• KAIN LOTUS RP 4 JUTA PER METER

    by  • 30/10/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Di Indonesia, Lotus hanya dikenal sebagai tanaman hias air bersamaan dengan teratai. Padahal di India, Indochina, RRT, dan Korea, lotus merupakan tanaman sumber sandang dan pangan penting, yang dibudidayakan dengan serius.

    Tangkai daun dan bunga (buah) lotus menghasilkan serat, bijinya untuk nut, dan umbinya (rhizome) sebagai sayuran. Di Myanmar, Thailand, dan Kamboja; lotus dibudidayakan di kawasan rawa-rawa yang tak mungkin ditanami padi. Sepintas lotus di rawa-rawa ini tumbuh liar. Padahal polongnya rutin dipanen untuk diambil “kacang lotusnya”. Kacang lotus merupakan makanan khas Indochina. Demikian pula dengan umbi yang dipanen rutin sebagai sayuran eksklusif. Para wisatawan yang makan di restoran-restoran Indochina, sering bertanya-tanya ketika menyantap sayuran mirip kentang dengan irisan pipih berwarna coklat muda, tetapi dengan beberapa lubang bulat di tengahnya.

    lotus-a
    Itulah umbi lotus, yang sebenarnya merupakan tunas sulur yang menggembung seperti bentuk sosis digandeng-gandeng. Di situs belanja online Alibaba, harga umbi lotus 1,5 sampai 2 dollar AS per kg (Rp 19.500 – Rp 26.000 per kg). Umbi lotus harus dipanen secara rutin, sebab kalau tidak satu umbi itu akan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Demikian pula dengan polongnya. Biji dari polong yang tak dipanen akan berkecambah di sekitar induknya lalu menjadi tanaman baru, hingga rawa itu akan penuh dengan lotus yang tumbuh makin kerdil karena berebut nutrisi dan sinar matahari. Dengan terus-menerus dipanen polong dan umbinya, populasi lotus akan terjaga, sesuai dengan kapasitas perairan tersebut, hingga produktivitasnya juga stabil.

    Di Myanmar, Thailand dan Kamboja, lotus juga dipanen kuncup bunganya. Kuncup bunga lotus merupakan komoditas penting di tiga negeri ini, sebagai salah satu bahan sesaji untuk Sang Buddha. Myanmar, Thailand dan Kamboja merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha. Bagi umat Buddha, lotus warna pink merupakan lambang cinta kasih terhadap sesama, sementara teratai putih sebagai lambang kesucian. Teratai putih (Nymphaea pubescens) mudah rusak setelah diambil dari air. Maka umat Buddha menggunakan kuncup lotus sebagai persembahan untuk Sang Buddha. Di tiga negeri ini, kuncup lotus selalu ada di pasar setiap hari

    # # #

    Umat Buddha juga percaya bahwa jubah Sang Buddha terbuat dari serat tangkai lotus. Maka para petani di Myanmar, Thailand dan Kamboja memanfaatkan tangkai polong dan tangkai daun lotus untuk diambil seratnya. Proses pengambilan serat lotus dari tangkai polong dan tangkai daun, benar-benar memerlukan keterampilan. Pertama-tama tangkai yang akan diambil seratnya, dipisahkan dari polong dan daun. Polong akan diambil bijinya, daun digunakan untuk pembungkus makanan dan teh lotus. Permukaan tangkai polong dan tangkai daun lotus kasar dan tajam karena penuh dengan tonjolan duri. Bagian yang kasar ini dibuang dengan cara diserut menggunakan kain dan air.

    Setelah halus, empat sampai lima tangkai lotus dipegang, dikerat dengan pisau, dipatahkan dan ditarik. Serat lotus itu akan keluar dari bagian patahan tangkai yang ditarik itu, lalu ditempelkan di permukaan meja kayu. Bagian pangkal serat langsung dipintal secara manual dengan telapak tangan sampai menjadi benang, lalu dimasukkan ke dalam wadah. Bagian ujung serat kembali disambung dengan serat baru dari tangkai yang terus dikerat sepanjang 5 cm,  ditarik lalu seratnya ditempelkan (disambungkan) ujung serat tersebut. Demikian seterusnya, hingga diperoleh gulungan benang lotus. Benang lotus ini bisa dipintal ulang, bisa pula langsung ditenun, dengan atau tanpa diwarnai.

