MANGGA GAGAL PANEN
by indrihr • 06/09/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya seorang karyawan perusahaan swasta, punya kebun mangga warisan orang tua. Meskipun tak ada hama dan penyakit menyerang, tahun ini saya gagal panen mangga. Padahal saya telah memberi pupuk sama seperti tahun-tahun sebelumnya. (Nurmansyah, Indramayu).
Sdr. Nurmansyah, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan budi daya komoditas pertanian, termasuk mangga. Pertama ketersediaan air dan nutrisi (unsur hara makro dan mikro). Kedua intensitas sinar matahari. Ketiga, suhu dan kelembapan udara. Keempat ada tidaknya gangguan hama serta penyakit tanaman. Yang anda sampaikan di atas, barulah sebatas point pertama dan keempat, yakni ketersediaan unsur hara, dan tak adanya gangguan hama serta penyakit tanaman.

Tanaman mangga Anda, juga di hampir semua kebun mangga di Indonesia, tahun ini telah mengalami gagal panen, akibat point dua dan tiga, yakni intensitas sinar matahari, suhu dan kelembapan udara. Mangga baru akan terpacu untuk berbunga, dan menghasilkan buah dengan kualitas serta kuantitas optimum, apabila intensitas sinar matahari tinggi, suhu udara panas, dan kering (kelembapan rendah). Tahun 2016 ini, telah terjadi anomali cuaca, hingga selama musim kemarau terus-menerus turun hujan.
Dampaknya, intensitas sinar matahari rendah, suhu udara juga rendah, dengan kelembapan tinggi. Ini semua tak disukai oleh tanaman mangga. Maka kebanyakan pohon mangga tak mau berbuah, atau berbuah tetapi dengan kualitas dan kuantitas rendah. Ini tak hanya terjadi di Indramayu, tempat tinggal Anda, tetapi juga di sentra-sentra mangga lainnya, terutama di Pasuruan dan Probolinggo. Di sana pun, mangga juga tak mau berbuah, atau berbuah tetapi dengan kualitas dan kuantitas rendah.
Akibat anomali cuaca ini, tak hanya menimpa tanaman mangga, tetapi juga tanaman buah lainnya. Durian, rambutan, dan manggis, tahun ini juga tidak akan panen; atau panen dalam volume terbatas, dengan kualitas buah yang sangat rendah. Ini semua merupakan siklus alam yang mau tidak mau harus dilewati. Tanaman mangga, durian, rambutan, manggis, akan menumbuhkan daun yang lebat. Tahun depan, atau tahun depannya lagi, saat cuaca baik tanaman-tanaman ini akan berbuah dengan kualitas dan kuantitas optimum.
Petani kentang, cabai, tomat dan bawang merah; juga banyak yang gagal panen akibat anomali cuaca 2016 ini. Harga komoditas tersebut terdongkrak naik, akibat kurangnya pasokan sementara permintaan tetap. Para petani sayuran ini akan lebih menderita akibat gagal panen, dibanding para petani tanaman tahunan termasuk mangga. Mangga yang tidak berbuah tahun ini, akan berbuah tahun depan, atau tahun depannnya lagi. Petani mangga tak perlu investasi membuka lahan dan menanam mangga lagi.
Para petani sayuran itu harus mengolah lahan lagi, kemudian menanam komoditas yang sama atau komoditas lain, yang berarti harus kembali mengeluarkan modal kerja. Meskipun petani mangga akan mengeluarkan biaya pupuk, pangkas, dan penyiangan, biaya ini tak akan sebesar biaya yang harus dikeluarkan oleh para petani tanaman semusim, terutama petani sayuran. Itulah kelebihan para pekebun, yang membudidayakan tanaman tahunan, dibanding para petani dengan komoditas tanaman semusim.
Tidak semua komoditas dirugikan oleh curah hujan tinggi selama musim kemarau. Para petani padi bersyukur, sebab yang biasanya hanya bisa panen sekali setahun, sekarang bisa dua kali. Yang biasanya panen dua kali setahun, sekarang bisa tiga kali. Buah pisang dan nanas belakangan ini juga melimpah. Biasanya pada bulan-bulan Oktober sampai Februari, buah pisang akan langka dan harganya melambung. Sebab pada musim kemarau, pisang yang tumbuh di lahan kering tak berbuah.
Dengan curah hujan yang tinggi, tahun 2016 ini pisang dan nanas tetap tumbuh baik dan berbuah selama musim kemarau. Tampaknya Tuhan memang telah mengatur, kondisi apa pun cuaca, tetap akan ada yang diuntungkan, dan ada pula yang dirugikan. Jadi Sdr. Nurmansyah, Anda tak perlu berkecil hati. Tahun 2017, atau mungkin 2018, kebun mangga Anda akan bisa panen melimpah, dengan kualitas buah prima. Tapi pada saat-saat seperti itu pun, Anda perlu waspada. Sebab biasanya saat panen melimpah, harga akan jatuh. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto : F. Rahardi
