WARNA BUNGA HIDRANGEA
by indrihr • 03/09/2018 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya petani bunga. Belakangan ini bunga hidrangea laris manis sebagai bahan rangkaian. Bukan hanya bunganya tapi juga daunnya. Benarkah warna bunga ini bisa diatur disesuaikan dengan tingkat kemasaman (pH) tanah? (Lucia, Denpasar).
Sdri. Lucia, bunga hidrangea, hortensia, panca warna, kembang bokor, pecah seribu, kembang seribu; ada banyak jenisnya. Dalam International Plant Names Index (IPNI), tercatat ada 52 spesies bunga suku Hydrangeaceae ini. Yang paling banyak ditanam di Indonesia Hydrangea macrophylla, yang terdiri dari dua varietas dan satu subspesies, dengan puluhan hibridanya. Jadi, memang ada warna hidrangea yang dipengaruhi oleh tingkat kemasaman tanah, tetapi ada pula warna hidrangea yang akan tetap stabil ditanam di mana-mana, tergantung spesies, varietas dan jenis hibridanya.
Spesies Hydrangea macrophylla, terutama varietas otaksa, akan berwarna biru, apabila dibudidayakan di lahan bertanah masam (pH di bawah 7). Di lahan bertanah netral (pH 7), bunga akan berwarna putih mengarah krem. Di lahan bertanah basa (pH di atas 7), bunga akan berwarna pink. Dengan catatan, elevasi lahan budidaya di atas 700 meter dpl. Sebab hidrangea merupakan bunga dataran tinggi. Semakin tinggi lokasi budidaya, akan semakin besar kuntum bunga hidrangea. Di Bali, lokasi budidaya hidrangea antara lain tampak di kiri kanan jalan dari Bedugul menuju Singaraja, dengan elevasi di atas 1.000 meter dpl.
Lahan untuk budidaya komoditas pertanian, termasuk bunga hortensia, umumnya berpH netral. Dalam kondisi seperti ini, Hydrangea macrophylla var. otaksa akan berwarna putih sedikit krem, agak pudar dan kurang menarik. Tetapi sekarang dijual benih hidrangea berupa biji, dengan hasil bunga mulai dari biru, putih, pink, hijau, bahkan juga merah; meskipun dibudidayakan di lahan bertanah netral. Dari tanaman hasil budidaya dengan benih biji ini, nantinya akan bisa dihasilkan benih vegetatif berupa stek. Kualitas bunga memang akan menurun, hingga setelah f3, harus kembali menggunakan benih asal biji.
Penggunaan hidrangea sebagai rangkaian bunga, baru menjadi trend belakangan ini. Sebelumnya hidrangea hanya berfungsi sebagai tanaman hias di halaman rumah di kawasan pegunungan. Kecuali di Bali, hidrangea sudah sejak lama menjadi bunga kelengkapan sesaji yang cukup populer. Sekarang ini, seperti penjelasan Sdr. Lucia, hidrangea memang telah menjadi salah satu komponen utama rangkaian bunga, termasuk daunnya. Pemakaian hidrangea dalam rangkaian didasari pertimbangan ekonomis. Hidrangea merupakan bunga murah meriah, karena mudah dibudidayakan, cepat berbunga dan bandel.
Jenis bunga dan asesoris daun dalam rangkaian, terus berkembang dari satu dekade ke dekade berikutnya. Sampai dengan dekade 1980, krisan tunggal masih menjadi bunga bernilai tinggi sebagai rangkaian. Waktu itu rangkaian bunga belum disertai papan segiempat dengan tulisan mencolok. Daun rangkaian masih sebatas asparagus. Pada dekade 1990, mulai digunakan papan segiempat dengan tulisan dari bunga kenikir kuning. Daun asesoris mulai berkembang lebih bervariasi. Krisan sprai menjadi bunga murah meriah mengalahkan jenis bunga lain. Pada dekade 2000an, tulisan pada papan ucapan rangkaian bunga diganti kertas.
Dekade 2010, papan ucapan rangkaian bunga berganti digital printing. Krisan sprai mulai tersisih tergantikan oleh hidrangea yang lebih mudah dibudidayakan, dan daunnya bisa sekalian digunakan sebagai asesoris untuk rangkaian murah meriah. Sebelum dekade 1980, mawar tak pernah digunakan untuk rangkaian. Selain menggunakan krisan tunggal, rangkaian bernilai tinggi menggunakan lily putih dari bandungan, atau lily casablanca impor. Bunga murah meriah waktu itu aster, menengahnya gladiol, garbera dan gladiol. Sekarang tiga jenis bunga ini menghilang dari pasar, dan hampir tak ada petani yang membudidayakannya.
Anggrek sebagai bahan rangkaian pun juga mengalami perkembangan. Sebelum dekade 1980 rangkaian anggrek didominasi vanda douglas dan dendrobium cutflowers. Sekarang potplant Phalaenopsis hibrida mendominasi pasar. Sebagai rangkaian, anggrek hampir tak pernah digunakan. Pada penghujung dekade 2010, bunga dan daun hidrangea menjadi trend rangkaian. Konsumen sebenarnya hanya terima nasib. Sebab trend rangkaian tidak ditentukan konsumen, melainkan para perangkai. Petani bunga juga akan selalu patuh dan sangat bergantung pada permintaan perangkai. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Teks foto : Bunga hidrangea di antara krisan dan mawar. (Foto F. Rahardi)

