• MINYAK BUNGA KAMBOJA RP 50 JUTA?

    by  • 17/09/2018 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Tiap hari saya berangkat dan pulang kerja lewat makam dengan banyak pohon kamboja. Saya sering melihat orang mengumpulkan bunga kamboja yang berjatuhan. Untuk apakah bunga-bunga itu? Benarkan minyaknya berharga Rp 50 juta? (Siwi, Surabaya).

    Sdri. Siwi, bunga-bunga kamboja itu dikumpulkan memang untuk diambil minyaknya. Minyak bunga kamboja dikategorikan sebagai minyak asiri, yang dibedakan dari minyak nabati (lemak nabati, minyak goreng). Minyak asiri merupakan bahan parfum, esens, produk farmasi, kosmetik sampai ke pestisida. Minyak bunga kamboja, disebut minyak frangipani (frangipani essential oil). Yang berharga tinggi disebut minyak frangipani murni (frangipani absulute essential oil, 99,0%). Harganya sangat bervariasi. Silakan lihat di situs Alibaba <https://www.alibaba.com/showroom/frangipani-absolute.html>. Di situs ini harga minyak frangipani murni bervariasai antara 350 dollar AS (Rp 5 juta) sampai 6.000 dollar AS (Rp 80 juta).

    Jadi tidak semua minyak frangipani berharga tinggi, karena bergantung tingkat kemurniannya. Minyak frangipani dari bunga kamboja, diambil dengan menggunakan tabung ekstraksi dengan pelarut eter. Kemudian eter yang sudah mengandung minyak frangipani itu didestilasi menggunakan suhu rendah, sampai diperoleh minyak frangipani. Semakin banyak volume bunga kamboja yang kita masukkan ke dalam alat ekstraksi, dan semakin banyak didestilasi, akan semakin tinggi tingkat kemurnian minyak frangipani yang dihasilkan. Paling tinggi, yang disebut frangipani absulute, berkadar 99,9%. Artinya, eternya tinggal 0,1%. Itulah yang menyebabkan minyak asiri absolut bernilai tinggi, apa pun jenis bunganya.

    Tidak semua bunga kamboja bisa diekstrak menjadi minyak frangipani. Genus Plumeria terdiri dari 11 spesies, yang semuanya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Meskipun bernama kamboja, bunga ini sama sekali tak ada kaitan apa pun dengan negeri Kamboja. Diberi nama Kamboja, karena kemungkinan pada zaman Hindia Belanda tanaman ini diintroduksi dari Kamboja, sebab negeri jajahan Perancis ini sudah terlebih dahulu mendatangkannya dari benua Amerika. Sama dengan sawo manila yang asli Amerika Selatan, tetapi kita mengintroduksinya dari Filipina. Di pulau Jawa, kamboja kemudian sangat populer sebagai tanaman pelindung, sekaligus tanaman hias di makam. Baru belakangan kamboja menjadi tanaman hias di halaman rumah, terutama kamboja kuning.

    Yang biasa diambil bunganya untuk diekstrak hanyalah Plumeria rubra (kamboja kuning dan pink) serta Plumeria alba (kamboja putih). Rata-rata rendemen minyak frangipani sebesar 2,5% dari volume bunga. Tingkat rendemen bunga, pertama-tama ditentukan oleh jenis bunga dan lokasi tumbuh. Di kawasan yang relatif kering, rendemen minyak akan lebih tinggi dibanding di kawasan basa. Namun produksi bunga di kawasan kering akan lebih rendah dibanding produksi bunga di kawasan yang lebih basah. Rendemen bunga hasil panen musim kemarau, juga lebih tinggi dibanding hasil panen pada musim penghujan.

    Minyak frangipani paling banyak diproduksi oleh para petani di India, Sri Lanka, Thailand dan Hawaii. Di empat negara ini bunga kamboja memang sengaja dibudidayakan secara monokultur untuk dipanen bunganya. Hingga ekstraksi minyak frangipani bisa terus berlangsung sepanjang tahun tanpa henti. Di India, minyak frangipani bukan digunakan sebagai parfum, melainkan untuk pengobatan tradisional Ayurweda. Dalam kehidupan modern, minyak frangipani digunakan dalam spa untuk relaksasi, atau untuk penyembuhan penyakit tertentu. Sama dengan minyak dari bunga-bunga lain, misalnya melati, mawar, kenanga; minyak frangipani murni tak pernah digunakan sebagai parfum.

    Parfum minyak frangipani akan terlebih dahulu dicampur dengan eter atau pelarut lain, hingga kandungannya bisa menjadi di bawah 50%. Bahkan parfum yang dijual di kios-kios parfum, bisa dipastikan semua berasal dari bahan sintetis. Yang dimaksud dengan bahan sintetis, sebenarnya juga minyak asiri, tetapi yang berharga murah. Misalnya minyak daun cengkih, mingak sereh wangi, yang diubah rantai karbonnya hingga menjadi aroma mawar, melati, dan kamboja. Selain bunga kamboja, yang juga bernilai tinggi minyak bunga sedap malam, Polianthes tuberosa. Di pasaran minyak ini disebut tuberosa oil. Yang paling tinggi harganya minyak bunga cempaka Magnolia champaca, champaca oil. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto Plumeria alba (putih) dan Plumeria rubra (kuning) oleh F. Rahardi.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *