• BENIH DURIAN

    by  • 18/08/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya mau membuka kebun durian sekitar 10 – 20 hektare. Durian jenis apakah yang prospeknya bagus? Di manakah sentra penangkar benih durian yang kualitasnya bisa diandalkan? (Saraswati, Bandar Lampung).

    Sdri. Saraswati; sentra penangkar benih buah-buahan, khususnya durian dan rambutan, ada di Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Adirejo merupakan sentra penangkaran benih terbesar dan tertua di Indonesia. Spesifikasi utama durian, rambutan, dan melinjo. Meskipun benih tanaman lain mereka juga memroduksi, tetapi saya sarankan, untuk membuka sebuah kebun durian, Anda jangan membeli benih dari penangkar mana pun. Carilah pohon durian di Lampung, yang pohonnya sudah berukuran cukup besar, dan berbuah lebat. Kalau bisa carilah yang buahnya kecil-kecil, berdaging buah tipis dan berbiji besar.

    Belilah buah durian dari pohon tersebut, untuk diambil bijinya sebagai calon batang bawah. Kalau sekarang belum musim durian, tunggu sampai durian di sekitar tempat Anda berbuah. Kalau sudah didapat, seleksi biji durian yang berukuran besar dan berbentuk sempurna tanpa cacat. Tanamlah langsung di lapangan, pada awal musim penghijan. Masa dorman biji durian sangat pendek, hanya dalam hitungan hari. Hingga setelah daging buah dimakan, biji durian diseleksi, dicuci bersih dan harus segera ditanam langsung di lapangan, dengan jarak 10 X 10 meter. Sambil menunggu durian tumbuh, lahan bisa ditanami palawija atau sayuran.

    Durian apa yang prospek ekonominya bagus? Pertanyaannya mestinya, durian jenis apa yang cocok dibudidayakan di Lampung, hingga produktivitasnya tinggi, dan kualitas duriannya baik. Tetapi, kembali ke minat pribadi Anda, maunya budidaya durian apa? Apakah satu jenis? Atau campuran beberapa jenis. Apakah durian Thailand, Malaysia, atau Indonesia. Semua berprospek bagus. Setelah Anda mengambil keputusan, misalnya mau menanam durian Monthong, segeralah cari, di mana ada kebun durian tersebut. Datangi dan buktikan bahwa pohon itu memang benar pohon durian Monthong.

    Kalau sudah ketemu, Anda pesan (membeli) entres (pucuk) tanaman. Meskipun entres sudah dibeli, pengambilannya tunggu ketika tanaman batang bawah sudah setinggi 1,5 – 2 meter. Pengambilan entres dan penyambungan dilakukan oleh ahlinya, dan harus Anda pastikan bahwa entres benar-benar diambil dari pohon durian yang sudah Anda pesan. Biaya pengambilan dan penyambungan entres, umumnya secara borongan, dan dengan jaminan. Artinya, kalau ada yang mati, tenaga ahli itu akan kembali mengambil entres cadangan dan menyambung pucuk batang bawah yang gagal disambung tadi.

    Saran ini saya sampaikan, sebab sampai sekarang pemerintah RI, dalam hal ini Kementerian Pertanian; belum pernah melepas (merilis) durian unggul sebagai batang bawah. Jadi para penangkar menggunakan batang bawah berupa biji yang diambil dari tukang durian di pinggir jalan. Setelah batang bawah tumbuh, umur satu sampai tiga bulan, saat tinggi tanaman baru sekitar 30 sentimeter, sudah diberi mata tempel, bukan sambung pucuk. Di bekas sambungan mata tempel yang sangat dekat dengan tanah itulah nantinya penyakit, terutama Pythophthora akan masuk.

    Selain itu, Anda juga perlu mencari informasi tentang pohon durian jantan. Di Thailand, tiap 100 pohon durian Monthong, petani akan menanam antara 5 sampai 10 durian Chanee sebagai pohon jantan. Durian memang berumah satu, bahkan berbunga sempurna. Artinya, kepala sari (jantan) dan putik (betina) berada dalam tiap kuntum bunga durian. Tetapi, kualitas durian akan semakin baik, apabila ada polinasi silang, dengan pohon durian lain di sekitar pohon durian tersebut. Polinasi durian terjadi pada malam hari, oleh kelelawar madu, atau secara buatan oleh manusia dengan menggunakan galah dengan kwas yang lembut di ujungnya.

    Kelemahan benih durian yang ada di pasaran, tak peduli apakah itu bawor, atau musang king, disebabkan oleh tak jelasnya batang bawah, dan sambungan yang masih terlalu dini, dengan menggunakan mata tunas. Kemudian penangkar benih juga tak menyertakan pohon jantan sebagai penyerbuk. Dampaknya, meski trend berkebun durian sudah terjadi sejak dekade 1970, tetapi sampai dengan tahun 2020 ini, di Indonesia belum bisa dijumpai kebun durian komersial dalam skala besar, dengan luasan ratusan hektar. Jangankan ratusan hektar, puluhan hektar pun belum ada. Warso Farm di Kabupaten Bogor bukan lagi kebun durian komersial, melainkan telah menjadi kebun wisata. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *