• CARA PERBANYAKAN TANAMAN SUKUN

    by  • 01/10/2018 • Pangan, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya seorang produsen bahan pangan keripik. Mulai dari singkong, keladi, talas, dan sukun. Saya punya beberapa pohon sukun dan salah satunya sangat produktif dengan rasa buah enak. Bagaimanakah cara memperbanyak tanaman ini? (Ridwan, Surabaya).

    Sdr. Ridwan, sukun, breadfruit, Artocarpus altilis; memang tidak berbiji. Lain dengan keluwih, timbul, breadnut, Artocarpus camansi; yang berbiji banyak. Dua tanaman ini memang mirip satu sama lain. Yang membedakan, kulit buah sukun umumnya halus dan tak berduri lunak. Sedangkan kulit keluwih berduri lunak. Di Indonesia sukun dikonsumsi dengan cara dikukus, digoreng, atau dibuat keripik. Sedangkan keluwih dipanen muda untuk disayur, atau dibuat abon keluwih. Di kepulauan Pasifik, sukun merupakan makanan pokok sumber karbohidrat dan disebut breadfruit. Memasaknya cukup dibakar utuh. Di Pasifik, keluwih dikonsumsi biji tuanya, hingga disebut breadnut.

    Sukun tidak berbiji, karena buah terbentuk bukan dari hasil polinasi hingga tidak menghasilkan biji. Padahal dalam satu pohon sukun, terdapat sekaligus bunga jantan dan bunga betina (berumah satu). Dalam ilmu botani, gejala ini disebut partenokarpi. Hasilnya disebut buah partenokarpi (buah perawan). Gejala partenokarpi pada sukun, berbeda dengan apomiksis pada manggis. Buah manggis juga terbentuk tanpa melalui proses polinasi, karena bunga manggis tidak berbenangsari/tepung sari. Buah yang dihasilkan tanpa polinasi pada manggis, tetap berbiji. Biji yang tumbuh tanpa proses polinasi ini disebut biji vegetatif, yang apabila ditanam akan menghasilkan individu persis sama dengan induknya.

    Karena buah sukun tak berbiji, maka perbanyakannya menggunakan stek akar. Untuk mendapatkan satu dua benih sukun, caranya dengan memotong akar berdiameter sebesar pensil, yang terdapat di dekat dengan permukaan tanah. Tak lama kemudian, akar yang terpisah dari pohon, akan menumbuhkan tunas baru. Untuk mendapatkan benih dalam jumlah banyak, diambil akar seukuran pensil sebanyak mungkin. Agar tanaman tidak terganggu, sebelum akar diambil, tajuk tanaman terlebih dahulu dikurangi, agar tanaman tidak mengalami stagnasi. Para produsen benih skala ribuan sampai puluhan ribu, biasanya membeli satu pohon sukun ukuran besar, untuk ditebang dan dibongkar diambil akarnya.

    Akar yang didapat dipotong-potong sepanjang 30 sentimeter. Pada saat menaruh potongan, harus diperhatikan ujung sama ujung dan pangkal juga sama-sama pangkal. Kemudian bagian ujung akar yang mengarah ke luar diberi zat perangsang tumbuh (ZPT) akar. Misalnya Rootone atau Bioroota. Bisa juga digunakan ZPT organik dari air bawang merah. Caranya, bawang merah diblender dengan dicampur air. Bagian ujung akar kemudian direndam dalam gilingan bawang merah ini sekitar tiga sampai lima menit. Potongan akar itu kemudian ditanam di bawah sungkup plastik bening. Media semai berupa pasir tanpa campuran bahan apa pun.

    Dalam jangka waktu tiga bulan tunas tumbuh. Secara bertahap sungkup dibuka. Kemudian benih hasil semaian ini, dipindahkan ke lokasi penyapihan berupa lahan yang diberi naungan paranet 50%. Media tanamnya tanah bercampur kompos. Bisa pula semaian itu dibesarkan dalam polybag dengan media tanah campur kompos, juga dalam naungan paranet 50%. Penyapihan dalam polybag, memang memerlukan biaya lebih besar dibanding penyapihan di tanah langsung. Keuntungan penggunaan polybag, akan memudahkan pengangkutan ke lokasi penanaman, dan mengurangi resiko kematian.

    Penyapihan dilakukan sampai benih mencapai ketinggian satu sampai dengan satu setengah meter. Saat itulah benih bisa ditanam di lahan yang direncanakan. Penanaman benih saat masih berukuran di bawah satu meter, akan beresiko mati, apabila kekurangan air atau ternaungi oleh gulma. Selain dengan stek akar, sukun juga bisa diperbanyak dengan cara okulasi atau sambung pucuk. Sebagai batang bawah digunakan semaian tanaman keluwih. Cara ini lebih menjamin kelangsungan hidup pohon induk, sebab akarnya tak terganggu. Selain dengan stek akar dan okulasi, sukun juga bisa diperbanyak melalui cangkokan. Namun selama ini para penangkar benih sukun lebih banyak menggunakan cara perbanyakan stek akar. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto : F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *