• DAUN SALAM UNTUK EKSPOR

    by  • 05/12/2016 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya eksportir sayuran dan bumbu dapur ke Timur Tengah, memerlukan daun salam kering dalam jumlah besar. Di manakah saya bisa mencari komoditas tersebut? Apakah sudah ada petani atau pemasok yang bisa menjadi rekanan saya? (Mahmud, Jakarta).

    Sdr. Mahmud, di Indonesia belum ada petani yang secara khusus membudidayakan daun salam (Indonesian bay leaf, Indonesian laurel, Syzygium polyanthum). Daun salam yang dibawa ke pasar induk dan disebarkan ke pasar tradisional serta warung-warung, berasal dari pemetik daun salam, yang berkeliling dari kampung ke kampung. Pohon salam yang diambil daunnya merupakan tanaman di halaman rumah penduduk, atau sebagai peneduh jalan di komplek perumahan. Karenanya pasokan daun salam segar tak pernah stabil.

    daun-salam-a
    Kalau Anda memang punya pasar daun salam kering, saran saya menghubungi petani untuk menanamnya, dengan resiko baru akan bisa mulai dipanen paling cepat dua tahun yang akan datang. Alternatif II, Anda menghubungi para pemetik daun salam, dan menawarkan harga lebih tinggi dari harga pasaran pada waktu itu. Alternatif III, Anda datang ke pasar induk untuk memborong daun salam yang ada, menyortir, mengeringkan, dan mengekspornya. Dalam kondisi seperti sekarang ini, jangan berharap ada pemasok yang siap melayani Anda.

    Sebenarnya daun salam diperlukan dalam volume yang sangat kecil sebagai bumbu masakan. Namun kebutuhannya rutin dan konsumennya cukup luas. Diperlukannya daun salam dalam volume besar di Timur Tengah, disebabkan oleh banyaknya TKI di kawasan tersebut. TKI pasti menginginkan masakan khas Indonesia, yang menggunakan bumbu khas Indonesia, termasuk daun salam. Di Timur Tengah, sebenarnya juga ada daun salam yang disebut Bay Laurel, Sweet Bay, Grecian Laurel, True Laurel, Bay Tree, Laurus nobilis).

    Di dunia memang dikenal empat jenis “daun salam” untuk bumbu. Selain daun salam Indonesia, dan daun salam Timur Tengah, ada pula daun salam India yang disebut daun tej pat, tejpat, atau tejpata (Indian bay leaf, Cinnamomum tamala), yang masih satu genus dengan kayu manis (Cinamumum zeylanicum, Cinamumum burmani). Di Amerika Serikat (AS), dikenal California bay leaf , California laurel, Oregon myrtle, Pepperwood, Umbellularia californica). Aroma daun salam AS, India dan Timur Tengah, hampir sama, karena masih satu famili Lauraceae.

    Karenanya, tiga jenis bayleaves ini bisa saling dipertukarkan, tanpa perbedaan rasa masakan yang mencolok. Lain dengan daun salam Indonesia yang merupakan genus Syzygium, dengan aroma yang paling berbeda, dan tak mungkin tergantikan oleh daun salam India, Timur Tengah, atau Kalifornia. Pohon salam kita sebenarnya relatif mudah dibudidayakan. Pengembangbiakan melalui biji, yang biasanya tumbuh di sekitar pohon yang telah berbuah. Buah salam mirip dengan jamblang (duwet, Syzygium cumini) hanya berukuran lebih kecil.

    Salam bisa tumbuh menjadi pohon besar setinggi 30 meter, dengan diameter batang lebih dari satu meter. Namun pohon salam yang ditanam di halaman rumah dan selalu dipangkas, akan tumbuh kerdil. Budi daya salam bisa dilakukan dengan penanaman jarak rapat, seperti pada penanaman teh, kemudian dipangkas rutin. Salam termasuk tanaman bandel yang tahan serangan hama serta penyakit. Namun ketika dibudidayakan secara monokultur, salam juga rentan terhadap serangan hama, terutama ulatbulu, dan kutu daun. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *