• POHON PELANGI

    by  • 23/09/2019 • Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments

    Di luar keriuhan politik paska pemilu, pohon pelangi tampak makin naik daun sebagai pohon hias di Indonesia. Termasuk di DKI Jakarta dan sekitarnya. Misalnya di Banjir Kanal Timur (BKT) dan di Kompleks Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD).

    Popularitas pohon pelangi tak hanya merambah Indonesia, melainkan juga mencakup seluruh dunia. Situs penjualan online Amazon, menawarkan benih pohon pelangi berupa biji seharga 5,99 dollar AS (Rp 83.000) per kemasan isi 20 biji. Benih berupa tanaman (tak menyebut ukuran), ditawarkan seharga 29,99 dollar AS (Rp 419.860) per tanaman. Di situs Ebay, benih pohon pelangi berupa biji ditawarkan seharga 2,5 dollar AS (Rp 35.000) per kemasan isi 50 biji. Di Situs Alibaba benih pohon pelangi berupa biji ditawarkan seharga 550 sampai 650 dollar AS (Rp 7,7 juta – Rp 9,1 juta) per kemasan 1 kilogram.

    Dua situs penjualan dalam negeri, Tokopedia dan Bukalapak, juga menawarkan benih pohon pelangi dengan harga sama,yakni Rp 2,5 juta per kemasan 1 kilogram. Khusus di situs Tokopedia, benih pohon pelangi berupa tanaman (tanpa menyebut ukuran tetapi bobot 35 kg), ditawarkan seharga Rp 700.000; dengan pesanan minimal dua tanaman. Masih di situs yang sama, benih berupa tanaman juga ditawarkan seharga Rp 35.000 (bobot 0,35 kg). Di situs Bukalapak, benih pohon pelangi berupa tanaman berbagai ukuran, ditawarkan seharga Rp 33.000 sampai Rp 163.000 per tanaman.

    Tanaman ini disebut pohon pelangi, karena kulit batangnya yang licin mengkilap, akan rutin mengelupas, seperti halnya kulit batang pohon jambu biji. Bekas kulit yang mengelupas itu akan berwarna hijau, lalu berubah biru, orange, cokelat dan kemudian mengelupas lagi. Sepintas, warna-warni kulit pohon ini tampak seperti warna-warni pelangi. Dari sinilah nama pohon pelangi itu muncul. Pohon pelangi berbatang lurus. Bekas tanggalnya cabang, akan pulih hingga batang tampak mulus. Pohon yang telah berusia tua akan membentuk akar papan di pangkal batang, untuk memperpokoh berdirinya tajug tanaman.

    Asli Indonesia

    Pohon pelangi, rainbow tree, rainbow eucalyptus, Mindanao gum, rainbow gum, Eucalyptus deglupta; merupakan tumbuhan genus Eucalyptus asli Indonesia, Papua Nugini dan Filipina. Di dunia ini ada 822 spesies dalam genus Eucalyptus, suku jambu-jambuan, Myrtaceae. Hampir semua genus Eucalyptus berhabitat asli Australia, hanya sebagian kecil juga terdapat di Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Pohon pelangi merupakan satu-satunya spesies dalam genus Eucalyptus yang berhabitat asli sampai ke belahan bumi utara. Meskipun bisa beradaptasi dengan agroklimat dataran rendah, sebenarnya pohon pelangi merupakan tumbuhan dataran tinggi.

    Di Cipanas, Lembang, Ciwidey, Pangalengan, dan di dataran tinggi lain di Indonesia dengan elevasi di atas 1.000 meter dpl; akan dijumpai pohon pelangi sebagai tanaman pelindung, maupun yang tumbuh liar di kawasan hutan. Di pegunungan dengan elevasi di atas 1.000 meter dpl, pohon pelangi bisa mencapai ketinggian 50 meter, dengan diameter batang di atas satu meter. Pada saat itu warna pelangi di kulit batangnya akan tampak kontras. Di dataran rendah, warna kulit batang pohon pelangi tak akan secerah dan sekontras di dataran tinggi. Meskipun tetap cukup menarik sebagai elemen taman maupun pohon pelindung.

    Pohon pelangi termasuk jenis tanaman perhutanan (agroforestry) dengan pertumbuhan yang sangat pesat (fast growing). Dengan catatan, lokasi tumbuhnya berelevasi di atas 1.000 meter dpl. Semakin rendah elevasi lokasi agroforestry, pohon pelangi akan tumbuh lebih lamban. Di dataran rendah seperti di DKI Jakarta pohon pelangi akan tumbuh sangat lamban, tetapi ini justru menguntungkan sebagai elemen taman dan pohon peneduh. Sebab dengan ketinggian mencapai lebih dari 50 meter, dengan diameter batang lebih dari 1 meter, keberadaan pohon pelangi justru akan sangat mengganggu estetika, maupun keamanan.

    Penghasil Kayu dan Minyak

    Sebagai tanaman perhutanan, kayu pohon pelangi berkualitas sedang, setara dengan meranti merah dan putih; lebih baik dibanding sengon dan jabon. Tingkat kerapatan kayu pelangi (gram/cm3) pada umur tebang 8 tahun 0,44. Umur tebang 16 tahun 0,52. Keteguhan tekan sejajar serat kayu pelangi (N/mm2) umur tebang 8 tahun 38,79. Pada umur tebang 16 tahun 46,96. Keteguhan patah/MoR (N/mm3) umur panen 8 tahun 73,39. Umur panen 16 tahun 77,21. Keteguhan pukul (mN/mm2) umur panen 8 dan 16 tahun sama, yakni 0,05. Kadar air umur panen 8 dan 16 tahun juga sama 12%.

    Tingkat kerapatan kayu meranti merah dan putih masing-masing 0,48 dan 0,52. Keteguhan tekan sejajar serat sama yakni 41,41. Keteguhan patah 72,85 dan 72,2. Keteguhan pukul sama 0,5. Kadar air dua jenis kayu ini tak tercantum. Tingkat kerapatan jabon dan sengon, masing-masing 0,36 dan 0,27. Keteguhan tekan sejajar serat 29,7 dan 26. Keteguhan patah 53,4 dan 48,3. Keteguhan pukul 0,06 dan 0,03. Kadar air jabon 17% sengon 16%. Produk kayu pelangi dalam Bahasa Daerah disebut galang, koyo, leda merah, ledan, ongkolan, tampai, tumbolilato, tomela, aren, didia.

    Tingkat kekerasan kayu pelangi “keras”, dengan tingkat kelas keawetan II – V, kelas kekuatan II – IV. Kayu pelangi tak seperti kulit batangnya, berwarna cokelat biasa, dan merupakan bahan bangunan serta meubel. Pohon pelangi juga menghasilkan daun untuk disuling menjadi minyak eukaliptus. Harga minyak eukaliptus di situs Blibli.com Rp 460.000 per liter. Harga di tingkat produsen pasti lebih rendah. Sampai sekarang produksi minyak eukaliptus masih jarang, karena rendemen daun segarnya kurang dari 1%. Tetapi, hasil daun waktu kayu ditebang, secara ekonomis masih bisa diproduksi sebagai minyak. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *