BARECORE DARI SENGON
by indrihr • 08/07/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, Perkebunan, PERTANIAN • 0 Comments
Saya seorang petani salak pondoh dengan sengon sebagai pohon pelindung. Oleh tengkulak, kayu sengon saya itu dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi barecore. Apakah beda barecore dengan kayu lapis? (Insan, Banjarnegara).
Sdr. Insan, kayu lapis merupakan nama umum untuk produk kayu olahan setengah jadi. Produk kayu lapis dibedakan menjadi tripleks (tiga lapis), multipleks (beberapa lapis), dan barecore. Barecore merupakan potongan kayu lunak ukuran reng, yang digabung-gabung, direkatkan dengan lem, dipres dan diberi lapisan vinir di dua sisi luarnya. Indonesia menguasai 90% pasar barecore dunia. Sekitar 80% diekspor ke RRT. Oleh RRT, barecore kita dibuat barang jadi, lalu diekspor ke Jepang, AS, dan Uni Eropa.
Jadi RRT lebih unggul dari kita, karena nilai tambah dari mengolah barecore menjadi barang jadi, lebih tinggi dibanding mengolah kayu sengon menjadi barecore. Tetapi, sebagai penghasil barecore utama dunia, Indonesia sudah sangat diuntungkan oleh kesediaan RRT menyerap barecore kita. Dengan adanya industri barecore, sengon yang dulunya merupakan kayu murah, sekarang naik daun menjadi kayu kelas menengah yang bisa diproduksi massal. Padahal sengon bisa dibudidayakan sebagai pohon pelindung.
Di bawah tegakan sengon, petani masih bisa membudidayakan salak seperti yang Anda lakukan, bisa pula kopi, kakao, porang, atau komoditas lain. Hingga sengon hanyalah produk sampingan dari komoditas pokok. Meskipun menguasai 90% pasar barecore dunia, sebenarnya industri komoditas tersebut hanya terkonsentrasi di Jawa Tengah, lebih khusus lagi di Banjarnegara. Dampak lebih lanjut dari tumbuhnya industri barecore, lingkungan hidup di pulau Jawa kembali membaik.
Ular sanca, garangan, elang jawa; yang pernah menghilang pada dekade 1970; kembali kelihatan. Dulu, pada dekade 1960, petani membabat hutan, menanam singkong dan jagung untuk bahan pangan. Dekade 1960 penduduk Pulau Jawa menderita kurang pangan hebat. Dekade 1970, perekonomian membaik. Urbanisasi meningkat. Lahan pertanian banyak yang terlantar. Dekade 1980, industri kayu sengon mulai bangkit di beberapa titik. Waktu itu kita masih mengekspor potongan reng (battens).
Selama tiga dekade, 1990, 2000 dan 2010; industri barecore di pulau Jawa maju pesat. Sejalan dengan industri barecore, minat petani untuk menanam sengon juga berkembang. Sekarang sengon merupakan komoditas yang sangat menguntungkan. Sengon, jeungjing, albisia, moluccan albizia, Falcataria moluccana); merupakan kayu lunak putih, berserat halus, dengan pertumbuhan sangat cepat. Meskipun kemudian ada gamelina, beechwood, Gmelina arborea; dan jabon, burflower-tree, Neolamarckia cadamba; sengon tetap paling unggul.
Tumbuhnya agroindustri barecore sengon, ternyata juga tak membunuh industri penggergajian kayu rakyat. Di pulau Jawa, penggergajian kayu skala kecil juga tumbuh pesat. Kalau industri barecore hanya mau menyerap sengon; penggergajian kayu skala kecil menyerap kayu dengan tingkat kekerasan menengah; mahoni, waru, mindi dll. Pada dekade 1980 dan 1990, toko bangunan dipenuhi kayu lapis, reng, kaso, dan balok kayu hutan produk HPH pulau Sumatera dan Kalimantan. Sekarang di toko bangunan di pulau Jawa hanya ada kayu gergajian tanaman rakyat.
Dulu, kayu-kayu kelas atas seperti jati, sana keling, dan johar hanya ditanam oleh BUMN Perum Perhutani. Sekarang kayu-kayu keras itu juga dibudidayakan petani. Industri perajin jati di Jepara dan Bojonegara sekarang tak hanya mengandalkan pasokan kayu dari Perhutani, tetapi lebih banyak menyerap jati rakyat. Sekarang tiap hari truk-truk engkel dari Wonogiri, Gunung Kidul, Kulon Progo dan Kebumen; mengangkut jati rakyat menuju Jepara dan Bojonegoro. Dalam volume terbatas, kayu sono keling dan johar; yang dulu juga tak laku; sekarang laku keras sebagai kayu hitam bernilai tinggi.
Menyikapi fenomena ini, pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Perdagangan; dan juga LSM; tak terlalu cerdas. Barecore Indonesia 80% lari ke RRT. Andaikan pemerintah dan LSM kita melobi Uni Eropa, terutama Jerman; produk barecore kita bisa berpeluang masuk Uni Eropa. Kemudian Uni Eropa juga diharapkan bisa mengucurkan dana berupa peringanan bunga, bahkan pembebasan utang; terhadap satu negara yang bisa memperbaiki lingkungan hidup wilayahnya.
Sdr. Insan, yang Anda lakukan, meski dalam skala kecil, telah berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan pulau Jawa. Kalau dulu rasio hutan di pulau Jawa kurang dari 30% dari idealnya 60%; sekarang dugaan saya sudah berangsur naik. Lahan-lahan gersang di Wonogiri, Gunung Kidul, Kulonprogo dan Kebumen; sekarang menghijau dengan sengon dan jati. Satwa yang dulu sempat menghilang, sekarang bisa kita lihat lagi. Itu semua berkah dari orang-orang seperti Anda yang jeli menangkap peluang bisnis. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
