• JERUK NIPIS TAK BERBUAH

    by  • 16/03/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Tahun 2008, saya mengebunkan jeruk nipis biasa, dan nipis tanpa biji seluas dua hektar. Tahun 2011 saya mulai panen, namun cukup banyak tanaman yang tidak mau berbuah dan justru tumbuh bongsor. Apakah itu benih palsu? (Lastri, Purwokerto).

    Sdri. Lastri, benih yang Anda beli sudah benar. Perawatan yang Anda lakukan juga sudah tepat, hingga tanaman mau berbuah pada umur tiga tahun sejak tanam. Beberapa tanaman yang tumbuh bongsor dan tidak mau berbuah, bukan karena benih palsu; melainkan karena Anda kurang kontrol. Idealnya, pada saat membeli benih, Anda perhatikan, apakah ada tunas yang tumbuh dari pangkal batang, dan cukup subur. Itu harus dibuang, sebab berasal dari benih batang bawah (rootstock, understump).

    jeruk-nipis-tanpa-buah-a
    Semua benih jeruk hasil penangkaran modern, selalu terdiri dari batang atas, dan batang bawah. Batang atas merupakan jeruk budi daya jenis unggul, berupa mata tunas (enten) atau pucuk (grafting). Batang bawah berupa jeruk dengan batang dan perakaran kuat. Misalnya jeruk rl (rough lemon, Citrus × jambhiri), dan jeruk jc (japansche citroen, rangpur lime, Citrus x limonia). Batang bawah benih jeruk nipis sambungan, seringkali menumbuhkan tunas yang sangat subur, yang kemudian mengalahkan batang atasnya.

    Sejak awal, tunas-tunas batang bawah ini harus selalu dibuang. Apabila dibiarkan, justru batang bawah inilah yang akan tumbuh subur, sementara batang atasnya merana, atau mati. Ketika sudah ditanam di lahan pun, tunas batang bawah ini masih sering keluar dengan pertumbuhan yang sangat pesat, hingga mengalahkan batang atas yang sudah tumbuh lebih awal. Ada petani yang mengira bahwa tunas baru yang tumbuh subur ini, juga jeruk nipis, hingga batang atas yang tumbuh kerdil justru dibuang.

    Kasus tumbuhnya tunas batang bawah ini, antara lain disebabkan oleh rendahnya kualitas mata tunas batang atas.  Idealnya, mata tunas batang atas, harus diambil dari ranting yang sehat, dengan tingkat ketuaan cukup, berdiameter 0,5 sampai 1 cm. Tunas dalam ranting tersebut harus dalam keadaan hidup, bukan sedang dorman (beristirahat). Dalam kenyataan, para penangkar akan menggunakan tunas seadanya, untuk mengejar target. Akibatnya pertumbuhan batang atas lamban, kalah oleh tunas batang bawah.

    Selain itu, secara umum pertumbuhan jeruk nipis (Citrus aurantifolia), memang kalah cepat dibanding dengan jeruk jc, maupun rl. Jeruk nipis tanpa biji, diduga merupakan hasil persilangan antara jeruk nipis dengan jeruk lemon (Citrus x limon), atau dengan sukade (Citrus medica), bisa tumbuh relatif lebih pesat dibanding jeruk nipis biasa. Akan tetapi pertumbuhan batang atas jeruk nipis tanpa biji ini pun, sering kalah oleh batang bawah jeruk jc dan rl, hingga yang dominan justru batang bawahnya.

    Sdri. Lastri, Anda bisa melihat apakah  jeruk nipisnya masih ada, hanya kalah oleh batang bawah yang tumbuh dari pangkal batang? Kalau benar demikian, segera tebang batang bawah yang tumbuh bongsor itu, dan peliharalah jeruk nipisnya. Apabila jeruk nipisnya sudah tidak ada, Anda bisa membeli benih jeruk nipis baru, untuk disusukan (ditempelkan), pada batang bawah jeruk jc atau rl yang ada. Komunikasikanlah hal ini ke penangkar atau pedagang tempat Anda membeli benih. # # #
    Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan

    Foto : F. Rahardi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *