BUAH TINTA BUKAN GINSENG KOREA
by indrihr • 31/08/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya baru saja mendapat kiriman red ginseng Korea, dari seorang teman. Kata teman itu, nama botani red ginseng itu Phytolacca americana. Bagaimanakah potensi bisnis red ginseng Korea ini, dan bedakah dengan daun ginseng yang dijual di swalayan? (Sunu, Bandung).
Sdr. Sunu, red ginseng Korea bukan Phytolacca americana, melainkan Panax ginseng. Selain ginseng Korea, juga dikenal ginseng China, Panax notoginseng; dan ginseng Amerika, Panax quinquefolius. Ginseng China dan ginseng Amerika, sering digunakan untuk substitusi, atau memalsu, ginseng Korea. Harga ginseng Korea cukup tinggi, karena budidayanya perlu waktu antara lima sampai 10 tahun. Semakin panjang umur ginseng, semakin tinggi nilainya. Sampai sekarang Panax ginseng belum bisa dibudidayakan di kawasan tropis, termasuk di Indonesia.
Yang selama ini dijual di pasar swalayan sebagai ‘daun ginseng’, sebenarnya daun kolesom, Talinum fruticosum. Kolesom berasal dari Amerika Tropis. Di China, umbi kolesom memang digunakan sebagai tonik, sama dengan umbi ginseng. Selain kolesom, di Indonesia kolesom Jawa (som Jawa), Talinum paniculatum; juga disebut ginseng Jawa. Yang dibudidayakan dan dipanen daunnya, pada umumnya kolesom. Meskipun daun kolesom Jawa juga edible dan dimanfaatkan sebagai sayuran. Dua tanaman genus Talinum itulah yang selama ini disebut ginseng oleh sebagian besar masyarakat.
Beda dengan Panax ginseng yang merupakan tumbuhan empat musim, kolesom dan som Jawa merupakan tumbuhan tropis. Di Indonesia, kolesom dan som Jawa bisa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi. Produktivitas daun kolesom dan som Jawa, malah lebih tinggi di dataran rendah. Di dataran tinggi, pertumbuhan kolesom dan som Jawa lebih lamban dibanding di dataran rendah. Kolesom dan som Jawa, berkembangbiak dengan biji yang berukuran sangat kecil. Di DKI Jakarta dan sekitarnya, kolesom dan som Jawa sering dijumpai tumbuh liar sebagai gulma.
Saya malah baru mendengar informasi tentang klaim Phytolacca americana sebagai red ginseng dari Korea. Phytolacca americana dikenal dengan nama buah tinta, bayam belanda, pokeweed, American pokeweed, poke sallet, dragonberries. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Utara, tetapi sudah menyebar ke seluruh dunia. Beda dengan kolesom dan som Jawa yang bisa tumbuh subur di dataran rendah, buah tinta hanya bisa tumbuh baik di dataran tinggi. Di gunung dengan ketinggian sekitar 3.000 meter dpl di pulau Jawa, buah tinta dijumpai tumbuh liar pada elevasi sekitar 2.000 meter dpl.
Seluruh bagian tanaman buah tinta beracun keras dan mematikan. Zat racun dalam buah tinta berupa saponin dan alkaloid. Saponinnya berupa triterpen, phytolaccagenin, asam jaligonic, asam phytolaccagenic (asam phytolaccinicic), asam esculentic, pokeberrygenin, phytolaccasides A, B, D, E, G; phytolaccasaponins B, E, G; phytolaccine, phytolaccagenin dan phytolaccatoxin. Alkaloidnya berupa phytolaccine, phytolaccagenin dan phytolaccatoxin. Penggunaan zat-zat aktif dalam tanaman buah tinta sebagai bahan obat, sebaiknya setelah diekstraksi, berupa obat-obatan modern.
Namun masyarakat, terutama etnisitas Tionghoa, menggunakan seluruh bagian tanaman sebagai obat tradisional, dengan dosis yang sangat dibatasi. Bahkan mereka juga mengonsumsi daun mudanya setelah direbus dan dibuang airnya. Buah tinta, sesuai dengan namanya, justru bisa dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk kertas, kain atau bahan lain; bukan sebagai pewarna makanan dan minuman. Kasus keracunan buah tinta di Pulau Jawa, hampir tak pernah terdengar, sebab tanaman ini hanya tumbuh pada elevasi 2.000 meter dpl. Kawasan dengan elevasi 2.000 meter di Pulau Jawa yang dihuni manusia, hanya dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Dengan informasi seperti itu, agak mengherankan apabila buah tinta diklaim sebagai red ginseng dari Korea. Sebab air rebusan akarnya, apabila diminum akan mengakibatkan kematian. Di beberapa situs penjualan online, memang ditawarkan biji buah tinta. Kemungkinan besar, biji itu tak akan bisa tumbuh di dataran rendah sampai elevasi di bawah 2.000 meter dpl. Kecuali yang ditawarkan itu biji gulma tinta, inkweed, Phytolacca octandra. Gulma tinta berasal dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Asia Timur. Gulma tinta lebih adaptif dengan elevasi di bawah 2.000 meter dpl. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