    Karena produktivitasnya yang sangat rendah, harga kain dari serat lotus merupakan yang tertinggi di dunia. Dibanding harga kain dari sutera alam dan wool, harga kain dari benang lotus masih lebih tinggi. Sebagai gambaran, selembar kain lotus ukuran 100 X 90 cm, memerlukan 70.000 tangkai lotus. Di situs penjualan online http://samatoa.lotus-flower-fabric.com/product/pure-lotus-fabric/ kain lotus 100%, lebar 1 m, dibanderol dengan harga 318 dollar AS per meter. (Rp 4.134.000). Masih di situs Samatoa Lotus, tetapi yang memasarkan kain campuran lotus dan sutera http://samatoa.lotus-flower-fabric.com/product/lotus-silk-fabric-unesco/ kain campuran 50% lotus, 50% sutera alam, lebar 1 m, ditawarkan seharga 145 dollar AS per meter (Rp 1.885.000). Harga ini jauh lebih murah dibanding kain lotus 100%.

    Kain lotus 100% yang ditawarkan di situs Samatoa Lotus, merupakan kain polos tanpa warna dan ditenun kasar. Kain lotus 100% yang lebih halus dan diberi warna atau motif, akan berharga dua sampai tiga kali lipat. Membeli kain lotus secara online, haruslah ekstra hati-hati. Sebab banyak sekali kain lotus atau sutera lotus yang ditawarkan di situs penjualan online. Saat dilihat dengan lebih cermat, ternyata yang ditawarkan bukan kain dari serat tangkai lotus, melainkan kain bermerk Lotus, atau bermotif bunga lotus. Sampai sekarang, kain lotus masih merupakan barang sangat mewah, yang hanya dikenal dan dikenakan oleh sedikit orang.

    # # #

    Tingginya harga kain lotus merupakan konsekuensi dari hukum pasar. Ketika produksi sangat rendah, sementara permintaan tinggi. Otomatis harga akan melambung. Lotus memang bisa dibudidayakan secara massal, tetapi proses pengambilan serat dari tangkai, tetap harus dilakukan secara manual menggunakan tangan, dengan produktivitas sangat rendah. Sutera alam dan wool, sudah bisa diproduksi massal, dengan dibantu mesin. Tetapi produktivitas sutera alam dan wool masih kalah oleh kapas. Maka dua produk serat hewani ini berharga lebih tinggi dari kapas (katun). Kapas dan serat nabati seperti hemp, abaka, sisal, rami, dan flax juga tetap berharga lebih tinggi dari serat sintetis dari polimer seperti rayon dan polyster.

    Di dunia ini dikenal dua jenis lotus, yakni yang berbunga pink dan yang berbunga putih, atau kuning pucat. Lotus berbunga pink juga disebut lotus Asia, Nelumbo nucifera. Lotus berbunga putih dan kuning pucat juga disebut lotus Amerika, Nelumbo lutea. Dua jenis lotus ini sudah menyebar ke seluruh dunia sebagai tanaman hias air, bersamaan dengan teratai (genus Nymphaea), dan Victoria. Hibrida dua jenis lotus ini berbunga pink muda, dengan kelopak bunga berjumbai. Dari dua jenis lotus ini, yang dibudidayakan untuk diambil polong, umbi dan seratnya, hanya lotus Asia yang berbunga pink. Pertumbuhan lotus juga sangat pesat, hingga di beberapa negara menjadi spesies ekspansif yang memenuhi perairan.

    Masyarakat awam sering sulit membedakan antara lotus dan teratai. Lotus bertangkai daun dan bunga panjang, menyembul jauh keluar dari permukaan air. Sepintas daun lotus tampak seperti payung. Daun teratai menempel di permukaan air dengan tangkai daun tak kelihatan. Bunganya teratai memang menyembul keluar dari permukaan air, tetapi tangkainya sangat pendek. Lotus (genus Nelumbo) hanya  terdiri dua spesies. Teratai (genus Nymphaea), terdiri dari 44 spesies. Warna bunga teratai juga lebih beragam mulai dari putih, pink, ungu, merah, dan kuning dengan berbagai variasinya. Genus Victoria, yang lebih dikenal sebagai teratai raksasa, juga seperti Lotus, hanya terdiri dari dua spesies, yakni Victoria amazonica dan Victoria cruziana. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *