KHASIAT LABU SIAM
by indrihr • 02/05/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya pemasok sayuran ke beberapa pasar swalayan. Salah satu di antaranya labu siam. Bolehkah dalam kemasan sayuran tersebut, saya mencantumkan bahwa labu siam berkhasiat menurunkan darah tinggi dan kolesterol? (Amran, Bogor).
Sdr. Amran, darah tinggi (tekanan darah di atas normal), merupakan penyakit yang cukup serius. Penyakit darah tinggi harus diobati oleh dokter menggunakan obat farmasi modern. Biasanya, untuk membantu mempercepat penurunan tekanan darah hingga kembali normal, pasien disarankan mengonsumsi sayuran dan buah segar. Salah satunya labu siam. Tetapi tidak berarti labu siam berkhasiat menurunkan tekanan darah dan kandungan kolesterol. Sama dengan buah belimbing manis yang juga sering dipromosikan sebagai “berkhasiat menurunkan darah tinggi dan kolesterol”.

Labu siam hanya merupakan salah satu contoh sayuran, yang bisa membantu proses penurunan tekanan darah, setelah pasien diberi obat farmasi oleh dokter. Sebenarnya, yang bisa membantu proses penurunan tekanan darah tinggi, tidak hanya labu siam dan belimbing manis. Semua sayuran dan buah dengan kadar air tinggi, misalnya labu air, timun, jambu air, semangka, semua itu bisa membantu proses penurunan tekanan darah. “Khasiat” membantu proses penurunan tekanan darah itu, disebabkan oleh kandungan air yang tinggi dalam buah dan sayuran tersebut. Jadi yang membantu menurunkan tekanan darah, bukan sayuran dan buah, melainkan kandungan air yang tinggi.
Kalau demikian halnya, kita bisa mengonsumsi sayuran dan buah apa saja, kemudian minum air putih sebanyak mungkin. Dampaknya akan sama, bahkan mungkin lebih baik, dibanding dengan mereka yang mengonsumsi labu siam, tetapi kurang minum air putih. Dalam keadaan sehat, setiap orang harus minum sekitar 0,03 liter per kilo berat badan per hari. Jadi orang dengan bobot 60 kg, harus minum 1,8 liter air. Untuk terapi penurunan tekanan darah, ke dalam tubuh harus dimasukkan lebih banyak air. Selain melalui air minum, juga melalui konsumsi buah dan sayuran.
Jadi, informasi bahwa labu siam bisa menurunkan tekanan darah tinggi, tidak benar. Yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi, hanya obat yang diberikan oleh dokter, dan pola hidup sehat. Yang disebut pola hidup sehat ialah olah raga, dan mengonsumsi menu seimbang. Pencantuman berbagai penjelasan dalam kemasan makanan dan obat yang dipasarkan untuk umum, diatur oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM). Hingga orang atau lembaga tidak boleh memroduksi, dan mengedarkan makanan disertai dengan penjelasan yang tidak sesuai dengan fakta.
Untuk tujuan promosi, tentu bisa saja Anda mencantumkan dalam kemasan sayuran itu, sebutan bahwa sayuran (tidak hanya labu siam), mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat makanan yang diperlukan oleh tubuh. “Makanlah menu seimbang berupa karbohidrat, protein nabati/hewani, sayuran dan buah-buahan!” Promosi semacam itu bisa dibenarkan, dan tidak mengelabuhi publik. Banyak pengusaha yang memanfaatkan ketidaktahuan publik, demi keuntungan sepihak. Misalnya memromosikan khasiat ekstrak kulit manggis secara berlebihan. Pertanyaannya, benarkah itu kulit manggis? Lalu buahnya dikemanakan? # # #
Artikel pernah dimuat di Mingguan Kontan
