• KEMANGI, BASIL, SELASIH DAN RUKU-RUKU

    by  • 30/11/2020 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya petani herbal dan sayuran. Belakangan ini pesanan online kemangi dan selasih meningkat tajam. Saya bingung menjawab pertanyaan konsumen saya, perbedaan kemangi, basil, selasih dan ruku-ruku. Saya Googling malah tambah bingung. (Rusti, Depok)

    Sdri. Rusti, saya pun bingung Googling mencari informasi ilmiah tentang kemangi dan selasih. Perlu waktu agak lama untuk memperoleh gambaran yang lebih benar tentang komoditas yang belakangan ini naik daun, bersama komoditas tanaman lainnya. Dalam Bahasa Inggris, kemangi disebut lemon basil. Lemon basil merupakan hibrida alami antara sweet basil, selasih Eropa, Ocimum basilicum; dengan selasih Amerika, American basil, Ocimum americanum. Itulah sebabnya nama botani kemangi menggunakan tanda silang Ocimum x africanum.

    Sebutan selasih Eropa untuk sweet basil, masih tidak membingungkan. Sebab sweet basil memang berasal dari Eropa, dibudidayakan dan dikonsumsi di Eropa sudah sejak zamanYunani kuno. Nah, kalau selasih Amerika memang agak aneh. Habitat asli selasih Amerika justru bukan di benua Amerika, melainkan di Afrika dan Asia Tropis. Jadi sebarannya sangat luas. Termasuk di Indonesia, selasih Amerika ini merupakan tumbuhan asli. Kalau di sini selasih hanya untuk pelengkap bunga tabur di makam, di Thailand selasih Amerika ini dikonsumsi seperti halnya kemangi. Itulah sebabnya belakangan ini selasih Amerika juga disebut Thai basil.

    Sebutan selasih Amerika, yang merupakan terjemahan Bahasa Inggris American basil, dengan nama botani Ocimum americanum, berasal dari kesalahan bapak botani modern Carl Linnaeus (1707 – 1778). Pakar botani berkebangsaan Swedia ini tak pernah pergi-pergi. Tetapi para ahli botani dan penjelajah Eropa selalu mengirim spesimen tumbuhan yang mereka temukan, berikut data-data yang diperlukan ke Carl Linnaeus. Suatu hari, Linnaeus mendapat kirimam spesimen selasih dari seorang temannya yang baru saja pulang dari Amerika. Tanggal 19 Februari 1755 Linnaeus mempublikasikan temuan ini di Centuria I. Plantarum dengan nama Ocimum americanum. Sebab ia mengira tumbuhan itu asli Amerika.

    Padahal abad 18, tumbuhan dari “dunia lama” (Eropa, Asia, Afrika) sudah banyak yang masuk ke “dunia baru” (Amerika); dan juga sebaliknya. Tetapi untuk menghormati Linnaeus, nama Ocimum americanum dipertahankan sampai sekarang. Hal seperti ini jamak terjadi di dunia botani, sebab kesalahan Linnaeus bukan menyangkut hal yang secara botani sangat penting. Nama botani habanero (cabai yang sangat pedas), Capsicum sinense; yang diberikan oleh ahli botani Belanda Nikolaus Joseph von Jacquin (1727 – 1817), sebenarnya juga salah. Semua genus Capsicum berasal dari Benua Amerika. Karena mendapat specimen dari China, von Jacquin mengira habanero berasal dari China.

    Genus Ocimum, suku mint; terdiri dari 66 spesies. Dari 66 spesies itu memang hanya empat yang populer sebagai bumbu penyedap, juga bijinya untuk minuman. Pertama sweet basil, yang daunnya gemuk-gemuk, hijau tua dengan permukaan daun tak rata. Kadang sweet basil, atau basil; juga dianggap sebagai kemangi. Di pasar swalayan bahkan pasar tradisional, sweet basil dijual sebagai kemangi. Sweet basil hanya berforma hijau. Kemudian American basil atau Thai basil, yang di Indonesia hanya digunakan sebagai pelengkap bunga tabur. Kalau daun sweet basil gemuk dan cenderung membulat, daun American basil runcing dengan permukaan rata. Ada forma hijau, ada forma ungu.

    Tiga kemangi, lemon basil, yang sangat populer sebagai bumbu penyedap. Bentuk daun kemangi tidak seruncing selasih, tetapi tidak sebulat basil. Permukannya juga rata. Aroma kemangi campuran aroma basil dengan selasih. Di Indonesia kemangi paling populer dibudidayakan sebagai bahan penyedap. Keempat ruku-ruku, tulsi, yang disebut holy basil, atau selasih India, Ocimum tenuiflorum. Daun selasih India paling kecil, dengan tepi daun menggelombang. Yang mencolok dari holy basil, ukuran tanamannya bisa setinggi dua meteran. Sedangkan basil, selasih dan kemangi, paling tinggi 0,5 meter.

    Sama dengan selasih, ruku-ruku juga terdiri dari dua forma, hijau dan ungu. Aroma ruku-ruku lebih dekat dengan selasih dibanding dengan kemangi. Di Indonesia ruku-ruku digunakan untuk gulai ikan dan asam pedas. Di luar Tanah Minang; ruku-ruku tak populer. Orang Jawa malahan menganggap ruku-ruku sama dengan selasih. Itulah sepintas penjelasan tentang kemangi, basil, selasih dan ruku-ruku. Memang tidak mudah menemukan informasi yang benar di dunia digital, mengingat siapa pun bisa posting tanaman, tanpa dibekali informasi yang lengkap dan akurat. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi

     

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *