TREND TANAMAN HIAS 2019
by indrihr • 26/02/2019 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya seorang petani tanaman hias skala kecil. Setiap tahunnya saya selalu berinovasi untuk membudidayakan tanaman hias sesuai dengan trend pasar. Kira-kira tanaman apa sajakah yang akan ngetrend pada tahun 2019 nanti? Wibisono, Bandungan.
Sdr. Wibisono, tak seorang pun tahu, apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Bahkan prediksi para ahli pun bisa saja kenyataannya meleset. Terlebih menyangkut trend tanaman hias untuk tahun depan. Trend seperti ini juga tidak bisa diciptakan. Tanaman hias genus Caladium dan Euphorbia, pernah diupayakan untuk “digoreng” oleh para nursery yang membudidayakannya. Upaya ini tak pernah berhasil. Maraknya tanaman hias Aglaonema dan Anthurium daun pada dekade 2.000 tak pernah didisain, dan diduga oleh para nursery. Tiba-tiba saja dua tanaman hias itu menjadi “bola liar”.
Meledaknya Aglaonema dan terutama Anthurium daun beberapa tahun silam, sebenarnya merupakan trend yang tidak sehat. Masyarakat bawah seperti satpam dan tukang ojek menjadi korban. Mereka memborong benih Anthurium daun untuk dibesarkan, dengan harapan memperoleh laba sangat besar. Ternyata itu semua hanya “gorengan”. Ketika tanaman sudah menjadi besar, mereka bingung karena tak tahu ke mana harus menjualnya. Yang diuntungkan para nursery yang punya benih Anthurium daun cukup banyak. Mereka dengan mudah menjualnya saat terjadi “ledakan” tersebut.
Di Thailand, juga di negara-negara maju; terutama di Uni Eropa dan AS; trend tanaman hias bisa mereka ciptakan. Misalnya, mereka meneliti kecenderungan bentuk, ukuran dan warna bunga mawar selama beberapa dekade. Mereka lalu menciptakan varietas-varietas baru, yang mereka harapkan bisa disukai konsumen, dan menjadi trend antara 10 sampai dengan 20 tahun ke depan. Setelah silangan-silangan ini diseleksi dan diperbanyak secara massal, segera dilepas melalui berbagai kegiatan, dengan melibatkan tokoh-tokoh nasional; terutama para selebritis. Dengan cara ini salah satu dari varietas mawar yang dilepas itu, akan menjadi trend.
Di negara-negara maju itu, tanaman hias yang ngetrend diproduksi massal, dan dijual dengan harga semurah mungkin. Lain dengan di negeri kita, harga Aglaonema dan Anthurium daun yang mencapai ratusan juta rupiah per tanaman. Bagi para petani Aglaonema di Thailand harga tanaman hias mencapai jutaan rupiah per tanaman pun sudah tidak wajar. Apalagi sampai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Tanaman hias yang terkait dengan peristiwa tertentu, juga mereka produksi massal, dan mereka jual dengan harga serendah mungkin. Misalnya Pointsettia di sekitar natal, lily putih disekitar Paskah, dan mawar merah pada hari raya Valentine.
Kembali ke trend tanaman hias 2019, mestinya tak terjadi lagi bola liar seperti pada Aglaonema dan Anthurium daun. Sebab trend dalam pengertian seperti itu, jelas tidak sehat bagi masyarakat luas, dan sebenarnya juga untuk kalangan pebisnis tanaman hias sendiri. Setelah terjadi bola liar Aglaonema dan Anthurium daun yang kadang mereka sebut “booming” pasar tanaman hias pada umumnya memang menjadi seperti lesu darah. Omset para nursery dan pengecer tanaman hisa turun drastis. Dari pengalaman ini, kalangan pebisnis tanaman hias lebih berharap adanya trend yang wajar dan tidak membabibuta.
Selama lebih satu dekade ini, sebenarnya juga ada trend tanaman hias pucuk merah, dan kemudian anting putri yang disambung dengan jalitri. Sampai sekarang, minat masyarakat terhadap pucuk merah masih stabil. Tetapi harga pucuk merah tidak pernah menggila seperti Aglaonema dan Anthurium daun. Sambungan anting putri dengan jalitri, berharga tinggi, karena faktor hukum pasar. Pucuk merah dengan cepat bisa diperbanyak secara generatif melalui semaian biji. Anting putri juga bisa diperbanyak secara massal dengan biji. Tetapi, jalitri sebagai batang bawah yang berukuran besar masih harus diburu dari alam.
Karena permintaan masih lebih tinggi dari pasokan, sampai sekarang sambungan anting putri dengan jalitri masih tetap berharga tinggi. Tapi setinggi-tingginya sambungan anting putri dengan jalitri, masih sebatas ratusan ribu rupiah. Kalau ada yang sampai di atas Rp 1 juta; itu karena batang jalitrinya sudah sangat besar. Posisi anting putri sambung jalitri; mirip dengan tanaman hias serut dan beringin dollar; yang sepintas mirip dengan bentuk bonsai. Inilah yang menyebabkannya tetap berharga tinggi. Tetapi, setinggi-tingginya anting putri, serut dan beringin dollar, masih tak setinggi kamboja ukuran besar yang harganya bisa ratusan juta. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
Pucuk merah, Syzygium myrtifolium yang sampai sekarang masih ngetrend.
