KECOMBRANG DAN KEKUATAN BADAK
by indrihr • 06/11/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Kalau Anda berwisata ke Pangandaran, kampung halaman Menteri Kelautan, dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, jangan lewatkan untuk minum jus kecombrang. Minuman segar khas Pangandaran ini diklaim bisa meningkatkan stamina, vitalitas, dan kebugaran tubuh.
Kalau dikaitkan dengan kiprah Menteri Susi, klaim tersebut masuk akal. Meskipun belum tentu Menteri Susi rajin minum jus kecombrang. Keberanian, ketegasan, dan stamina Menteri Susi, memang luar biasa dibanding menteri-menteri lain. Ini semua diakui dunia internasional. Kebetulan Menteri Susi berasal dari Pangandaran, sama dengan jus kecombrang yang populer sebagai minuman khas kawasan wisata di tenggara Jawa Barat ini. Klaim khasiat jus kecombrang lebih masuk akal ketika dikaitkan dengan kekuatan badak cula satu. Satwa langka yang sekarang tinggal tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon ini, memang senang makan kecombrang; yang juga disebut honje, kantan, kincung, sambuang, siantan, dan kacicang.

Di Taman Nasional Ujung Kulon memang banyak tumbuh kecombrang liar yang disebut honje hutan. Bahkan di Taman Nasional itu ada bukit yang diberi nama Gunung Honje, karena vegetasinya didominasi oleh tumbuhan honje hutan (Etlingera hemisphaerica). Buah honje hutan inilah yang dimanfaatkan untuk bahan jus kecombrang di kawasan Pangandaran. Sebenarnya buah kecombrang biasa (Etlingera elatior) juga bisa dibuat jus, tetapi warna merahnya agak pucat. Maka biasanya produsen jus kecombrang menggunakan bahan berupa buah kecombrang biasa, dicampur dengan buah honje liar. Jus kecombrang bukan hanya bisa diperoleh di Pangandaran, tetapi juga bisa dibeli secara online.
Situs penjualan online Tokopedia menyebut jus kecombrang ini sebagai “Jus Honje Laka Khas Pangandaran – 1001 Khasiat Dan Manfaat”. Jus ini ditawarkan seharga Rp 20.000 per kemasan 800 gram. Di situs penjualan online Bukalapak, produk ini disebut “Jus Honje (Kecombrang) yang Banyak Khasiatnya Khas Pangandaran”. Yang ini ditawarkan Rp 25.000 per kemasan 400 gram. Di dua situs ini, harga jus kecombrang yang dicantumkan belum termasuk biaya pengiriman. Perbedaan harga seperti ini, disebabkan oleh tingkat kepekatan jus yang berbeda-beda. Pengertian jus di sini berarti konsentrat, dengan tingkat kepekatan tinggi, yang harus dicampur air sebelum diminum. Semakin pekat jus tersebut, semakin tinggi harganya, meskipun berbobot lebih kecil.
# # #
Kecombrang dan honje hutan merupakan dua dari 100 spesies genus Etlingera. Di Indonesia, penelitian terhadap genus Etlingera tak sebanyak dan sebaik di Malaysia. Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara tempat tumbuh genus Etlingera terbanyak. Tak semua spesies dari genus Etlingera berbunga dengan tangkai panjang seperti kecombrang dan honje hutan. Bunga beberapa spesies Etlingera tumbuh menempel di tanah. Misalnya pelekak, Etlingera punicea, dengan bunga berukuran kecil dan menempel di tanah. Kecombrang, selama ini juga lebih dikenal sebagai bahan bumbu dan sayuran. Kuncup bunga kecombrang merupakan bahan sayuran, baik dimakan mentah sebagai salad (karedok), disayur, untuk sambal, maupun sebagai bumbu.
Menu dengan bahan utama kuncup bunga kecombrang bisa berupa salad, urap, pecel, karedok, dan sambal kecombrang. Sambal kecombrang disebut dengan berbagai nama, bergantung daerahnya. Yang disebut sambal kecombrang, sebenarnya sama dengan salad, terancam, atau karedok. Bahan bakunya tetap kuncup bunga kecombrang, dengan ragam bumbu berlainan, bergantung daerah masing-masing. Kuncup bunga kecombrang relatif jarang dimasak sebagai sayuran tunggal. Biasanya kuncup bunga kecombrang justru lebih dominan sebagai salah satu bumbu untuk memasak daging, ayam, atau ikan. Arsik merupakan resep masakan ikan mas dengan bumbu kecombrang dari Sumatera Utara yang paling populer.
