• SKALA MINIMAL INVESTASI MINYAK ASIRI

    by  • 05/01/2018 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya berniat terjun sebagai produsen minyak asiri. Berapakah skala minimal luas lahan yang diperlukan, agar secara ekonomis kegiatan ini layak sebagai sebuah usaha? Komoditas apa sajakah yang pasarnya masih bagus? (Ines, Malang).

    Sdri Ines, luas lahan yang diperlukan untuk memulai usaha minyak asiri, tidak ada batas minimalnya. Anda bisa memulai kegiatan ini dengan memanfaatkan halaman atau kebun di samping atau belakang rumah. Sebab untuk memulai sebuah kegiatan diperlukan langkah awal. Ibarat Anda mau pergi ke Surabaya, jangan ditanyakan berapa biaya minimalnya. Yang penting Anda berdiri, mempersiapkan diri, lalu melihat berapakah uang yang Anda miliki. Ekstrimnya, Anda bisa keluar rumah, berjalan kaki menuju jalan raya, lalu mencari tumpangan truk, agar bisa sampai Surabaya.

    ylang-ylang-a
    Anda juga jangan memulai dengan investasi ketel penyulingan. Sebab itu merupakan kegiatan pada saat material yang akan disuling sudah tersedia. Mulailah dengan mencari (membeli) benih nilam, sereh wangi, sereh dapur, akar wangi, jeringau, kenanga, ylang-ylang dan lain-lain yang merupakan tanaman penghasil bahan untuk disuling menjadi minyak asiri. Semakin banyak benih yang Anda kumpulkan akan semakin baik. Apabila koleksi tanaman Anda sudah cukup banyak, bagi-bagikanlah ke tetangga. Pucuk nilam bagus untuk dikeringanginkan, kemudian digunakan untuk mengharumkan lemari pakaian.

    Setelah populasi tanaman cukup banyak, cobalah Anda beli alat destilasi kapasitas 1 – 2 kg. raw material yang biasa digunakan di lab. Alat destilasi ini biasanya terbuat dari gelas, dengan bahan bakar alkohol atau spirtus. Cobalah Anda suling bahan-bahan minyak asiri itu, dalam volume seadanya. Produksi minyaknya memang sangat kecil, tetapi Anda bisa memeriksakannya ke Balitro, agar ketahuan spesifikasinya, terutama indeks biasnya. Minyak asiri hasil destilasi ini bisa Anda kemas dalam botol-botol mikro yang biasa digunakan untuk membagi-bagikan parfum contoh, kemudian dicoba untuk dijual.

    nilam-a
    Kegiatan ini akan sangat menyenangkan, apabila Anda memang benar-benar berniat terjun memroduksi minyak asiri. Kalau yang ini pun Anda tak tertarik, jangan pernah memulainya dalam skala besar dengan menggunakan modal yang juga besar. Ketika Anda merasa senang dengan aktivitas ini, sebenarnya keberhasilan tinggal menunggu waktu. Saat benar-benar investasi menanam maupun membuat unit penyulingan, Anda sudah menguasai banyak hal. Mulai dari onfarmnya, offfarmnya, sampai ke pemasarannya. Dengan mengetahui banyak hal, Anda juga akan lebih berhati-hati dalam melangkah.

    Ketika Anda sudah benar-benar memahami minyak asiri dari berbagai aspek, kemudian memutuskan untuk berinvestasi, barulah dihitung dengan lebih detil. Luas lahan dan volume ketel, disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda; bukan dengan keinginan untuk menjadi “kaya mendadak”. Hingga ketika Anda baru bisa investasi ketel 1,5 kuintal misalnya, ya itu sajalah yang digunakan sebagai patokan, hingga dicari alternatif komoditasnya, lalu luas lahan yang diperlukan. Uang yang Anda miliki, atau uang pinjaman; jangan digunakan untuk membeli lahan. Gunakan untuk biaya penanaman, investasi ketel, dan operasional panen serta penyulingan.

    Untuk memenuhi kapasitas unit penyulingan yang akan dibangun, ajaklah masyarakat untuk menanam berbagai komoditas penghasil minyak asiri tersebut. Lebih ideal lagi kalau masyarakat bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur milik Perum Perhutani, atau PT Perkebunan Nusantara XII yang menguasai lahan-lahan perkebunan di Jawa Timur. Perhutani pasti berharap masyarakat bisa ikut berperan “menghutankan kembali” lahan-lahan yang sudah terlanjur “botak”, dengan komoditas kenanga, ylang-ylang, pala, dan kayu manis. PTPN akan senang apabila lahan-lahan bekas tebangan, bisa ditanami dengan tanaman semusim, sebelum mereka kembali menanaminya kembali dengan tanaman pokok.

    Tentang peluang pasar, selama ini tidak pernah ada informasi bahwa harga salah satu komoditas minyak asiri sampai jatuh, hingga petani kesulitan untuk menjualnya. Andaikan hal ini terjadi, Anda juga tak perlu terlalu cemas, sebab minyak asiri bisa disimpan dalam jangka waktu tak terbatas, asal menggunakan wadah sesuai dengan ketentuan. Melangkah pelan dan hati-hati, selalu berpeluang lebih besar untuk meraih sukses; dibanding mereka yang berlari dengan ceroboh. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *