• ANGGUR KEDIRI KUNING

    by  • 22/11/2017 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Dengan surat keputusan (SK) No. 361/Kpts/LB.240/6/2004, tanggal 2 Juni 2004, Menteri Pertanian  melepas varietas anggur Kediri Kuning. Tanaman ini berasal dari koleksi Kebun Percobaan (KP)  Banjarsari, Tongas, Probolinggo, Jawa Timur,  nomor BS 88.

    Anggur BS 88 merupakan introduksi dari Belgia, Uni Eropa. Pelepasan varietas anggur Kediri Kuning, berdasarkan usulan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB – TPH) Jawa Timur, serta Dinas Pertanian Kabupaten Kediri; atas nama Baswarsiati, M. Taufiq, Yuniarti,   Diding Rahmawati dan Kasmiran. Sumber benih yang diusulkan berasal dari pohon induk nomor PI/An/f/Jtm/15, milik Kasmiran, Jl. Kaliombo Raya No. 98  Kecamatan Kota, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Varietas anggur ini disebut Kediri Kuning, karena kulit buah berwarna hijau kekuningan dan banyak dibudidayakan di halaman rumah di Kediri.

    Anggur-banjarsari-a
    Sebelum pelepasan varietas anggur Kediri Kuning, Menteri Pertanian telah melepas anggur varietas Probolinggo Biru dengan SK No. 856/Kpts/TP.240/12/1985, tanggal 28 Desember 1985; anggur varietas Bali dengan SK No. 857/Kpts/TP.240/12/1985, tanggal. 28 Desember 1985; dan anggur varietas Probolinggo Super dengan SK No. 104/Kpts/TP.240/3/2000 tanggal 7 Maret 2000. Tahun 2007, Menteri Pertanian kembali melepas anggur varietas Prabu Bestari dengan SK No. 600/Kpts/SR.120/11/2007, tanggal 7 November 2007. Kemudian tahun 2008, Menteri Pertanian melepas anggur varietas Jestro Ag60, dengan SK No. 1745/Kpts/SR.120/12/2008, tanggal 22 Desember 2008; dan Jestro Ag86, dengan SK No. 1755/Kpts/SR.120/12/2008, tanggal 22 Desember 2008.

    Tahun 2015, Menteri Pertanian melepas lagi dua varietas anggur. Pertama Jestro Ag45, dengan SK No. 006/Kpts/SR.120/D.2.7/1/2015 tanggal 12 Januari 2015. Kedua Jestro Ag5, dengan SK No. 019/Kpts/SR.120/D.2.7/2/2015, tanggal 18 Februari 2015. Sejak pelepasan varietas anggur pertama tahun 1985 sampai dengan pelepasan terakhir tahun 2015, Indonesia tercatat punya sembilan varietas anggur unggulan. Itu merupakan seleksi dari ratusan varietas yang pernah dikoleksi oleh KP Banjarsari. Bahkan varietas pertama yang dilepas, Probolinggo Biru dan Bali, diintroduksi oleh pemerintah Hindia Belanda, dan sudah ratusan tahun beradaptasi dengan iklim tropis.

    # # #

    Dari sembilan varietas anggur yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian RI, ada yang bersilsilah jelas. Misalnya Probolinggo Biru yang berindukkan “Black Hamburg” (Frankenthaler); dan varietas Bali yang berindukkan Alphonse-Lavallée. Ada pula yang tak terlalu jelas. Kediri Kuning termasuk yang tak terlalu jelas asal-usulnya. KP Banjarsari hanya menyebutkan bahwa BS 88 yang menjadi induk Kediri Kuning diintroduksi dari Belgia. Karenanya, verietas Kediri Kuning juga disebut anggur Belgia. Negeri ini memang sudah mengembangkan budidaya anggur untuk bahan wine sejak abad 9. Belgia belajar membudidayakan anggur dari Perancis yang sudah berpengalaman sejak abad 4.

    Belgia merupakan negeri kecil. Total luas wilayahnya hanya 30,528 km2. Masih kalah dari Jawa Barat dengan luas wilayah  37,173.97 km2. Hingga peran Belgia dalam industri wine dunia hampir tidak ada. Negeri ini baru agak lebih serius memperluas areal budidaya anggur, pada akhir tahun 1990an dan awal tahun 2000an. Anggur yang dibudidayakan Belgia terdiri atas 34 varietas putih (hijau), dan 11 varietas merah (hitam). Tidak pernah jelas, varietas apakah anggur Belgia yang diintroduksi oleh BP Banjarsari dan diberi nomor BS 88 itu. Pencatatan dan penyimpanan data yang tidak rapi, juga pejabat yang berganti-ganti; telah mengaburkan asal-usul anggur Kediri Kuning.