Kuncup bunga kecombrang yang biasa dimasak tunggal, sebagai sambal maupun bumbu, hanyalah kecombrang biasa, bukan honje hutan. Meskipun sebenarnya bunga honje hutan juga sama-sama bisa dimasak dan dijadikan bumbu. Alasannya, bunga honje hutan berukuran lebih kecil dibanding kecombrang biasa. Karenanya, para petani lebih senang memelihara bunga honje hutan sampai menjadi buah. Buah honje hutan, disenangi oleh pembuat jus buah honje, karena lebih masam dan warna jus lebih merah dibanding bunga kecombrang biasa. Dengan alasan tersebut, kecombrang biasa dibudidayakan petani sebagai penghasil bunga, sementara honje hutan untuk dipanen buahnya.
Sampai sekarang, kecombrang maupun honje hutan masih belum dibudidayakan secara serius (monokultur) oleh para petani. Para petani masih menanam kecombrang di kebun mereka, campur tanaman lain, bahkan berada di bawah tegakan pohon-pohon tanaman keras. Padahal harga kuncup bunga kecombrang cukup tinggi. Di situs Tokopedia, Bukalapak dan Indotrading, kuncup bunga kecombrang ditawarkan dengan harga Rp 35.000 per kemasan. Harga di tingkat petani pasti lebih rendah, tetapi masih cukup menarik. Memang ada pengusaha benih, yang mengaku mampu menjual kuncup bunga kecombrang seharga Rp 50.000 per kg, tetapi itu hanya untuk promosi, agar benih yang juga dijualnya Rp 50.000 bisa laris manis.
# # #
Sebagian besar dari 100 spesies genus Etlingera merupakan tanaman hias yang sangat populer. Termasuk kecombrang biasa, yang juga banyak ditanam sebagai elemen taman maupun tanaman hias tunggal. Di dunia internasional Etlingera venusta populer dengan sebutan Malay Rose Torch Ginger. Sedangkan Etlingera corneri dikenal dengan nama Rose of Siam. Dua spesies Etlingera memang berbentuk persis mawar. Kelopak bunga Malay Rose Torch Ginger berwarna ungu pada bagian pangkal, dengan gradasi putih semakin ke ujung. Hingga dari jauh, bagian tengah bunga Malay Rose Torch Ginger tampak berwarna putih, dan bagian pinggirnya ungu muda. Sedangkan seluruh kelopak bunga Rose of Siam berwarna merah gelap, hingga sepintas mirip dengan mawar hutam. Kecombrang kita Elitngera elatior, juga ada yang berbunga putih, dan populer didunia sebagai Thai White Torch Ginger.
Sekarang, semua kecombrang, termasuk kecombrang kita dan Malay Rose Torch Ginger kebanggaan Malaysia, dipasarkan dipasarkan oleh Thailand ke selurruh dunia sebagai Rose of Siam. Ini merupakan kreatifitas Thailand dalam mengemas, memberi label (termasuk nama), dan memasarkan produk pertanian buah dan bunga tropis. Bunga jahe-jahean pun mereka kembangkan dan dipasarkan sebagai Tulip of Siam. Padahal bunga jahe-jahean ini sama sekali tak ada persamaannya dengan bunga tulip asli. Masih agak masuk akal ketika kecombrang Thailand itu mereka promosikan sebagai Rose of Siam. Upaya Thailand dalam mengemas dan memasarkan kecombrang sebagai Rose of Siam sangat berhasil.
Indonesia memang tak punya semacam “grand design” untuk memroduksi, mengemas, dan memasarkan produk pertanian ke pasar internasional. Kalau ada keberhasilan menampilkan sebuah inovasi, itu selalu merupakan upaya individu. Ketika sebuah produk menjadi populer, aparat pemerintah, LSM, dan perguruan tinggi buru-buru mengklaim sebagai “karya” mereka. Jus buah kecombrang khas Pangandaran ini merupakan salah satu hasil inovasi individu, yang sebentar lagi akan menasional. Pada saat itulah akan bermunculan para “pahlawan” yang mengklaim bahwa produk jus kecombrang merupakan hasil inovasi mereka. Media massa, terlebih media online, juga mudah sekali terperdaya untuk ikut memromosikan kebohongan mereka. # # #
Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
Foto : F. Rahardi
