• VICTORIA BOLIVIANA TERATAI RAKSASA BARU

    by  • 01/08/2022 • Uncategory • 0 Comments

    Kalau ada kesempatan berkunjung ke Kebun Raya Bogor, jangan lupa melihat teratai dengan daun selebar tampah. Teratai raksasa itu berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan, “ditemukan” oleh ahli botani Kerajaan Inggris James De Carle Sowerby tahun 1850.

    Untuk menghormati Ratu Inggris Alexandrina Victoria yang berkuasa antara 1837 – 1901, James De Carle Sowerby memberi nama teratai raksasa ini Victoria amazonica. Nama epithet amazonica, mengacu ke sungai Amazon, tempat diketemukannya teratai raksasa ini. James De Carle Sowerby membawa bonggol teratai raksasa ini ke London, Inggris; untuk ditanan di Royal Botanic Garden Kew. Sejak itu, hampir semua kebun raya di kota-kota besar dunia mengoleksi Victoria amazonica, termasuk Kebun Raya Bogor di Indonesia. Selain dengan biji, teratai raksasa ini juga bisa diperbanyak melalui pecahan bonggol (anakan).

    Sebenarnya tahun 1840, 10 tahun sebelum James De Carle Sowerby mendeskripsi Victoria amazonica, seorang ahli botani Prancis Charles Henry Dessalines d’Orbigny, telah lebih dahulu menemukan teratai raksasa jenis lain di Argentina. Oleh Charles Henry Dessalines d’Orbigny teratai raksasa temuannya diberi nama Victoria cruziana. Teratai raksasa Victoria cruziana ini juga dikoleksi di Royal Botanic Garden Kew di London. Beda dengan Victoria amazonica yang berbunga putih bersih, bunga Victoria cruziana berwarna coklat kemerahan di bagian tengah. Pinggiran daun Victoria amazonica coklat kemerahan, sebaliknya pinggiran daun Victoria cruziana hijau.

    Sampai dengan tahun 2022, dunia botani hanya mengenal dua spesies teratai raksasa dalam genus Victoria, suku teratai-terataian, Nymphaeaceae; yakni Victoria amazonica dan Victoria cruziana. Sebenarnya para pakar botani di Kew Garden juga sudah lama melihat bahwa ada sosok teratai raksasa yang berpenampilan lain dari Victoria amazonica dan Victoria cruziana. Tetapi para pakar botani itu mengira perbedaan penampilan ini hanya karena terjadi mutasi akibat faktor lingkungan rumah kaca di Kew Garden, yang berbeda dengan habitat asli teratai raksasa di Amerika Selatan sana.

    Salah satu dari ahli botani yang “curiga” terhadap adanya perbedaan penampilan dari koleksi teratai raksasa di Kew Garden itu bernama Carlos Magdalena kelahiran Gijón, Spanyol 1972. Ia hortikulturis senior di Kew Garden, khusus tumbuhan tropis; juga penulis buku The Plant Messiah: Adventures in Search of the World’s Rarest Species; dan Ketua International Waterlily & Water Gardens Society. Dalam meneliti dan mendeskripsi ulang teratai raksasa, Carlos dibantu oleh Lucy T. Smith; illustrator botani Kew Garden. Lucy kelahiran Sydney Australia 1968.

    Suku Teratai-terataian

    Abad 19 waktu dua spesies Victoria ini ditemukan, para ahli botani mendeskripsi tumbuhan hanya berdasarkan penelitian terhadap bentuk daun dan struktur bunga. Hasil penelitian sebelumnya terhadap spesies tersebut, akan dimanfaatkan sebagai rujukan. Dekade 1970, teknologi DNA (deoxyribonucleic acid) Rekombinan diketemukan. Sejak itu banyak nama spesies berubah, atau pindah ke lain genus. Karena dengan teknologi DNA Rekombinan (menghitung jumlah kromosom), penentuan spesies bisa lebih akurat, bahkan tanpa perlu datang ke habitat asli tumbuhan.

    Carlos Magdalena beruntung karena ia peneliti di Kew Garden, tempat spesimen teratai raksasa itu tumbuh. Dari hasil penelitian sebelumnya, ia bisa melacak habitat asli teratai raksasa yang berbeda dengan spesimen lainnya. Ternyata, spesimen teratai raksasa yang berbeda itu bukan berasal dari Brasil (Victoria amazonica) atau Argentina (Victoria cruziana); melainkan dari Bolivia. Dari hasil penelitian Carlos Magdalena dengan illustrasi botani oleh Lucy T. Smith, spesimen teratai raksasa di Kew Garden itu diberi nama Victoria boliviana Magdalena and L. T. Sm. https://novataxa.blogspot.com/2022/07/victoria.html?fbclid=IwAR2KKqdsxEOYQ7nMQ6frwpRin7bUqMXWUrXt0-b5MqNU6BRrKuHsmmIc0Og

    Teratai raksasa genus Victoria merupakan salah satu anggota suku teratai-terataian Nymphaeaceae yang terdiri dari delapan genera dan 71 spesies. Inilah delapan genera dalam suku Nymphaeaceae: Genus Barclaya terdiri dari dua spesies; Euryale, Hydrostemma, Nymphozanthus dan Ropalon masing-masing satu spesies; Nuphar 18 spesies; Nymphaea 44 spesies; dan Victoria 3 spesies. Orang sering bingung membedakan teratai suku Nymphaeaceae dengan seroja, lotus, suku Nelumbonaceae; yang hanya terdiri dari satu genus Nelumbo, dengan dua spesies Nelumbo lutea dan Nelumbo nucifera.

    Ada juga tanaman hias air mirip teratai yang disebut bunga tetepok, telepok, Water snowflake, Nymphoides indica. Meski berdaun mirip teratai, bunga tetepok suku Menyanthaceae beda dengan teratai suku Nymphaeaceae. Ada lagi bunga frogbit, Hydrocharis morsus-ranae; yang juga berdaun mirip teratai tetapi masuk suku Hydrocharitaceae, bukan Nymphaeaceae. Kolektor dan penggemar teratai raksasa di Indonesia perlu siap-siap untuk mendapatkan spesies baru ini. Siapa tahu spesies teratai raksasa baru dari Bolivia ini juga sudah dikoleksi oleh Kebun Raya Bogor, dan dianggap sebagai Victoria amazonica atau Victoria cruziana. # # #

    Artikel pernah dimuat di Tabloid Kontan
    Foto F. Rahardi

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *