• MENYEHATKAN LAHAN DENGAN SENGGANI

    by  • 26/04/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Kadang ada sebuah bukit, homogen ditumbuhi spesies tertentu, misalnya senggani. Kemungkinan besar, tanah di bukit itu mengandung unsur logam cukup tinggi, hingga tak semua tumbuhan bisa hidup di atasnya. Hanya tumbuhan tertentu yang mampu menyerap unsur logam tersebut bisa hidup di sana sampai tanah kembali sehat.

    Sifat tumbuhan yang mampu menyerap logam seperti itu, disebut hiperakumulator. Senggani, salah satu tumbuhan hiperakumulator, juga dikenal dengan nama senduduk, harendong, Malabar melastome, Indian rhododendron, Singapore rhododendron, planter’s rhododendron. Nama botaninya Melastoma malabathricum. Sebagai tumbuhan hiperakumulator, senggani mampu mengakumulasi logam, terutama aluminium, dengan konsentrasi tinggi pada jaringan akar dan tajuknya. Setelah senggani hidup subur di lahan tersebut, tumbuhan perintis seperti alang-alang juga bisa menyusul hidup di lahan itu. Lalu hampir semua tumbuhan bisa berkembang, dan tanah kembali sehat.

    Daya adaptasi senggani tak hanya ditunjukkan dalam sifat hiperakumulator, melainkan juga tampak dari sebaran dan tempat tumbuhnya. Senggani berasal dari kawasan sub tropis Jepang, kawasan Malesia Barat, kawasan gurun Australia sampai ke Kepulauan Pasifik. Sejak abad 16, senggani telah menyebar ke seluruh kawasan tropis dan sub tropis di seluruh dunia. Di Amerika Serikat dan negara-negara Laut Karibia, senggani menjadi invasif mengalahkan spesies lain. Penyebaran senggani antar pulau dan benua karena dibawa manusia sebagai tanaman hias. Tetapi penyebarannya sampai menjadi invasif, karena buahnya dimakan burung, bijinya menyebar lalu tumbuh di mana-mana.

    Cepatnya senggani menjadi invasif juga disebabkan oleh daya adaptasinya terhadap rentang elevasi tempat tumbuh. Spesies ini bisa hidup mulai dari dataran rendah dengan elevasi 100 meter dpl; sampai ke dataran tinggi berelevasi 2.800 meter dpl. Di Kepulauan Pasifik, senggani bisa tumbuh di karang-karang dengan elevasi di bawah 100 meter dpl. Senggani juga mampu beradaptasi dengan agroklimat dingin dan basah, seperti Jawa Barat; serta panas dan kering seperti di NTT. Di agroklimat panas dan kering, senggani juga tahan terbakar. Meskipun seluruh tajuk dan batangnya terbakar, semak berkayu senggani ini akan tumbuh lagi pada musim hujan berikutnya.

    Tanah bisa mengandung logam tinggi secara alami, tetapi bisa pula karena pencemaran. Misalnya tanah bekas tambang. Dengan sifatnya sebagai hiperakumulator, senggani bisa digunakan untuk merehabilitasi lahan bekas tambang, terutama tambang aluminium. Lahan-lahan yang secara alami mengandung logam dan tak bisa ditanami apa pun, bisa dicoba ditanami senggani. Tanaman semak ini bisa diperbanyak dari biji yang akan memakan waktu lama, bisa dengan benih cabutan. Meskipun hanya diambil bonggolnya, senggani mudah tumbuh. Sifat inilah yang menyebabkan senggani populer sebagai bahan bonsai dan asesoris akuarium (aquascape).

    Bunga Edible

    Dari senggani inilah muncul kosakata aneh, bonsai aquascape. Di situs penjualan online, bonsai aquascape senggani ditawarkan mulai harga Rp 4.500 sampai dengan Rp 650.000. Rentang harga yang sangat besar ini disebabkan oleh bentuk akar dan ukurannya. Semakin besar ukuran bonggol dan semakin unik bentuknya, harga bonsai aquascape senggani akan semakin tinggi. Terminologi bonsai aquascape memang aneh. Sebab bonsai semestinya tumbuhan hidup. Senggani salah satu bahan bonsai populer karena rajin berbunga dan adaptif dengan elevasi. Tetapi popularitas bonsai senggani, kalah dibanding pemanfaatan bonggol/akarnya sebagai asesoris akuarium.

    Jadi yang disebut bonsai aquascape sebenarnya bonggol atau akar senggani mati, yang di bagian atasnya diberi tanaman air dan ditaruh dalam akuarium. Sepintas bonggol senggani dengan tumbuhan air ini mirip dengan bonsai, hingga disebut bonsai aquascape. Meskipun bonggol senggani diburu sebagai bahan bonsai aquascape, keberadaannya di alam tetap melimpah. Lain halnya dengan sisir, yang terancam punah, karena diburu sebagai bahan bonsai, jimat pelaris bagi pedagang meubel, dan untuk pewarna alami kain batik. Sisir terancam punah karena daya adaptasinya di alam tidak sebaik senggani.

    Bunga dan buah senggani edible. Di India dan Thailand, bunga senggani disajikan sebagai menu eksotis di restoran bintang, bersama jenis bunga lain. Thailand memang paling doyan masakan berbahan bunga. Pohon johar yang di Indonesia banyak tumbuh di tepi jalan dan disia-siakan bunganya, di Thailand dibudidayakan sebagai penghasil sayuran bunga. Buah senggani disukai anak-anak, dan juga para pendaki gunung. Sebenarnya daun senggani juga edible, tetapi pemanfaatannya hanya sebatas untuk pengobatan alami. Kalau kita klik di Google, dengan kata kunci khasiat senggani, senduduk, atau harendong; akan didapat banyak sekali informasi dari sana.

    Dalam Daftar Nama Tumbuhan Internasional, senggani (genus, Melastoma, suku Melastomataceae); terdiri dari sembilan spesies. Nama Melastoma malabathricum diberikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1753, dengan spesimen yang diambil dari India. Ada tiga tipe warna bunga senggani. Yang paling banyak warna pink. Selain itu ada warna ungu dan putih. Ada beberapa semak berkayu dengan bentuk bunga dan buah seperti senggani. Masyarakat sering keliru menganggap senggani sebagai kemunting, karamunting, rose myrtle, Rhodomyrtus tomentosa. Buah kemunting juga edible. Keberadaan kemunting tidak sebanyak dan seluas senggani.

    Harendong bulu, Tibouchina urvilleana; juga sering dianggap senggani. Nama harendong bulu, disematkan ke spesies ini; karena bentuk tanaman, daun dan bunga memang mirip harendong, tetapi daunnya berbulu. Padahal spesies ini berasal dari Brasil dan baru diintroduksi ke Indonesia pada zaman Belanda. Genus Tibouchina beranggotakan 234 spesies, semua berasal dari Amerika Tropis/Subtropis. Spesies Tibouchina sudah banyak yang masuk ke Indonesia sebagai tanaman hias dataran tinggi. Di antara spesies Tibouchina ini ada yang berbunga ungu kebiruan. Semak berkayu genus Osbeckia, yang beranggotakan 11 spesies, juga sering keliru dianggap senggani, karena bentuk tanaman, bunga dan buahnya hampir sama. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *