• POTENSI BISNIS BUAH SIRSAK

    by  • 12/10/2015 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Beberapa tahun belakangan ini, tanaman sirsak (soursop, Annona muricata), diisukan bisa menjadi obat kanker. Benih sirsak laris manis, untuk dibudidayakan sebagai penghasil daun, yang diharapkan bisa mendatangkan kekayaan mendadak.

    Lembaga Riset Kanker di Inggris (Cancer Research United Kingdom), dan Komisi Perdagangan Federal, Amerika Serikat (The Federal Trade Commission in the United States), telah membuat pernyataan bahwa produk tanaman sirsak yang dipromosikan untuk obat kanker, sebenarnya tidak pernah diteliti, dan terbukti kebenarannya. Namun demikian, sirsak tetap merupakan komoditas buah yang punya potensi bisnis cukup menarik. Di restoran dengan menu  aneka jus buah, jus sirsak paling sering kosong. Penyebabnya, suplai bahan baku sering tersendat. Bahkan di toko-toko buah besar pun, pasokan sirsak tak pernah stabil. Produsen minuman buah asli, juga acapkali kesulitan bahan baku buah sirsak.

    Sirsak-a

    Ada beberapa kendala produksi buah sirsak. Tumbuhan asli Amerika Tengah ini rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hingga pohon sirsak, jarang yang bisa bertahan lebih dari 20 tahun. Hama utama pohon sirsak terdiri dari kutu tanaman dan semut, cendawan embun jelaga, penggerek batang, dan ulat keket (larva kupu gajah, atlas moth, Attacus atlas). Sirsak juga hanya mau tumbuh optimal pada lahan berketinggian 400 – 800 m. dpl. Di bawah 400 m dpl, tanaman tumbuh kerdil, sementara pada ketinggian di atas 800 m dpl, justru terlalu subur hingga pertumbuhan vegegatif (daun), mengalahkan pertumbuhan generatif (bunga dan buah).

    Sirsak menghendaki tanah dengan topsoil tebal, kaya bahan organik, dan cukup air. Ia juga memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari. Karenanya, kawasan di sekitar Bogor, dengan curah hujan tinggi (sering mendung), kurang cocok untuk budi daya sirsak. Kabupaten Purwakarta, Subang, Majalengka, lebih ideal untuk budi daya sirsak. Ada dua varietas sirsak, yakni sirsak masam, sesuai dengan nama “soursop”, dan ada pula varietas manis. Salah satu varietas manis telah dilepas Menteri Pertanian dengan nama “sirsak ratu”, karena berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

    # # #

    Meskipun sudah ada varietas sirsak manis, upaya pembudidayaan buah ini juga tetap tak berkembang. Sirsak memang tidak terlalu pas sebagai buah meja. Beda dengan pisang, semangka/melon, pepaya, nanas, jeruk, dan mangga.  Semangka, melon, pepaya, nanas dan mangga,  masih bisa dikupas, dipotong-potong, dan disajikan di atas meja. Pisang, jeruk, dan juga salak yang bisa dikonsumsi secara individual per buah. Sirsak, sama dengan pepaya, dan semangka, tidak mungkin dikonsumsi per buah per orang. Akan tetapi, sirsak juga sulit dipotong-potong lalu disajikan di atas piring, terlebih yang telah masak dan berair. Di dalam satu segmen buah sirsak, juga masih terkandung biji.

    Masyarakat pada umumnya akan memilih nanas yang sedikit masam, dibanding sirsak ratu yang manis sebagai buah meja. Padahal mengupas nanas jauh lebih sulit dibanding mengupas sirsak. Kelemahan sebagai buah meja tersebut, diimbangi oleh kelebihan sirsak sebagai bahan jus dan minuman lain. Gabungan rasa masam dan manis, serta aroma yang tidak terlalu tajam, membuat sirsak diterima oleh masyarakat sebagai minuman segar. Sirsak juga banyak mengandung air dan “juisi” hingga sangat tepat dibuat jus buah. Warna putih susu jus sirsak, justru menjadi ciri khas yang disukai masyarakat. Yang menjadi kendala justru suplai buah segar selalu terhambat.

    Padahal sirsak bisa berbuah tanpa musim. Budi daya komoditas buah ini juga relatif mudah. Umur tanaman yang pendek, tidak menjadi masalah, sebab begitu tanaman lama mati, bisa secepatnya direplanting. Balai Penelitian Buah Solok, Sumatera Barat, telah mengoleksi beberapa klon sirsak masam unggul, dengan ukuran yang cukup besar. Justru sirsak masamlah yang dikehendaki oleh industri minuman, dan bukan sirsak ratu yang manis. Benih sirsak sambungan (sambung pucuk maupun okulasi), sudah bisa diproduksi secara massal. Salah satu kendala pengembangan komoditas ini, sampai sekarang belum ada sistem yang menggerakkan agroindustri dari hulu menuju hilir.

    # # #

    Di Malaysia, sirsak yang disebut “durian belanda”, sudah dibudidayakan secara massal sampai ribuan hektar sejak tahun 1980an. Agroindustri minuman buah dari Thailand telah menggerakkan petani, dan investor malaysia untuk membudidayakan komoditas ini. Agroindustri berbahan baku buah yang dirintis Thailand, memang telah menjalar sampai ke Malaysia. Ada yang berupa investasi Thailand murni, ada yang patungan, tetapi banyak pula investor Malaysia yang juga berminat terjun ke komoditas buah. Sirsak menjadi salah satu komoditas yang mereka pilih. Pasar konsentrat buah internasional tampaknya menjadi incaran para investor Malaysia.

    Konsentrat buah yang sudah diproduksi massal dan dijual ke pasar global terdiri dari jeruk manis (sweet orange), apel dan nanas. Pada level dua ada mangga, jambu biji, markisa, dan sirsak. Konsentrat jeruk yang dimaksudkan di sini, benar-benar berbahan baku jaruk manis (jeruk baby), yang sering disebut jeruk sunkist. Padahal Sunkist merupakan merk dagang, dan bukan nama kultivar jeruk. Konsentrat jeruk asli ini, beda dengan aneka minuman jeruk yang dipasarkan dalam bentuk kristal maupun cair. Kristal jeruk warna kuning itu, sebenarnya merupakan gula dan asam sitrat (dari fermentasi singkong atau jagung), ditambah zat warna dan esense jeruk.

    Idealnya media massa mendidik masyarakat untuk berpikir sehat. Bukan menakut-nakutinya dengan informasi tentang penyakit serius, lalu menawarkan obatnya yang baru memperoleh klaim sepihak. Daun sirsak sebagai teh, untuk mencegah kanker, sama sekali tidak berprospek bisnis, karena dasarnya hanya informasi dari web. Akan tetapi, jus buah sirsak, bukan sesuatu yang abstrak. Jus yang disajikan di berbagai restoran ini perlu bahan baku. Industri minuman buah asli juga mengharapkan pasokan sirsak secara berkesinambungan. Itu semua merupakan peluang bisnis yang harus disikapi secara cerdas. Bukan secara membabi buta, ingin membudidayakan sirsak guna dipanen daunnya sebagai obat kanker. # # #

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Sumber foto :

    Sirsak <http://anvietfruits.com/uploads/shops/2014_12/guyabano.jpg>

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *