• BUNGA SEBAGAI SAYURAN

    by  • 07/03/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Di pegunungan Liushishi (Sixty Stone Mountain), Desa Zhutian, Kota Fuli, Daerah Hualien, Taiwan; terhampar ladang bunga daylily. Ladang daylily ini merupakan salah satu obyek wisata agro yang sangat populer di Taiwan, karena keindahan alamnya.

    Bunga daylily (Hemerocallis fulva), juga banyak ditanam sebagai hiasan di kawasan pegunungan di Indonesia. Di Puncak, Jawa Barat, dengan mudah kita menemukan tanaman daylily, yang oleh masyarakat setempat disebut lily kuning. Di Taiwan, RRT, Jepang dan Korea; daylily dibudidayakan untuk dipanen kuncup bunganya. Kuncup bunga daylily merupakan sayuran penting di Asia Timur. Di Taiwan dan RRT, kuncup bunga daylily ini disebut gum jum (golden needles, jarum emas). Selain dimasak segar, ditumis atau digoreng tepung sebagai cemilan; daylily juga dikeringkan.

    day-lyli-a
    Kuncup bunga daylily kering ini biasanya dimasak sup bersama daging atau ikan. Di Indonesia, bunga daylily kering juga dikenal sebagai sayuran. Di sini bunga ini  bukan  disebut daylily, atau kuncup bunga lily kuning; melainkan “sedap malam”. Bunga “sedap malam” kering yang diikat (dibundel) merupakan sayuran wajib dalam masakan sup kimlo. Kebanyakan orang Indonesia, tahunya “sedap malam” kering bahan kimlo ini memang benar-benar berasal dari bunga sedap malam Polianthes tuberosa. Padahal kuncup bunga sedap malam terlalu kecil dan pendek, hanya sekitar 5 cm, lain dengan kuncup daylily yang sekitar 10 cm.

    Entah mengapa dan sejak kapan kuncup bunga daylily impor ini disebut “sedap malam”. Juga tak pernah ada upaya memanen lalu mengeringkan kuncup bunga lily kuning yang bertebaran di dataran tinggi itu, agar kita tak perlu mengimpornya dari RRT. Seorang chef sebuah resor bintang di Puncak, kaget saat diberitahu bahwa “sedap malam” dalam sup kimlo yang dimasaknya, sebenarnya merupakan kuncup bunga lily kuning yang banyak terdapat di halaman resor tersebut. Selama ini dia mengira “sedap malam” untuk kimlo itu memang benar-benar kuncup bunga sedap malam kering.

    # # #

    Di gerai pasar swalayan Thailand, rutin bisa dijumpai bunga turi (Sesbania grandiflora), kecombrang (Etlingera elatior), johar (Senna siamea), kelor (Moringa oleifera), maja (Aegle marmelos), dan jantung pisang. Bunga turi, kecombrang, dan jantung pisang juga dikenal sebagai bahan sayuran di Indonesia. Meskipun masyarakat sudah terbiasa mengonsumsi bunga turi, dan kecombrang, di Indonesia belum ada petani yang membudidayakan dua komoditas ini, dan memanen bunganya untuk dipasarkan. Padahal konsumen bunga turi dan kecombrang tergolong fanatik. Lain dengan petani Thaliand, yang sudah membudidayakan dan memanen dua jenis bunga ini untuk dipasarkan secara komersial.

    Masyarakat kita juga tak terbiasa mengonsumsi daun pucuk dan terlebih bunga johar. Di Indonesia johar hanya menjadi tanaman peneduh di tepi jalan, atau kadang-kadang menjadi elemen taman. Di Myanmar dan Thailand, johar dibudidayakan secara khusus untuk dipanen pucuk daun, kuncup bunganya, dan bijinya. Agar memudahkan pemanenan, tanaman johar yang bisa menjadi pohon besar ini selalu mereka pangkas agar tumbuh pendek. Sayur pucuk dan bunga johar yang mereka sebut Kaeng khilek sangat populer di Thailand. Kari Kaeng khilek juga merupakan menu favorit di restoran Thailand. Orang Indonesia yang tak tahu Kaeng khilek, akan mengiranya sebagai kari pucuk singkong.

