IMPOR JERUK ISRAEL
by indrihr • 22/07/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Saya seorang petani jeruk. Benarkah selama ini kita mengimpor jeruk dari Israel, karena negeri ini penghasil jeruk nomor satu dunia? Bagaimana caranya sebab kita tidak punya hubungan diplomatik dengan negeri itu. (Abdullah, Banjarmasin).
Sdr. Abdullah, kita tidak pernah mengimpor jeruk dari Israel, karena Israel bukan penghasil jeruk nomor satu dunia. Impor juga tak terkait dengan hubungan diplomatik. Selama ini kita juga impor senjata, amunisi dan mesin dari Israel, lewat Singapura. Perdagangan buah global dalam skala besar, selama ini dikendalikan dari Hongkong. Jadi kita hanya tahu membeli buah dari Hongkong, transaksinya dengan Hongkong; asal buah urusan para bandar buah di sana. Pengapalan ke Indonesia, langsung dari negara penghasil buah. Kecuali perdagangan dalam volume kecil di sekitar perbatasan dengan Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini.
Dalam perdagangan global, jeruk dikategorikan menjadi empat jenis. Jeruk besar (pomelo) dengan grapefruit; lemon (jeruk masam), jeruk manis (sweet orange), dan keprok (mandarin orange). Selama ini Indonesia hanya tercatat mengimpor jeruk manis dan keprok. Data digital Badan Pusat Statistik tidak merinci informasi impor jeruk. Yang ada impor buah-buahan secara menyeluruh dari China, AS, Thailand, Australia, Pakistan, Mesir, Afrika Selatan, Selandia Baru, Vietnam, Peru dan negara lain. Dari total impor buah Indonesia 2019 sebesar 724. 131,1 ton; sebanyak 435.918,6 berasal dari China.
China memang tercatat sebagai penghasil jeruk besar (pomelo) dan grapefruit utama dunia. Inilah data 10 besar penghasil pomelo dan grapefruit dunia dalam ton (FAO 2019): China 5.013.120; Vietnam 818.914; AS 511.650; Meksiko 488.776; Afrika Selatan 378.634; Thailand 281.728; Sudan 252.361; Turki 249 185; Israel 148.800; Argentina 112.630. Israel hanya berada di peringkat sembilan. Indonesia tempat asal-usul jeruk besar, menghasilkan 118.972 ton pomelo. Produksi pomelo kita lebih besar dari Argentina, tapi tak tercatat oleh FAO. Grapefruit (Citrus paradisi), adalah silangan pomelo (Citrus maxima) dengan jeruk manis (Citrus sinensis). Diproduksi untuk diambil jusnya.
China juga penghasil jeruk keprok utama dunia. Inilah 10 besar produsen jeruk keprok dalam ton (FAO 2019): China 19.883.043; Spanyol 1.826.340; Turki 1.400.000; Maroko 1.374.629; Mesir 1.096.027; AS 986.110; Brasil 984.897; Italia 763.600; Jepang 746.700; Korea Selatan 645.000. Tahun 2019, Israel hanya menghasilkan 211.131 ton jeruk keprok, dan tidak masuk 10 besar produsen jeruk keprok dunia. Sebenarnya produksi jeruk keprok Indonesia cukup besar 2.444.518 ton (BPS 2019). Tetapi nama Indonesia tak tercantum di data penghasil jeruk keprok FAO. Kemungkinan, pemerintah RI atau FAO salah mengentri data.
Dalam data penghasil jeruk manis dunia FAO 2019, Indonesia justru masuk 10 besar (dalam ton): Brasil 17.073.593; China 10.583.357; India 9.509.000; AS 4.832.570; Meksiko 4.736.715; Spanyol 3.226.870; Mesir 3.197.046; Indonesia 2.563.485; Iran 2.308.730; Italia 1.650.210. Produksi jeruk manis Israel hanya 74.878 dan tidak masuk 10 besar. Kemungkinan angka 2,5 juta ton jeruk manis versi FAO ini sebenarnya jeruk keprok/siam. Sebab di situs BPS, justru tidak tercantum data produksi jeruk manis. Volume produksi jeruk manis Indonesia, yang dikenal dengan nama jeruk baby, memang sangat kecil.
Di pasar dunia juga diperdagangkan jeruk lemon, termasuk jeruk nipis (lime). Israel hanya menghasilkan 75.565 ton lemon/lime dan tidak masuk 10 besar. Indonesia tidak mencatat produksi lemon/lime, hingga di BPS dan FAO tak ada data. Inilah 10 besar penghasil lemon/lime dunia dalam ton (FAO 2019). India 3.482.000; China 2.712.187; Meksiko 2.701.828; Argentina 1.904.765; Brasil 1.511.185; Turki 950.000; Spanyol 884.890; AS 876.340; Afrika Selatan 510.524; Iran 471.008. Melihat kehadiran lemon/lime di pedagang sayur, kemungkinan produksi lemon/lime kita cukup besar, hingga semestinya BPS mencatat datanya.
Dari data-data itu tampak jelas, bahwa produksi jeruk keprok Indonesia data BPS 2019 sebesar 2,4 juta ton, jauh lebih besar dibanding produksi jeruk keprok Israel data FAO 2019 sebesar 211.131 ton. Hingga tidak mungkin Indonesia mengimpor jeruk keprok dari Israel. Paling besar impor jeruk keprok kita dari China, sebab negeri ini produsen jeruk keprok utama dunia. Impor jeruk keprok dari China juga lebih murah dibanding dari Israel mengingat jarak pengirimannya. Informasi tentang produksi dan perdagangan (ekspor impor), sekarang dengan mudah kita akses. Memang kadang informasi itu tidak akurat, tetapi itu kasus, bukan kecenderungan umum. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
