• SEMANGKA TANPA BIJI

    by  • 11/07/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya ingin menanam semangka tanpa biji. Tapi benihnya harus terus saya beli. Bagaimanakah sebenarnya membuat benih semangka tanpa biji? Maksud saya, biji benih semangka tanpa biji itu berasal dari mana? (Ihwanto, Kebumen)
        
    Semangka tanpa biji (seedless) diciptakan dari semangka biasa yang berbiji. Biji semangka biasa itu disemai, kemudian pucuknya ditetesi kolkisin (colchicine). Kolkisin dibuat dari ekstrak tanaman bakung sub tropis Colchicum autumnale. Semangka biasa berkromosom 22 (2N) dan disebut semangka diploid. Setelah pucuk semaian ditetesi kolkisin, semangka biasa itu akan bermutasi menjadi tanaman tetraploid yang berkromosom 44 (4N). Semangka tetraploid ditandai dengan daunnya yang berwarna hijau gelap, berukuran besar, dan tebal. Batangnya juga berukuran besar dan tumbuh dengan sangat subur.

    semangka-a
    Sama dengan semangka biasa yang diploid, semangka tetraploid juga berbuah biasa dan buahnya berbiji. Buah semangka tetraploid berukuran lebih besar, kulit buah lebih gelap dan tebal, daging buahnya juga berbiji seperti semangka biasa. Biji semangka tetraploid berukuran lebih besar, dengan kulit biji lebih tebal. Biji semangka tetraploid ini kemudian ditanam, berdekatan dengan semangka diploid. Setelah tanaman berbunga, bunga betina semangka diploid ini dikawin silang (diserbuki) dengan tepung sari dari bunga jantan semangka tetraploid. Buah dari hasil penyerbukan silang ini akan terdiri dari tiga jenis semangka.

    Pertama, hasil persilangan itu akan menghasilkan buah semangka diploid dan tetraploid,  sama dengan dua induknya. Buah semangka diploid berpenampilan seperti buah semangka biasa. Buah semangka tetraploid berukuran lebih besar, berkulit lebih tebal dengan warna kulit buah lebih gelap, sama dengan induknya. Selain dua jenis semangka yang sama dengan dua induknya, hasil persilangan semangka biasa dengan semangka tetraploid ini akan menghasilkan semangka triploid yang berkromosom 33 (3N). Semangka triploid hasil persilangan ini masih berbiji biasa. Tetapi, kalau biji semangka triploid ini ditanam, buahnya akan menjadi tak berbiji.

    Para penyeleksi buah di kebun penangkaran benih semangka tak berbiji, akan menyeleksi buah diploid, triploid dan tetraploid. Ukuran, warna dan ketebalan kulit buah semangka triploid, berada di antara semangka diploid dan semangka tetraploid. Semangka diploid dan semangka tetraploid, sebagian besar dijual sebagai buah biasa. Sebagian diseleksi untuk benih pada proses pembuatan benih semangka tak berbiji. Semua buah semangka triploid dikumpulkan untuk diambil bijinya, biji dicuci, dikeringkan, disortasi, dikemas dan dipasarkan sebagai benih semangka triploid, alias semangka tanpa biji.

    Kebun benih semangka tanpa biji memerlukan lahan sangat luas, dengan tenaga kerja banyak (padat karya). Kebun yang sangat luas itu untuk menanam benih induk dan menyeleksinya. Kemudian diperlukan lahan untuk menanam semangka diploid yang diberi perlakuan kolkisin. Lalu ada lahan untuk menanam semangka diploid, berjajar dengan semangka tetraploid. Tenaga kerja diperlukan untuk membungkus bunga betina semangka diploid, agar tak terserbuki oleh bunga jantan sesama semangka diploid. Kemudian saat bunga itu mekar, harus segera diserbuki secara manual dengan serbuk sari bunga jantan semangka tetraploid, lalu kembali dibungkus.

    Tenaga kerja yang banyak juga diperlukan untuk memanen buah semangka triploid, membelah, mengambil bijinya, mencuci, mengeringkan dan terakhir mengemas. Seluruh proses ini berlangsung di satu areal kebun yang luas, di bawah supervisi para peneliti dan pemulia tanaman. Maka harga benih semangka tanpa biji, pasti lebih tinggi dibanding semangka biasa yang berbiji. Siapa pun bisa membuat semangka tanpa biji dengan proses tersebut, tetapi hasilnya belum tentu bagus, dan harganya akan menjadi lebih tinggi. Para produsen benih semangka tanpa biji, bisa efisien karena juga memroduksi benih melon, jagung, dan aneka sayuran.

    Kolkisin juga merupakan obat keras, yang tidak bisa dibeli sembarangan tanpa resep dokter. Para penangkar benih semangka tanpa biji, juga harus memperolah resep khusus dari seorang dokter atau dari Dinas Kesehatan setempat, agar bisa memperoleh kolkisin secara rutin dalam volume lebih besar. Penangkaran benih juga bukan sekadar unit produksi, melainkan juga unit pemasaran. Karena memerlukan lahan luas, sarana/prasarana, tenaga kerja banyak, bisnis penangkaran benih juga memerlukan modal besar, dan manajemen tangguh. Itulah sebabnya petani semangka lebih enak membeli benih semangka tanpa biji daripada membuat sendiri. # # #

    Artikel pernah dimuat di Konsulagro Mingguan Kontan
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *