MANGGA PALING ENAK
by indrihr • 17/11/2015 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Setiap musim mangga tiba, saya selalu bingung karena banyaknya jenis yang ditawarkan. Mangga apakah sebenarnya yang paling enak dan diminati konsumen, karena saya ingin membudidayakannya. (Estianty, Semarang).
Sdri. Estianty, rasa enak atau tidak enak, merupakan sesuatu yang sangat subyektif, meskipun standar universal pasti tetap ada. Akan tetapi standar universal, atau nasional yang terwadahi dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), selalu masih bersifat sangat umum, hingga belum mewadahi selera yang selalu individual. Bahkan mangga enak versi Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS), lain dengan versi Asia. UE dan AS lebih senang mangga dengan warna kulit cerah (kuning, merah), berukuran kecil (agar bisa dihabiskan sendirian), berserat, dan ada rasa masamnya. Mangga dengan kriteria seperti ini, justru tidak disukai oleh masyarakat Asia.
Di Asia mangga yang disukai harus berukuran besar, bahkan sangat besar (agar bisa dimakan oleh satu keluarga), tak berserat, dan manis. Warna kulit tak jadi masalah. Dengan adanya globalisasi domisili, informasi, komunikasi, dan distribusi barang; fanatisme rasa mangga itu menjadi tak terlalu ekstrem. Masyarakat Eropa yang hidup di Asia, mulai menyenangi mangga tak berserat, manis, dan berukuran besar. Sebaliknya masyarakat Asia yang berdomisili di Eropa dan AS, juga mulai menyenangi mangga yang sedikit masam, berserat, dan berukuran kecil dengan warna cerah.
Di Indonesia, mangga yang disenangi masyarakat UE dan AS masih sangat terbatas. Salah satu di antaranya gedong gincu, yang produksinya juga masih sangat kecil. Mangga yang paling banyak diproduksi di Indonesia, varietas harummanis (arummanis), dengan kulit hijau, ukuran sedang, tak berserat, rasa sangat manis, aroma harum. Ranking kedua mangga indramayu (cengkir), yang sebenarnya merupakan mangga untuk industri. Ciri khas mangga ini kulit hijau kekuningan, ukuran sedang sampai besar, tak berserat, rasa masam, aroma lemah. Mangga indramayu banyak dibudidayakan karena produktivitasnya tinggi dan tanamannya bandel.
Di luar dua jenis mangga itu, masih ada mangga manalagi kecil, manalagi besar (manalagi situbondo), gadung (sub varietas harummanis), gedong, golek, podang dan mangga-mangga intruduksi baru. Indonesia paling banyak mengintroduksi mangga dari Thailand dan India. Dari Thailand antara lain Nam Dok Mai, Chok Anan, Khiaw Sawoei, Nang Klang Wan, dan Okrong. Dari India yang paling populer mangga Paheri, yang di Indonesia dikenal sebagai mangga apel, atau mangga kelapa, karena ukurannya yang sangat besar.
Belakangan Kebun Percobaan (KP) Cukur Gondang, Pasuruan, Jatim, juga melahirkan varietas-varietas baru, hasil seleksi mangga introduksi dari Australia, dan AS, Misalnya Marifta dan Garifta yang berkulit merah. Total KP Cukur Gondang telah melepas 14 varietas baru, yang umumnya berkulit kuning, jingga sampai merah. Benih mangga dari KP Cukur Gondang yang telah dilepas, sudah bisa diperoleh di pasaran. Sdri. Estianty, Anda tinggal memilih, mangga mana yang akan Anda budidayakan.
Untuk itu, tentu harus Anda jawab sendiri terlebih dahulu, untuk apakah Anda membudidayakan mangga? Untuk dikonsumsi sendiri, untuk dijual sebagai buah segar, untuk industri jus atau keripik, atau untuk wisata agro? Masing-masing tujuan perlu jenis mangga yang berbeda-beda. # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan
Foto : F. Rahardi