    Tahun 1992, di Bali ada perusahaan Hatten yang mulai memroduksi wine dari bahan buah anggur hasil budidaya rakyat di Kecamatan Gerokgak, dan Seririt, kabupaten Buleleng. Tahun 1994 Rosé vintage, produksi Hatten pertama dirilis dan dipasarkan. Hatten memroduksi wine dari bahan anggur Bali dan juga anggur Kediri Kuning. Meski sudah diproduksi menjadi wine oleh sebuah perusahaan komersial, tetap tak ada kejelasan tentang asal-usul varietas anggur ini. Sampai tahun 2010, ada pendatang baru industri wine di Bali, bernama Sababay. Mulyati, pendiri Sababay Winery, penasaran tentang asal-usul Kediri Kuning. Ia mengirim daun kering varietas anggur ini ke Italia untuk dites DNAnya.

    Hasil tes DNA di Italia itu, menunjukkan bahwa Kediri Kuning ternyata identik dengan Muskat Kuning, Moscato Giallo. Pada waktu mengembangkan agroindustri wine akhir tahun 1990an, Belgia memang mengintroduksi banyak varietas baru, termasuk Muskat Kuning. Akhir dekade 1990an itu, Indonesia mengintroduksi Muskat Kuning ini dari Belgia. Di Italia sendiri, Muskat Kuning termasuk varietas yang diunggulkan, karena relatif tahan penyakit, produktivitas tinggi, beraroma harum dan sangat manis. Pada awal abad 21, Italia juga pernah menganalisis DNA Muskat Kuning, dan ketahuan bahwa varietas ini masih berkerabat dengan anggur putih Perancis Muscat Blanc à Petits Grains yang berasal dari Yunani.

    # # #

    Di Yunani, Muscat Blanc à Petits Grains, disebut dengan nama Moscato bianco, Muscat blanc, Muscat Canelli, Muscat de Frontignan, Muscat de Lunel, Muscat d’Alsace, Muskateller, Moscatel de Grano Menudo, Moscatel rosé and Sárgamuskotály. Dengan berbagai nama tadi, Muskat Kuning diyakini merupakan keturunan dari anggur Anathelicon moschaton yang sudah dibudidayakan pada zaman Yunani Kuno. Bersama-sama dengan sekitar 200 varietas budidaya (kultivar) lain, termasuk yang berkulit merah, ungu dan hitam; Muskat Kuning merupakan anggota dari kelompok anggur Muskat, yang merupakan bagian dari spesies Vitis vinifera. Sedangkan genus Vitis, terdiri dari 79 spesies.

    Anggur kelompok Muskat berasal dari kawasan gurun di Timur Tengah. Muskat sudah dibudidayakan di Persia dan Mesir Kuno pada tahun 3000 SM. Tak pernah jelas mengapa kelompok varietas ini disebut Muskat. Salah satu teori menyebutkan bahwa kemungkinan Muskat berasal dari kosa kata Bahasa Persia muchk, yang dalam Bahasa Yunani moskos, Latin muscus, Italia mosca dan Perancis musc. Semua kata itu mengacu ke aroma yang harum. Teori lain mengatakan bahwa nama Muskat berasal dari nama kota Muscat di Oman. Ada pula yang menyebut nama Muskat berasal dari nama kota Moschato di Yunani. Selaian Muskat Kuning, kelompok anggur Muskat, ada yang berwarna putih (Muscat Ottonel), dan hitam (Black Hamburg); serta variannya.

    Setelah tahu bahwa Kediri Kuning sama dengan Muskat Kuning, Sababay mendatangkan stek varietas tersebut langsung dari Italia untuk ditanam di Garokgak dan Seririt. Ketika varietas Muskat Kuning dari Italia ini berbuah, mata tunasnya disambungkan ke tanaman anggur Bali yang sudah produktif. Hasilnya, dalam waktu enam bulan sambungan itu mulai berbuah, dan setelah dua tahun, batang Muskat Kuning sudah tumbuh sama besar dengan batang asli anggur Bali. Mata tunas Muskat Kuning itu kemudian ditawarkan ke para petani di Buleleng, untuk disambungkan ke tanaman anggur Bali mereka. Sekarang sudah ada lebih dari 100 petani di Garokgak dan Seririt yang menyambung tanaman anggur Bali mereka, dengan Muskat Kuning, dengan harapan pendapatan mereka meningkat. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *