena ukuran keping bijinya yang sangat besar.
# # #
Kara benguk yang tersisih di Indonesia ini, justru dibudidayakan secara komersial, dan diekstrak lalu dikapsulkan sebagai aphrodisiac, dan obat parkinson (tremor). Aphrodisiac berasal dari kata Aphrodite, dewi asmara Yunani Kuno. Sejak jaman purba, memang telah dikenal makanan dan minuman, yang dipercaya mempunyai efek terhadap peningkatan libido seseorang, yang disebut sebagai berkhasiat aphrodisiac. Dalam ilmu farmasi modern, memang dikenal zat-zat aktif dalam tumbuhan dan hewan, yang berkhasiat untuk mempengaruhi otak, hingga seseorang bisa beraktivitas seksual secara lebih baik.
Dalam biji kara benguk, terdapat zat levodopa dalam konsentrasi tinggi. Levodopa merupakan bentuk awal dari neurotransmitter dopamine, yang dapat berpengaruh pada libido laki-laki maupun perempuan. Penggunaan dopamine dari kara benguk untuk aphrodisiac, sudah dikenal oleh ilmu pengobatan tradisional India Ayurvedic. Dalam Aryuvedic, dopamine pada kara benguk, juga digunakan untuk terapi bagi penderita parkinson (tremor). Neurotransmitter dopamine inilah yang di Amerika Serikat diisolasi (diekstrak), dikapsulkan, dan dipasarkan sebagai Aphrodisiac dan obat parkinson.
Selain levodopa (3.1-6.1% L-DOPA), biji kara benguk juga mengandung serotonin (5-HT), 5-HTP, DMT, DMT-n-oxide, N,N-DMT, 5-MeO-DMT-n-oxide, nicotine bufotenine, bufotenine, beta-carboline, nicotine dan 5-hydroxytryptamine. Zat-zat yang terkandung dalam biji kara benguk ini, potensial untuk digunakan sebagai bahan farmasi dengan efek psychedelic. Zat-zat psychedelic diketemukan oleh Lester Grinspoon, seorang psikiatris dari Harvard Medical School, Amerika Serikat. Berbeda dengan zat psycotropica yang mengakibatkan kecanduan, zat psychedelic tidak berefek samping menimbulkan kecanduan. Zat-zat inilah yang dimanfaatkan untuk terapi bagi penderita parkinson.
Di Amerika Serikat, ekstrak biiji kara benguk dipasarkan dalam bentuk serbuk, maupun kapsul. Selain dipasarkan di dalam negeri, mucuna pruriens powder juga dipasarkan secara online ke seluruh dunia, antara lain melalui situs http://www.amazon.com/, http://www.ebay.com/, dan http://www.znaturalfoods.com/. Amazon menawarkan serbuk mucuna kemasan 111 gram seharga 37,49 dollar AS (Rp 487.370). Ebay menjual 100 kapsul mucuna 500 gram seharga 14,99 dollar AS (Rp 194.870), dan Z natural foods menjual serbuk mucuna per 1 lb (453,59 gram), seharga 16,99 dollar AS (Rp 220.870).
# # #
Habitat asli kara benguk menyebar di seluruh kawasan tropis mulai dari Afrika, Kepulauan Karibia, Australia Utara, India, Asia Tengggara (termasuk Indonesia), dan kepulauan Pasifik. Kara benguk merupakan leguminase semusim, yang tumbuh merambat. Petani menanam kara benguk dengan memberinya ajir (tiang rambatan), atau merambatkannya ke perdu yang tumbuh di ladang serta kebun. Polong kara benguk dipenuhi bulu-bulu halus seperti beludru, hingga polong legume ini disebut velvet bean. Ada empat varietas kara benguk, yakni Mucuna pruriens var. hirsuta, Mucuna pruriens var. pruriens, Mucuna pruriens var. sericophylla, dan Mucuna pruriens var. utilis.
Bunga kara benguk berwarna putih, pink, atau ungu, tergantung varietasnya. Demikian pula dengan warna bulu pada kulit polongnya. Ada yang keemasan, ada yang abu-abu kecokelatan. Panjang polong 10 cm, dengan lebar 1,5 cm, dan ketebalan 0,75 cm. Warna kulit biji kara benguk juga bervariasi dari putih keabu-abuan, hitam, dan kuning kecokelatan dengan bercak-bercak hitam. Daging biji kara benguk semuanya berwarna putih. Di Jawa Tengah dan DIY, umumnya dibudidayakan kara benguk dengan kulit polong segar berwarna hijau kecoklatan, dan abu-abu kehitaman setelah kering, dengan hanya sedikit bulu halus. Biji kara benguk varietas ini berwarna putih.
Selain sebagai bahan industri farmasi, sebenarnya kara benguk juga berpotensi untuk diolah menjadi bungkil pakan ternak. Selama ini Indonesia masih sangat bergantung pada bungkil impor. Data Food And Agriculture Organization (FAO), tahun 2011 Indonesia mengimpor bungkil kedelai 2,9 juta ton, dengan nilai 1,3 miliar dollar AS (Rp 14,5 miliar, kurs Rp 11.000). Devisa ini tentu bisa dihemat apabila kita mau membudidayakan kara benguk secara massal. Salah satu alternatif pembudidayaan kara benguk, dengan memanfaatkannya sebagai tanaman penutup tanah (cover crops), di lahan perkebunan dan kehutanan. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