    Kelor memang sudah sangat dikenal di Indonesia, tetapi hanya dimanfaatkan pucuk daun dan polong mudanya sebagai sayuran. Bunga kelor tak dikenal sebagai sayuran. Maja terlebih lagi. Nama buah maja di Indonesia, khususnya di Jawa, identik dengan buah bernuk, berenuk (calabash tree, Crescentia cujete). Padahal maja yang biasa dikonsumsi buah, pucuk daun dan bunganya adalah maja bael (wood apple, Aegle marmelos). Tanaman maja banyak tumbuh liar di kawasan kering Jawa Timur sampai NTT. Di NTT, kadang-kadang buah maja dikonsumsi, tetapi pucuk daun serta bunganya sangat jarang dimanfaatkan sebagai sayuran.

    Di Thailand, terus ke barat sampai India, pucuk dan bunga maja merupakan sayuran yang sangat populer dan prestisius. Buah maja malahan dikeramatkan oleh para pemeluk Agama Hindu, karena dianggap sebagai penjelmaan Hyang Syiwa. Karenanya, maja selalu ditanam di halaman pura. Rasa pucuk daun dan bunga maja sedikit pahit, meskipun tak sepahit daun dan bunga pepaya. Keistimewaan pucuk daun dan bunga maja, terasa sedikit rasa mint. Kembang telang (Clitoria ternatea) juga merupakan bahan salad, sayur, dan pewarna minuman serta kue di Negeri gajah Putih ini.

    # # #

    Di Indochina dan Asia Timur bunga labu parang (labu besar, genus Cucurbita), juga dipanen sebagai sayuran, atau untuk digoreng seperti halnya bunga daylily. Lain dengan bunga daylily yang dikeringkan, bunga labu besar hanya dikonsumsi segar. Di Taiwan, bunga labu parang bukan hanya dijual di gerai swalayan, tetapi juga tersaji di restoran besar. Selain disayur (ditumis), bunga labu parang juga dibuat salad dan digoreng tepung untuk disajikan sebagai cemilan. Orang Indonesia yang baru pertama mencicipi salad dan goreng bunga labu parang akan merasakan keanehan. Di Indonesia bunga dan pucuk labu parang hanya dikonsumsi di kawasan terpencil seperti di pedalaman NTT dan Kalimantan.

    Sebuah restoran di dalam hotel bintang di kawasan Sudirman, Jakarta, menyajikan salad dari bermacam bunga. Selain bunga telang, juga ada beberapa bunga Begonia. Di kawasan pegunungan di sekitar Bogor, begonia tumbuh liar dengan bunga yang relatif banyak. Bunga begonia liar ini berasa segar dengan sedikit masam. Sajian salad aneka bunga di restoran ini, lebih dimaksudkan sebagai eksotisme, dan bukan karena masyarakat menyukainya. Kuncup bunga johar disajikan sebagai sayuran di Thailand, karena masyarakat memang menyukainya. Mereka yang menyantap salad aneka bunga di restoran di Jakarta ini, sekadar untuk mencoba.

    Satu-satunya sayuran bunga yang sudah memasyarakat di Indonesia, barulah bunga pepaya gantung dan bunga genjer. Sayuran bunga pepaya gantung, awalnya hanya populer di Indonesia Timur. Masyarakat Jawa dan Sunda juga tahu bunga ini bisa dikonsumsi, tapi baru belakangan mereka menyukainya. Sekarang bunga pepaya gantung mulai dijumpai di pasar dan warung-warung di Jabodetabek. Bunga genjer hanya populer di sekitar Jabodetabek. Di kawasan lain, genjer dikonsumsi daun mudanya. Tahun 1970an bunga genjer selalu bisa dijumpai di pasar-pasar tradisional Jakarta. Sekarang daun genjer lebih sering dijumpai. # # #

     

    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : F. Rahardi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *