• BUAH NAGA KUNING

    by  • 13/02/2019 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Di situs penjualan online buah naga merah kualitas B1 ditawarkan seharga Rp 18.000 – 30.000 per kilogram. Buah naga merah kualitas A1 ditawarkan seharga Rp 25.000 – 45.000 per kilogram. Buah naga kuning ditawarkan seharga Rp 30.000 – 40.000.

    Mengapa harga buah naga kuning murah sekali? Ternyata Rp 30.000 – 40.000 itu bukan per kilogram, melainkan per 100 gram. Berarti harga buah naga kuning per kilogram antara Rp 300.000 – 400.000 per kilogram. Itulah hukum pasar. Kalau permintaan lebih besar dari pasokan, harga akan melambung. Saat ini pasokan buah naga kuning masih sangat kecil, tak sebanding dengan permintaan. Maka harga melambung sampai 10 kali lipat harga buah naga merah. Tingginya harga tidak otomatis berkaitan dengan kualitas buah. Bahkan buah naga kuning yang tak berduri, rasanya sama dengan buah naga merah berdaging buah putih.

    Buah naga memang komoditas baru. Buah ini berasal dari Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia. Meski Perancis telah membawa buah ini ke Vietnam sekitar 200 tahun yang lalu, tapi dunia baru mengenal buah ini pada dekade 1990. Sejak itu masyarakat Asia, terutama Asia Timur dan Asia Tenggara; terutama etnisitas Tionghoa; benar-benar jatuh cinta pada buah naga. Tetapi secara genetika, yang paling banyak mengotak-atik pengembangan buah naga, justru Israel. Awalnya, yang dibudidayakan hanyalah buah naga kulit pink, dengan daging buah putih. Kemudian buah naga berdaging buah merah.

    Pada awal dekade 2010, konsumen mulai bosan dengan buah naga kulit pink berdaging buah putih; dan mulai beralih ke buah naga kulit merah berdaging buah merah tua. Sebelumnya diperkenalkan buah naga kulit pink, berdaging buah pink, tetapi responnya tak terlalu baik. Meskipun berharga lebih tinggi, buah naga daging buah merah tua lebih diminati konsumen. Dan pada dekade 2010 ini orang mulai tertarik ke buah naga kuning, berdaging buah putih. Sebenarnya ada tiga jenis buah naga kuning. Satu jenis dengan kulit tak berduri, dan dua jenis dengan kulit buah berduri.

    Yang Berduri

    Yang dicari-cari pembeli, justru buah naga kuning berduri. Ketika sudah dipasarkan, duri-duri itu sudah dibersihkan. Buah naga kuning berduri lebih disukai konsumen, karena daging buahnya berasa lebih manis. Sedangkan daging buah naga kuning yang tak berduri, berasa tawar seperti buah naga kulit pink dengan daging buah putih. Dua jenis buah naga ini, kulit pink daging buah putih; dan kulit kuning tak berduri daging buah putih; sama-sama hibrida dari buah naga spesies Hylocereus undatus. Bedanya, yang kulit kuning berukuran lebih kecil. Tetapi sisik pada kulitnya, dan rasa daging buah sama.

    Para petani, terutama petani buah naga Vietnam, malas membudidayakan buah naga kuning tak berduri, karena produktivitasnya rendah, dan peminatnya juga tak sebesar buah naga kulit pink daging buah putih. Meskipun sudah mulai dikembangkan bersamaan dengan buah naga kulit pink daging buah putih; sampai sekarang buah naga kulit kuning tanpa duri tetap tak diminati konsumen. Sekarang, konsumen malah lebih tertarik ke buah naga kuning berduri. Yang ini bukan hibrida dari buah naga spesies Hylocereus undatus; tetapi spesies Hylocereus megalanthus dan Selenicereus megalanthus.

    Buah naga kuning berduri spesies Hylocereus megalanthus berukuran lebih besar, dengan rasa daging buah manis. Buah naga kuning berduri spesies Selenicereus megalanthus berukuran lebih kecil, tanamannya juga lebih pendek hingga bersama-sama dengan buah naga kulit dan daging buah merah tua, sama-sama disebut sebagai dwarf pitaya dragon fruit. Buah naga kuning berduri spesies Selenicereus megalanthus jarang dibudidayakan karena rasa daging buahnya masam. Hingga yang sekarang dicari-cari konsumen, sebenarnya hanyalah buah naga kulit kuning berduri spesies Hylocereus megalanthus.

    Produktivitas Kecil

    Buah naga kuning berduri Hylocereus megalanthus tak terlalu menarik bagi petani, pertama-tama karena batang (yang sekaligus menjadi daun); dan kulit buahnya berduri. Produktivitas Hylocereus megalanthus juga sangat rendah. Ukuran buahnya kacil, jumlah buah dalam satu tanaman juga sedikit. Ditambah lagi buah naga kuning Hylocereus megalanthus juga hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi, kawasan kering, dengan curah hujan di bawah 1.500 mm. per tahun. Di Indonesia tidak banyak kawasan dengan kondisi agroklimat seperti ini. Ketika dipaksa dibudidayakan di kawasan basah, buahnya tak akan manis.

    Lain dengan genera Hylocereus pada umumnya yang berasal dari Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia; spesies Hylocereus megalanthus berasal dari dataran tinggi bagian utara Amerika Selatan; mulai dari Venezuela, Kolombia, Bolivia, Ekuador dan Peru. Dengan karakteristik agroklimat habitat asli dingin dan kering; buah naga kuning berduri ini paling cocok dibudidayakan di dataran tinggi NTT, terutama di kawasan utara dan timur. Di dataran tinggi Manggarai, Bajawa, dan Ende yang relatif basah, buah naga kuning ini kurang cocok. Di dataran tinggi pulau Sumba, buah naga kuning paling cocok dibudidayakan.

    Buah naga yang kita kenal sekarang ini hampir semuanya merupakan hibrida. Hampir tak ada spesies asli yang bisa produktif seperti hibridanya. Buah naga kulit pink daging buah putih hibrida dari spesies Hylocereus undatus; malahan tak dikenali lagi spesies asli sebagai induknya. Diduga, spesies liar Hylocereus undatus yang diketemukan di Hawaii dan menjadi induk dari klon-klon budidaya; sebenarnya sudah merupakan hibrida. Genus Hylocereu, termasuk suku kaktus-kaktusan (Cactaceae); terdiri dari 15 spesies. Dari 15 spesies inilah diperoleh ratusan klon (hibrida) buah naga budidaya. Salah satunya buah naga kuning dengan kulit berduri. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Kredit foto: F. Rahardi
    Buah naga kuning dengan duri-duri tajam di seluruh permukaan kulit.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *