• AIR SUSU DIBALAS DENGAN AIR TUBA

    by  • 16/10/2018 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments

    Itulah peribahasa yang pernah kita dengar di bangku sekolah. Maksud peribahasa itu, kebaikan yang dibalas dengan kejahatan. Sebab air susu itu bergizi, dan mendatangkan kesehatan. Sedangkan air tuba adalah racun yang mematikan.

    Yang dimaksud dengan air tuba adalah akar tuba, Derris elliptica; yang ditumbuk, dicampur air, kemudian diperas. Air perasan akar tuba ini berwarna putih seperti halnya air susu. Meski sama-sama berwarna putih, air perasan akar tuba mengandung racun rotenon (rotenone) yang mematikan. Dulu, akar tuba digunakan untuk meracun ikan di sungai. Sekarang, setelah ikan menghilang dari sungai-sungai kecil di Jawa, tuba dilupakan. Menghilangnya ikan dari sungai-sungai kecil, akibat penangkapan menggunakan setrum listrik dari aki (accu). Sekarang penggunaan setrum untuk menangkap ikan sudah dilarang di mana-mana, tapi ikannya juga sudah terlanjur punah.

    Selain berada di akar tuba, rotenon juga terdapat pada biji bengkuang (Pachyrhizus erosus). Biji bengkuang yang sudah tua (kering) ketika ditumbuk dan diberi air, warna airnya juga akan putih seperti air susu, karena adanya kandungan rotenon. Bengkuang budidaya untuk dipanen umbinya, tak pernah menghasilkan biji, sebab petani selalu memangkas bunga agar nutrisi yang diambil akar menjadi umbi. Kalau bengkuang dibiarkan menghasilkan biji, umbi tidak akan terbentuk. Sekarang industri pestisida tak ada yang menggunakan bahan baku akar tuba atau biji bengkuang. Semua menggunakan bahan baku minyak bumi.

    Tahun 1848, pertamakali diketahui adanya bahan aktif dalam beberapa tumbuhan, yang mampu membunuh ulat hama tanaman. Tahun 1895, bahan aktif itu berhasil diisolasi oleh Emmanuel Geoffroy, seorang ahli botani Perancis dan diberi nama nikolin (nicouline). Geoffroy mengisolasi nikolin dari akar tumbuhan Lonchocarpus nicou yang diambil dari Guyana Perancis di Amerika Selatan. Tahun 1902 Nagai Nagayoshi, seorang ahli kimia Jepang berhasil mengisolasi kristal murni dari tumbuhan tuba, yang ia beri nama rotenon. Tahun 1930 diketahui bahwa rotenon dan nikolin merupakan komponen yang sama.

    # # #

    Tuba berbentuk liana, tumbuhan berkayu tetapi memanjat tumbuhan lain dengan cara melilit (membelit); agar bisa memperoleh sinar matahari cukup. Batang tuba bisa berdiameter sampai 15 centimeter, dan mampu memanjat sampai puluhan meter, bergantung tumbuhan lain yang dipanjatnya. Daun tuba majemuk menyirip ganjil, berwarna coklat muda atau pink saat muda, menjadi hijau muda, dan kemudian hijau tua keabu-abuan setelah tua. Bunganya majemuk berganda; dengan 40 – 70 kuntum bunga dalam satu tandan. Kelopak bunga berbentuk cawan 6 – 8 mm, berwarna pink.

    Buah tuba berupa polong berbentuk oval sampai memanjang 3 – 7 centimeter; bersayap di sepanjang tepi bawahnya. Dalam satu polong terdapat satu sampai dua butir biji. Burung dan kelelawar sering keliru mengambil polong tuba untuk dimakan di tempat lain. Setelah ketahuan tidak enak, mereka akan membuangnya. Dengan cara ini tuba menyebar untuk mempertahankan kelestarian spesiesnya. Meskipun bisa ditanam secara generatif dengan biji, tuba juga mudah sekali dikembangbiakkan secara vegetatif melalui stek batang, cabang, maupun ranting yang sudah berukuran paling sedikit sebesar pensil.

    Tuba hanya akan berbunga dan menghasilkan polong/biji apabila tumbuh dalam kondisi cuaca ekstrim kering dan di lahan kurang subur. Di lahan subur dan selalu basah, tuba hampir tak pernah berbunga dan menghasilkan polong/biji. Tahun 2003, saya mengambil biji tuba dari Kebun Pasir Mukti di Citeureup, Kabupaten Bogor Jawa Barat. Biji itu saya semai. Setelah tumbuh, tahun 2004 saya tanam di halaman rumah. Sampai dengan tahun 2018 ini, tuba itu tak pernah berbunga/menghasilkan biji. Padahal diameter batangnya sudah sepaha orang dewasa. Bulan November 2012, dari benih yang masih ada saya menanamnya di Taman Buah Mekarsari.

    # # #

    Bulan September ini, tiga pohon tuba yang saya tanam di Taman Buah Mekarsari berbunga sangat lebat. Padahal diameter batangnya belum sampai selengan orang dewasa. Tempat tumbuh tuba di Taman Buah Mekarsari berupa lahan tandus yang terpapar sinar matahari penuh sepanjang hari. Sosok tanaman tuba di Mekarsari itu tampak merana. Lain dengan yang saya tanam di rumah, yang tumbuh sangat subur hingga harus rutin dipangkas agar tak merajalela menutup pohon belimbing dan rambutan yang dijadikan panjatan. Tapi yang bisa berbunga lebat malah yang tumbuh merana.

    Tuba masuk suku polong-polongan, Fabaceae; genus Derris, yang terdiri dari 87 spesies.
    Tidak semua spesies dalam genus Derris mengandung rotenon. Selain Derris elliptica, yang juga mengandung rotenon Derris involuta. Selain genus Derris dan Pachyrhizus (bengkuang), beberapa tumbuhan lain yang juga mengandung rotenon adalah Tephrosia virginiana, hoary pea; Lonchocarpus utilis, Cubé plant; Lonchocarpus urucu, barbasco; Verbascum thapsus, Common Mullein; Mundulea sericea, Cork-bush; Piscidia piscipula, Florida fishpoison tree; kemudian masih ada beberapa spesies dari genus Millettia dan Tephrosia.

    Sebagai penghasil pestisida nabati, tuba lebih unggul dibanding bengkuang. Sebab budidaya bengkuang selama ini lebih ditujukan untuk dipanen umbinya, bukan bijinya. Sementara tuba tak pernah dibudidayakan untuk keperluan lain, selain hanya untuk dipanen akarnya sebagai bahan pestisida nabati. Di Thailand, tuba sengaja dibudidayakan dengan benih stek, di atas guludan tanah, yang dibentuk di atas hamparan plastik. Penanaman awal musim penghujan, musim kemarau dipanen akarnya. Selama kemarau, bonggol tuba itu disemai di lahan berair cukup, untuk ditanam lagi pada awal musim penghujan yang akan datang. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Teks Foto (Foto F. Rahardi)
    DSCN8376 Batang tuba berupa liana yang memanjat ke tumbuhan lain.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *