• DURIAN THAILAND DI JAKARTA

    by  • 02/03/2022 • Buah, Sayur, Tanaman Hias, PERTANIAN • 0 Comments

    Saya pernah mendengar bahwa impor durian dari Thailand telah dilarang pemerintah. Tetapi selama bulan Januari 2022 ini saya lihat banyak pedagang durian yang menawarkan durian Thailand. Apakah larangan impor durian sudah dicabut? (Asih, Jakarta).

    Sdri Asih, Anda benar. Tahun 2013 Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian, telah mencabut rekomendasi impor terhadap 13 produk hortikultura termasuk durian. Karena rekomendasi dicabut, izin impor terhadap 13 produk hortikultura tersebut, tidak bisa dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 60 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura, menjadi dasar hukum kebijakan ini. Sampai dengan bulan Januari 2022, larangan impor terhadap 13 produk hortikultura tersebut belum pernah dicabut.

    Tetapi Anda juga benar, bahwa sejak Desember 2021, durian mon thong tampak dijual di antara kultivar durian lain. Di tepi jalan raya Bogor depan Pasar Induk Kramatjati, durian mon thong ini malah tampak dominan dibanding jenis durian lain. Durian mon thong yang tampak di gerai buah tepi jalan; bukan durian impor dari Thailand, melainkan hasil produksi dalam negeri Indonesia. Kadang para pedagang itu memasang tulisan, “Monthong Thailand”. Padahal tidak mungkin durian Thailand masuk Indonesia, terlebih selama bulan Desember – Februari.

    Selain karena larangan impor durian itu belum dicabut, panen durian di Thailand berlangsung pada bulan Mei, Juni dan Juli setiap tahunnya. Jadi tidak mungkin pada bulan Desember, Januari, Februari; kita mendatangkan durian mon thong dari Thailand. Yang benar, bulan-bulan tersebut Pulau Jawa sedang panen durian, termasuk durian mon thong; dan produksinya dijajakan di lapak tepi jalan, juga di pasar swalayan besar. Di gerai Hypermart, sejak Desember lalu selalu ada durian mon thong. Mereka tak memasang label “Mon thong Thailand” sebab yang mereka jual produk dalam negeri.

    Sebenarnya mon thong hanya salah satu dari empat durian unggul yang dibudidayakan secara massal di Thailand. Selain mon thong (si bantal emas); ada kan yao (si leher panjang); chanee (gibbon) dan kradum thong (si tombol emas). Thailand juga membudidayakan klon-klon unggul dari Malaysia seperti Sultan (D24), berserah (Tuan Mek Hijau, D145), dan musang king (D197). Total Thailand punya 234 kultivar durian. Mon thong paling banyak mereka budidayakan karena tak beraroma tajam, hingga disukai masyarakat Uni Eropa, AS dan Kanada. Mengonsumsinya pun saat daging buah masih keras, bukan setelah lembek seperti di sini.

    Ada yang mengatakan bahwa induk durian mon thong sebenarnya berasal dari Kalimantan Barat. Klaim ini tak disertai bukti akurat. Yang lebih benar, kultivar durian budidaya (Durio zibethinus); berasal dari Sumatera, Semenanjung Malaya, dan Kalimantan. Jadi bukan induk durian mon thong berasal dari Kalimantan; melainkan 234 kultivar durian Thailand itu berasal dari Sumatera, Semenanjung Malaya, dan Kalimantan. Karena wilayah Kerajaan Thailand juga meliputi sebagian Semenanjung Malaya, otomatis sebagian kultivar durian juga berasal dari Thailand.

    Durian mon thong merupakan cenderamata Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit kepada Presiden Sukarno, saat Raja Thailand ini berkunjung ke Indonesia pada 8 Februari 1960. Benih durian mon thong ini ditanam di Balai Benih Induk Hortikultura Pekalongan, Lampung Timur. Dari Lampung, durian mon thong menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Di Thailand, durian mon thong dibudidayakan di Provinsi Rayong yang relatif kering. Ketika dibudidayakan di Indonesia dengan kelembapan udara tinggi, durian mon thong banyak yang mati terserang penyakit ‎Phytophthora.

    Setelah beradaptasi selama 60 tahun, durian mon thong Indonesia mulai produktif dan hasil panennya masuk ke pasar umum. Penghentian impor durian tahun 2013, juga membawa dampak positif terhadap para petani durian. Tahun 2014 para petani mulai tanam mon thong. Tahun 2021 mon thong mereka berumur tujuh tahun, sudah cukup produktif. Sebelum larangan impor diberlakukan, selama Mei, Juni, Juli; pasar durian Indonesia didominasi durian Impor dari Thailand. Sekarang, pada bulan-bulan tersebut, durian dari Aceh dan Sumatera Utara, masuk ke Jakarta dan kota-kota besar di Jawa. Panen durian di Aceh dan Sumatera Utara, bersamaan dengan panen durian di Thailand.

    Kalau selama ini di Jakarta selalu ada durian; karena secara geografis, Indonesia bisa menghasilkan durian sepanjang tahun. Setelah Mei – Juli Aceh dan Sumut panen durian; menyusul Agustus – Oktober Riau – Lampung. November – Januari Jawa dan Kalimantan. Februari – April wilayah timur Indonesia. Jadi kalau Indonesia membudidayakan durian dengan serius, panen bisa berlangsung sepanjang tahun tanpa henti. Sementara panen durian di Thailand, hanya selama Mei, Juni dan Juli. Dan sekarang ini mulai tampak hasil pencabutan izin impor durian 2013. # # #

    Artikel pernah dimuat di Kontan Pagi
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *