SAYURAN SUP DI KALIMANTAN
by indrihr • 23/01/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Selama ini sayuran sup di Kalimantan, khususnya di Samarinda, didatangkan dari luar. Mulai dari kol, wortel, kentang. daun bawang, seledri, semua didatangkan dari luar. Apakah sayuran tersebut tidak bisa dibudidayakan di Kalimantan? (Zainab, Samarinda).
Sdri Zainab, kol, wortel, kentang, daun bawang, dan seledri merupakan sayuran dataran tinggi. Sentra sayuran dataran tinggi di Indonesia antara lain Kabupten Karo di Sumatera Utara, Bukittinggi di Sumatera Barat, Cipanas, Lembang dan Ciwidey di Jawa Barat, Bandungan, Kopeng, dan Tawangmangu di Jawa Tengah, Batu di Jawa Timur, dan Tomohon di Sulut. Belakangan Malinau di Sulsel juga tumbuh menjadi sentra sayuran dataran tinggi. Kol, wortel, kentang, daun bawang, dan seledri, sebenarnya merupakan sayuran dari kawasan beriklim dingin (temparate). Hingga di kawasan tropis, jenis sayuran ini hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi.

Belakangan ada varietas kol yang bisa dibudidayakan di dataran rendah. Kol dataran rendah antara lain sudah dibudidayakan di Kabupaten Sorong Papua Barat. Di Kalimantan Timur, juga di NTT, masyarakat sudah terbiasa membudidayakan daun bawang dan seledri di dataran rendah. Hingga yang masih sulit beradaptasi dengan dataran rendah, tinggal kentang dan wortel. Di Kalimantan, juga di NTT, memang terjadi ironi. Biaya tertinggi memasak sup, bukan untuk membeli daging, melainkan sayuran. Harga sayuran sup di kawasan ini memang sedemikian tingginya, hingga masyarakat lebih memilih memasak sayuran dataran rendah: kacang panjang, terung, bayam, kangkung, dan kenikir.
Dataran tinggi di Pulau Kalimantan, memang terletak sangat jauh dari kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, dan Pontianak. Selain cukup jauh, dataran tinggi di Kalimantan juga masih belum terhubung dengan sarana transportasi darat yang memadai. Sarana transportasi sungai, berkelok-kelok, hingga memakan waktu lama. Selain itu, lahan di Kalimantan juga tidak subur. Pulau Kalimantan bukanlah pulau vulkanis seperti halnya Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Padahal budi daya sayuran dataran tinggi, memerlukan lahan vulkanis yang subur. Masyarakat Dayak di Kalimantan, juga tidak punya tradisi memelihara ternak ruminansia, sebagai sumber pupuk kandang.

Mengintroduksi budi daya sayuran dataran tinggi di Kalimantan, memerlukan biaya sangat besar. Masih lebih murah mendatangkan sayuran tersebut dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, bahkan juga dari Sabah, Malaysia. Meskipun demikian, upaya tersebut masih bisa dilaksanakan. Tak berapa jauh dari Tenggarong, ada dataran tinggi dengan elevasi antara 600 – 900 m. dpl, yang memungkinkannya untuk budi daya sayuran dataran tinggi. Sebelum benih didatangkan, ada baiknya masyarakat setempat dimagangkan ke Jawa, untuk belajar memelihara ternak, dan menanam sayuran.
Setelah itu, barulah mereka diminta untuk mencoba membudidayakan sayuran dataran tinggi di kampung halaman mereka. Alternatif lain, mengupayakan benih kol, daun bawang, dan seledri yang toleran dibudidayakan di dataran rendah. Kentang dan wortel memang masih sulit untuk dibudidayakan di dataran rendah. Namun dua komoditas ini relatif tahan disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Hingga masih bisa ditoleransi seandainya harus didatangkan dari kawasan lain. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto-foto : F. Rahardi
