• CINCAU CHINA

    by  • 22/09/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Dalam acara Flona di Lapangan Banteng Jakarta, bulan Mei/Juni 2014, saya melihat ada penjual tanaman cincau china. Tanaman itu merambat, tetapi bentuk daunnya beda dengan cincau rambat biasa. Benarkah ada tanaman cincau china? (Marbun, Bekasi, Jawa Barat).

    Sdr. Marbun, memang benar ada cincau china, yang juga sering disebut cincau minyak (Stephania hernandiifolia (Willd.) Walp). Meskipun sama-sama merambat, cincau china memang beda dengan cincau rambat (Cyclea barbata Miers). Daun cincau china berbentuk jorong, dengan ujung tumpul, berwarna hijau gelap dan tak berbulu. Daun cincau rambat biasa berbentuk jantung, dengan ujung runcing, berwarna hijau terang, dan permukaan daun berbulu halus. Meskipun disebut cincau china, sebaran tumbuhan ini mulai dari Afrika, India, Indochina, sampai ke daratan China.

    cincau-cina-a
    Belum ketahuan, mengapa cincau jenis ini disebut sebagai cincau minyak. Yang jelas, cincau yang berasal dari daun cincau china, diklaim lebih padat dibanding dengan cincau rambat biasa. Selama ini di masyarakat dikenal dua jenis cincau, yakni cincau hijau dan cincau hitam. Cincau hijau yang berada di pasaran, tidak pernah dibuat dari cincau rambat. Sebab populasi dan produktivitas cincau jenis ini sangat rendah. Maka para produsen cincau hijau memilih jenis cincau perdu (Premna oblongifolia Merr.) yang populasi tanamannya banyak, dan produktivitas daunnya tinggi.

    Cincau hitam terbuat dari daun janggelan (Platostoma palustre (Blume) A.J.Paton), yakni terna menjalar, yang hanya hidup di dataran tinggi. Hingga sebenarnya, cincau rambat biasa maupun cincau china, hanya merupakan tanaman koleksi para hobiis, bukan tanaman untuk memroduksi cincau guna dipasarkan secara komersial. Merkipun cincau rambat biasa bisa diperbanyak dari biji, akan tetapi perkecambahan bijinya relatif sulit. Demikian pula dengan perbanyakan melalui pemecahan umbi (rimpang) yang berada dalam tanah.

    Cincau hijau perdu, lebih mudah diperbanyak melalui stek batang dan cabang. Produktivitas daun juga cukup tinggi. Maka jenis cincau inilah yang dipilih untuk dibudidayakan secara komersial, guna menghasilkan cincau hijau. Salah satu kelemahan cincau perdu, rasa cincaunya agak langu, tidak seenak cincau rambat. Produksi cincau hijau berbahan baku cincau rambat, masih tidak mungkin sebab raw materialnya tidak tersedia. Kelemahan cincau rambat inilah yang diharapkan bisa diatasi oleh cincau china.

    Beda dengan cincau rambat biasa, cincau china mudah diperbanyak melalui stek sulur. Meskipun sebenarnya, cincau china juga menghasilkan biji di kawasan sub tropis. Akan tetapi di Indonesia, belum diketahui apakah jenis cincau ini juga mampu berbunga dan menghasilkan buah seperti halnya cincau rambat biasa. Meskipun tidak bisa berbuah, perbanyakan cincau rambat china lebih mudah dibanding dengan cincau rambat biasa. Produktivitas daunnya, juga tampak lebih tinggi dibanding cincau rambat biasa.

    Yang masih harus dibuktikan, apakah rasa cincau china sama dengan cincau rambat biasa, lebih enak, atau malahan langu seperti cincau perdu? Sebab sampai sekarang populasi cincau china masih sangat terbatas. Harga benih tanaman ini juga masih dua kali lipat harga cincau rambat biasa. Benih cincau rambat biasa, bisa diperoleh dengan harga Rp 30.000. Benih cincau china dengan ukuran sama, berharga Rp 60.000. Karena perbanyakannya mudah, dalam waktu singkat populasi tanaman ini akan menjadi banyak dan berharga murah. # # #

    Artikel pernah dimuat di Harian Kontan
    Foto : F. Rahardi
        

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *