JERUJU SEBAGAI ILEX TROPIS
by indrihr • 25/01/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Di Eropa, tumbuhan berbunga serentak pada musim semi, dan berbuah pada musim panas. Pada musim dingin, burung pemakan buah bermigrasi ke kawasan tropis atau hibernasi. Tetapi ada kekecualian. Burung robin misalnya, tidak bermigrasi, juga tidak hibernasi.
Lalu makan apa burung robin selama musim dingin? Ternyata ada beberapa tumbuhan yang justru berbunga pada akhir musim panas, dan buah masak pada musim dingin. Salah satunya genus Ilex, yang terdiri dari 425 spesies. Kalau sebagian besar tumbuhan sub tropis merontokkan daun pada musim gugur, daun ilex tetap melekat erat pada ranting-rantingnya. Bunga ilex yang mekar pada akhir musim panas, bermasakan pada musim dingin. Burung pemakan buah ukuran kecil yang tak mungkin bermigrasi jarak jauh, juga tidak berhibernasi. Mereka tetap aktif selama musim dingin, dan mendapat nutrisi dari buah ilex.
Yang tidak merontokkan daun pada musim gugur bukan hanya ilex. Daun jeruk dan cemara juga tetap utuh selama musim dingin. Tumbuhan yang berdaun tipis dan lunaklah yang akan meranggas selama musim dingin. Sedangkan tumbuhan dengan daun tebal, keras dan berpermukaan licin, akan tetap rimbun selama musim dingin. Maka semua jenis cemara tetap berdaun lebat selama musim dingin. Pada perayaan Natal yang pasti jatuh pada puncak musim dingin, masyarakat Eropa zaman dulu memotong pohon cemara untuk dipajang di dalam rumah. Mengapa bukan jeruk? Karena tajuk cemara lebih bagus, dan jeruk merupakan tanaman penghasil buah.
Meskipun bertajuk bagus, daun cemara berukuran kecil, dengan bentuk yang tak menarik. Warnanya juga hijau, bahkan ada yang agak kelabu. Zaman dulu, belum ada budidaya bunga dalam green house, hingga pas natal pasti tidak ada bunga. Agar pohon cemara itu lebih menarik, diambillah ranting ilex dengan buahnya yang telah masak berwarna merah. Daun ilex cukup lebar, mengkilap, berbentuk artistik dengan beberapa tonjolan meruncing di tepinya. Ilex yang biasa digunakan sebagai hiasan natal dililitkan di pohon cemara, ini kemudian disebut ilex suci (holly ilex), atau ilex eropa, Ilex aquifolium.
Burung robin eropa, Erithacus rubecula; yang tetap aktif selama musim dingin dengan mengonsumsi buah ilex, kemudian disebut Christmas Robin. Kalau ranting ilex asli bisa diambil dari alam dan dililitkan di pohon cemara, burung robinnya cukup dari kertas atau kain. Itu dulu. Setelah ada plastik, pohon cemaranya plastik, ilexnya plastik, burung robinnya juga plastik. Lalu umat Kristen dan Katolik di negeri tropis ikut-ikutan memasang cemara plastik, diberi daun dan buah ilex plastik, diberi salju dari kapas. Burung robin tak terlalu dikenal di kawasan tropis, mungkin karena cerita tentang ilex dan robin juga tak pernah sampai sini.
Teh Holly Mangrove
Di Indonesia ada tumbuhan dengan bentuk daun mirip ilex suci eropa. Tumbuhan mirip ilex ini disebut jeruju, jaruju, deruju, daruju, holly-leaved Acanthus, sea holly, holly Mangrove, Acanthus ilicifolius. Jeruju bisa dijumpai di rawa-rawa mangrove di Indonesia sampai Australia.
Beda dengan ilex yang tumbuh berupa pohon, holly mangrove merupakan semak yang tumbuh di perairan rawa mangrove. Meski bentuk daun ilex dan jeruju sama, dua tumbuhan ini beda suku, bahkan ordo. Ilex eropa suku Aquifoliaceae, ordo Aquifoliales. Jeruju suku Acanthaceae, ordo Lamiales.
Sebenarnya, Umat Kristen Indonesia, tak perlu memasang ilex eropa dari plastik sebagai hiasan natal. Sebab tanaman jeruju ada di mana-mana di kawasan mangrove. Tetapi, justru akan menjadi janggal, kalau cemaranya plastik, sedangkan “ilexnya” tanaman asli. Sebab sekarang jarang sekali keluarga memasang pohon cemara asli sebagai hiasan natal. Lagi pula, buah jeruju berupa polong berwarna hijau, hingga tak semenarik ilex eropa dengan warna merah. Bunga jeruju justru lebih menarik karena berwarna ungu muda. Tetapi warna ini tidak cocok dengan suasana natal yang meriah.
Peluang untuk memopulerkan jeruju sebagai hiasan natal pengganti ilex memang tidak terlalu besar. Tetapi daun jeruju justru dikenal sebagai “teh jeruju”. Tanamannya sendiri juga mulai dikenal oleh kalangan tertentu sebagai tanaman hias. Di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee sudah ditawarkan bibit tanaman, teh dan serbuk daun jeruju. Di Tokopedia, bibit jeruju ditawarkan rata-rata Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per tanaman. Teh jeruju (daun jeruju kering), ditawarkan seharga Rp 68.000 per kilogram, Rp 35.750 per 500 gram. Serbuk daun jeruju Rp 40.000 per 500 gram.
Di Bukalapak justru lebih tinggi. Mungkin karena ukuran tanaman lebih besar dari yang di Tokopedia. Di situs ini bibit jeruju ditawarkan seharga Rp 53.000 per tanaman. Teh jerujunya Rp 72.000 per kilogram, dan Rp 37.500 per 500 gram. Shopee, baru menawarkan tanaman jeruju seharga Rp 38.000 per tanaman. Anehnya, foto yang dipasang di Shopee bukan jeruju melainkan tanaman mirip ilex berbunga kuning. Ini sudah kategori penipuan. Konsumen akan mengira jeruju berbunga kuning. Di era digital sekarang ini orang memang sangat mudah mengakses informasi, tetapi informasinya yang justru sering bohong.
Sebenarnya holly ilex juga sudah masuk Indonesia, tetapi sebagai bahan bonsai. Bukan sebagai hiasan natal. Daya tarik utama ilex eropa sebagai bahan bonsai, terletak pada bentuk, warna daun dan terutama warna merah buahnya. Meskipun di agroklimat tropis, sangat sulit ilex eropa bisa berbuah. Di Tokopedia, bonsai ilex ditawarkan Rp 1.920.000. Di Bukalapak Rp 1.500.000. Shopee tidak menjual bonsai, tetapi tanaman ilex bahan bonsai seharga Rp 80.000 sampai Rp 120.000. Tampaknya ilex masih tergolong bonsai murah meriah. Paling tidak dibanding dengan bakalan bonsai Pachypus yang dibanderol paling murah Rp 200.000. # # #
Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
Foto F. Rahardi
