POHON MIMBA DI PADANG ARAFAH
by indrihr • 23/08/2021 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments
Sekarang Padang Arafah di Arab Saudi sudah hijau dengan “pohon sukarno”. Benarkah “pohon sukarno” itu berasal dari Indonesia? Adakah manfaat ekonomis dari pohon sukarno?Misalnya buahnya atau kayunya? (Sulistyo, Banjarmasin).
Sdr. Sulistyo, yang disebut “pohon sukarno” di Padang Arafah, sebenarnya pohon mimba, neem, Azadirachta indica. Pohon mimba bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari India, kemudian menyebar ke Indonesia, Timur Tengah dan Afrika. Habitat asli mimba memang kawasan ekstrim kering. Hingga mimba cocok untuk penghijauan di kawasan gurun seperti di Padang Arafah, Arab Saudi. Di Arab Saudi, mimba disebut pohon sukarno, karena Bangsa Arab (bukan hanya warga Arab Saudi), sangat menyukai sosok Bung Karno, yang mampu menyatukan bangsa-bangsa Asia Afrika.
Bung Karno menunaikan Ibadah Haji tahun 1955, dan melaksanakan Wukuf di Padang Arafah pada 29 Juli 1955. Waktu itu cuaca Arab Saudi pas panas-panasnya. Padang Arafah juga masih belum ditumbuhi pepohonan. Bung Karno yang merasakan panasnya udara Padang Arafah, mengusulkan ke Raja Saud, agar Padang Arafah dihijaukan. Pada waktu Mimba yang berasal dari India, sudah menyebar sampai ke Timur Tengah dan Afrika. Hingga “pohon sukarno” itu bukan didatangkan dari Indonesia, melainkan menggunakan benih yang ada di Arab Saudi. Karena yang mengusulkan Bung Karno, pohon mimba itu disebut pohon sukarno.
Tidak semua pohon mimba yang ditanam di Padang Arafah pada dekade 1950 hidup. Yang hidup, sekarang sudah tumbuh sangat besar. Dekade 1990, pada pemerintahan Presiden Soeharto, Padang Arafah dihijaukan secara menyeluruh. Pengerjaan penghijauan itu diserahkan ke kontraktor dari Indonesia. Pada waktu itulah benih mimba berikut tenaga kerja didatangkan dari Indonesia. Masyarakat Arab Saudi kembali teringat dengan pohon sukarno. Meskipun penghijauan secara menyeluruh baru dilakukan pemerintah Arab Saudi pada dekade 1990, pohon mimba tetap disebut sebagai pohon sukarno.
Seluruh bagian tanaman mimba, mulai dari buah, biji, daun, batang, dan kulit mengandung racun. Terutama bijinya. Dalam tiap kilogram biji mimba, terkandung 2,5 gram azadirachtin (2 permil). Azadirachtin yang ditemukan tahun 1960-an merupakan insektisida yang efektif. Selain azadirachtin, dalam biji mimba juga terdapat limonoid lain, gliserida, polifenol, nimbolida, triterpen, dan beta-sitosterol. Zat-zat tersebut terkandung dalam minyak biji mimba yang di perdagangan dunia disebut neem oil atau margosa. Minyak mimba berasa pahit, berwarna kuning, dengan aroma seperti bawang putih.
Daun mimba mengandung kuersetin, katekin, karoten, dan vitamin C. Di India selatan, daun mimba kering ditumbuk dan ditaburkan di dalam lemari pakaian, untuk mencegah ngengat perusak kain. Serbuk daun mimba juga ditebarkan di luar tempat penyimpanan beras, untuk mencegah serangan kutu beras. Meskipun mengandung racun, di India dan Indochina, pucuk daun dan bunga mimba biasa dikonsumsi sebagai sayuran. Ini sama dengan surian, suren, Toona sureni; yang juga mengandung racun, tetapi pucuk daunnya biasa dikonsumsi. Mimba dan surian memang masih sama-sama suku Meliaceae.
Beberapa hewan mamalia juga mengonsumsi daun dan kulit mimba. Hingga di India, daun mimba juga digunakan sebagai pakan ternak, dengan dicampur hijauan lain. Di Taman Nasional Baluran; jelarang hitam, black giant squirrel, Ratufa bicolor; senang sekali mengonsumsi kulit ranting mimba. Di Taman Nasional Baluran, mimba tumbuh dengan baik karena cuaca yang ekstrim kering. Di Pulau Jawa, mimba tumbuh liar di sepanjang pantai utara, mulai dari Banten sampai ke Banyuwangi. Di jalur jalan raya Pantura, mimba juga digunakan sebagai tanaman peneduh jalan bersamaan dengan kayu jaran.
Di India, minyak mimba dipasarkan dengan harga 200 rupee sampai dengan 600 rupee per kilogram. Dengan kurs 1 rupee = Rp 194,92; harga minyak mimba di India berkisar antara Rp 40.000 sampai dengan Rp 100.000 per kilogram. Minyak mimba diambil dengan cara pengepresan biji mimba. Selain untuk bahan pestisida organik, minyak mimba juga digunakan dalam pengobatan tradisional India, Aryuveda. Dalam rumah tangga, minyak mimba digunakan sebagai pencegah serangan rayap. Kayu yang diberi polimer minyak mimba, tahan dari serangan rayap, meskipun bersentuhan atau terbenam di dalam tanah.
Sama dengan alang-alang dan cemara laut, mimba merupakan tumbuhan perintis. Saat tumbuhan lain tak bisa hidup, mimba bisa tumbuh dengan baik. Setelah banyak tumbuhan lain, mimba akan mati. Karena sifatnya ini, mimba digunakan di beberapa negara Afrika sebagai pencegah penggurunan (tertutupnya lahan pertanian dan hutan dengan pasir gurun). Bagi Bangsa Arab, terutama penduduk Arab Saudi, mimba memang identik dengan Presiden Pertama RI, Ir. Sukarno. Hingga sampai sekarang pohon mimba disebut sebagai pohon sukarno. Terutama mimba yang menghijaukan Padang Arafah tempat Wukuf dalam rangkaian menunaikan Ibadah Haji. # # #
Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
Foto F. Rahardi
