• BENIH PETAI UNGGUL

    by  • 09/02/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya ingin membudidayakan petai secara komersial dalam skala luas. Apakah sudah ada varietas petai unggul yang kebal serangan ulat? Di manakah saya bisa memperoleh benih tersebut? (Uswatun, Jakarta).

    Sdr. Uswatun, petai varietas unggul telah dilepas oleh, Kementerian Pertanian tahun 2008. Petai unggul ini berasal dari Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majelangka, Jawa Barat. Petai unggul ini dilepas Menteri Pertanian RI dengan nama Varietas Gobang. Petai Gobang menarik karena polong (papan) dan biji berukuran lebih besar dibanding petai pada umumnya. Benih petai varietas Gobang sudah diproduksi secara massal di Rajagaluh, Majalengka dan di Desa Pekalongan, Lampung Tengah.

    Meskipun disebut varietas unggul, petai gobang ini tetap tak kebal terhadap serangan ulat. Sebenarnya yang disebut “ulat petai”, merupakan larva dari ngengat, yakni sejenis kupu-kupu, yang aktif pada malam hari. Ngengat Nacoleia octasema meletakkan telur pada kulit petai saat buah ini masih muda. Setelah menetas, larva ngengat ini akan masuk ke dalam kulit polong, menembus kulit biji, dan memakan jaringan biji. Sampai sekarang belum pernah ada penelitian terhadap varietas petai yang kebal terhadap serangan ulat.

    Buah petai baru akan terbebas dari serangan ulat apabila dibungkus dengan kertas, plastik, atau karung. Susahnya, pohon petai di Indonesia umumnya berbatang tinggi, hingga pembungkusan hampir tidak mungkin. Pohon petai budi daya di Malaysia dan Thailand, selalu dipangkas pendek, hingga malai buah bisa dibungkus dengan mudah. Tanpa pembungkusan, resiko petai terserang ulat akan tinggi. Buah petai yang dihasilkan di beberapa daerah, memang diketahui tak pernah berulat.

    Namun sampai sekarang belum ketahuan, apakah mulusnya buah petai ini disebabkan karena di kawasan tersebut tak ada ngengat Nacoleia octasema, atau verietas petai tersebut memang kebal terhadap serangan ngengat tersebut. Karenanya paling aman buah petai tersebut dibungkus hingga dijamin tak akan terserang ulat. Selain itu pembungkusan juga akan membuat kulit buah petai mulus karena tak digerogoti oleh trips. Pembungkusan buah petai masih belum memasyarakat di Indonesia, terutama karena kondisi tanaman yang tumbuh meninggi.

    Sebelum memutuskan untuk membudidayakan tanaman petai, saya justru ingin bertanya, di daerah manakah Anda akan membudidayakan komoditas ini? Pertama, sebaiknya lokasi budi daya tersebut dekat dengan pasar utama petai, yakni DKI Jakarta. Kedua, kawasan tersebut hendaknya berketinggian antara 400 – 800 m. dpl. Itulah elevasi ideal untuk budi daya petai. Kawasan berelevasi kurang dari 400 m dpl atau di atas 800 m. dpl, kurang baik untuk budi daya petai, karena kuantitas dan kualitas buahnya lebih rendah.

    Petai memang merupakan komoditas yang tak pernah tak laku. Terlebih di sekitar hari raya Lebaran. Permintaan petai dari luar negeri juga selalu tinggi, namun eksportir kita kesulitan untuk memperoleh pasokan kontinu. Itulah sebabnya budi daya petai berprospek cukup baik. Kendala lain budi daya petai di Jawa adalah rawan pencurian. Sebagai komoditas dengan harga dan permintaan tinggi, petai memang selalu diincar pencuri. Maka saran saya, hendaklah kebun tersebut nantinya diberi pagar dan dijaga. # # #

     

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : HR. Indriati

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *