DANDELION GULMA INDAH YANG MENYEHATKAN
by indrihr • 08/03/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Para pendaki Gunung Gede lewat jalur Gunung Putri, biasanya akan istirahat dan menginap di Alun-alun Suryakencana. Tiap liburan sekolah/kuliah, lembah indah dengan edelweis jawa ini penuh dengan tenda para pendaki.
Pada suatu siang, seorang pendaki senior memetik gulma yang tumbuh di sekitar mata air. Meski kemarau panjang, gulma itu tetap tumbuh dengan subur. Para pendaki millenial, heran. “Untuk apa Pak daun itu?” Si pendaki senior menatap para remaja itu. “Ini namanya jombang, Bahasa Inggrisnya Common Dandelion. Nama botaninya Taraxacum campylodes. Ini enak. Kalau mau ayo ke tenda saya.” Daun dan kuncup bunga dandelion itu lalu dicuci. Misting diisi air, kompor gas mini dinyalakan. Setelah air mendidih daun dan kuncup bunga dandelion itu dimasukkan, tak lama kemudian diangkat.
“Rasanya memang agak pahit. Tapi ini sayuran yang menyehatkan. Ayo, ini bumbu pecelnya!” Dandelion sudah menjadi gulma di kawasan pegunungan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tumbuh di elevasi mulai dari 700 meter dpl sampai 2.500 meter dpl, gulma ini berasal dari Eropa dan Asia Barat. Diduga dandelion dibawa ke Indonesia oleh Bangsa Kulit Putih, sebagai tanaman hias. Berbunga kuning sedikit lebih kecil dari gerbera, sosok dandelion terkenal indah. Biji dandelion bersayap kapas seperti sintrong dan tempuyung. Biji-biji itu akan diterbangkan angin ke mana-mana dan menyebar dengan sangat cepat.
Di Eropa, dandelion disebut Swedish Mom dan dikonsumsi sebagai sayuran pada musim semi. Dandelion yang sudah mulai tumbuh pada akhir musim dingin biasa dipanen dan dikonsumsi selama masa puasa Pra Paskah sebagai “sayuran pahit”. Masyarakat Katolik dan Protestan Eropa percaya, bahwa dandelion mampu membersihkan tubuh, terutama lever dari makanan berlemak yang dikonsumsi dalam volume besar selama musim dingin. Pemanfaatan dandelion sebagai sayuran di Eropa, tidak seluas selada dan letuce. Tetapi dandelion lebih fleksibel untuk dikonsumsi dengan berbagai cara dan bahan lain.
Setelah jadi hidangan penting pada musim semi; dandelion hanya dianggap gulma oleh Bangsa Kulit putih. Sama dengan di Indonesia. Tetapi belakangan di Eropa dan Amerika mulai ada kesadaran untuk mengonsumsi gulma sebagai sayuran, termasuk dandelion. Di Situs FreshDirect, dandelion segar ditawarkan 2,99 dolar AS (Rp 41.860) per 1 oz (23,3 gram); atau Rp . 1.796.566 per kilogram. Di beberapa kota di Eropa dan AS juga mulai ada restoran yang menyajikan aneka menu dandelion, terutama saladnya. Selain dipercaya sebagai pembersih tubuh, dandelion juga berkhasiat diuretik (memperlancar air seni).
Manjadi Jombang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia; kosa kata jombang berarti elok; cantik; tampan. Kosakata ini merupakan serapan dari Bahasa Melayu, bukan dari Bahasa Jawa. Dalam Bausastra Jawa, tidak dijumpai entri jombang. Dalam Bahasa Melayu, jombang berarti ayu, jelita, molek. Di Indonesia dandelion disebut jombang karena bunganya yang indah. Sebutan ini berasal dari lingkungan perkebunan di pegunungan Jawa dan Sumatera. Orang-orang Belanda yang menanam dandelion di rumah mereka, menyebut tanaman ini jombang, Bahasa Melayu; dan diikuti oleh masyarakat Jawa sampai sekarang.
Nama jombang untuk dandelion tak ada kaitan dengan Kabupaten Jombang, Jawa Timur; Kecamatan Jombang, Cilegon, Banten; Desa Jombang, Purworejo, Jawa Tengah; atau Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Sebaliknya, nama jombang untuk kabupaten, kecamatan dan desa itu; juga tak ada kaitan dengan dandelion. Kemungkinan besar nama-nama tempat itu mengacu ke Bahasa Melayu; yang sejak Zaman Majapahit sudah menjadi bahasa perdagangan di Nusantara. Jadi nama-nama tempat itu mengacu ke terminologi ayu, jelita, molek; atau lezat, harum, merdu; yang juga diwadahi dalam kosa kata jombang.
Lain dengan masyarakat Eropa yang memanfaatkan dandelion sebagai sayuran khas musim semi; di Indonesia dandelion justru dikeringkan sebagai teh dengan khasiat diuretik. Fungsi dandelion sama dengan tempuyung, Sonchus arvensis; kumis kucing (remujung), Orthosiphon aristatus; dan keji beling, Strobilanthes crispa. Di situs penjualan online, teh dandelion juga ditawarkan dengan nama Pu Gong Ying; seharga Rp 70.000 kemasan 600 gram. Nama teh jombang malah tidak dikenal. Teh tempuyung ditawarkan seharga Rp 12.500 kemasan 50 gram. Teh kumis kucing Rp 14.900 kemasan 400 gram.
Di situs penjualan online, teh keji beling ditawarkan seharga Rp 40.000 per kilogram. Kalau dihitung per kilogram harga teh dandelion Rp 116.666; tempuyung Rp 250.000 dan kumis kucing Rp 37.250. Tampak harga teh kumis kucing dan keji beling paling rendah, teh dandelion jauh di atas kumis kucing dan keji beling; teh tempuyung paling tinggi. Ini wajar sebab bahan baku tempuyung paling sulit didapatkan dibanding dandelion, apalagi kumis kucing dan keji beling. Sampai sekarang produk diuretik itu memang belum dibudidayakan secara massal, hingga kebutuhan masih dipasok dari alam.
Dibanding tempuyung, kumis kucing dan keji beling; dandelion punya kelebihan dengan tiga manfaat. Sebagai teh diuretik, sayuran dan tanaman hias. Selain sebagai teh diuretik, di Indonesia dandelion juga dipromosikan sebagai bahan herbal dengan aneka khasiat. Di Shope, dandelion yang disebut sebagai tanaman obat, ditawarkan Rp 28.000 per tanaman. Di Tokopedia, dandelion ditawarkan sebagai tanaman hias berupa biji dengan harga Rp 12.500 kemasan 5 gram; dan tanaman seharga Rp 46.000 bobot 400 gram. Tetapi di Shope maupun Tokopedia, tak disebutkan bahwa dandelion hanya hisa hidup di dataran tinggi. # # #
Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
Foto F. Rahardi
